Belajar tentang Cinta dari Sesosok Jin

Oleh Meithya R.Prasetya


Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Ketika membaca beberapa lembar awal novel ini, saya menduga akan 
menemukan kisah yang nyaris mirip dengan The Da Vinci Code, sebuah 
novel yang mengupas simbol-simbol dalam agama Kristen. Namun ketika 
melanjutkan membaca, kisah pun bergulir dengan sangat mengejutkan. 

Bagi saya, si penulis seolah meramu antara kisah petualangan 
spiritual ala Celestine Prophecy dari James Redfield, The Last 
Barrier, sebuah memoir  dari Reshad Field yang berpetualang ke negeri 
para darwis, dan sedikit bumbu padang pasir ala The Alchemist sang 
maestro Paulo Coelho. Alhasil, terciptalah sebuah alur cerita yang 
menegangkan, menyentuh, penuh makna yang berlapis-lapis, namun di 
saat yang sama juga sarat akan simbol-simbol religius kuno, yang 
hanya dapat dikupas maknanya melalui kearifan yang bening (pure 
wisdom). Dan itupun belum cukup, sebab cerita terus bergulir hingga 
menyentuh dunia yang masih begitu misterius bagi manusia biasa, dunia 
jin. Siapa yang mengira kalau kita pun terseret dalam lakon 
pertarungan antar makhluk Tuhan yang tak-kasat-mata fisik ini? 

Lebih jauh lagi, novel Sang Raja Jin, sebagaimana kebanyakan karya 
sufi pendahulunya, berbicara tentang cinta. Tapi, pernahkah anda 
membaca sesosok jin menjadi pengembara ruhani, demi berusaha meraih 
cinta yang hakiki? Karena barang siapa memiliki cinta tersebut, maka 
tersentuhlah dia dengan Cahaya Surga. Dan, Ornias, jin jahat yang 
memang terkenal dalam The Testament of Solomon sebagai pengisap 
vitalitas seorang pemuda kesayangan Raja Sulaiman, sudah sedemikian 
dahaganya dengan cahaya itu, maka dia pun memilih jadi faqir, seorang 
pengembara ruhani dengan tujuan akhir Cinta. Dan, dengan Keagungan 
Allah, maka jadilah Ornias, seorang pecinta. 

Terkabulnya impian Ornias menjadikan saya merenung, bukankah itu 
artinya segala makhluk di semesta ini memiliki peluang yang sama 
untuk tumbuh secara spiritual dan meraih keagungan cinta sang Ilahi? 
Tidakkah itu pun membawa kita kepada suatu pemahaman bahwa hanya 
cinta satu-satunya jalan bagi segala makhluk untuk mengenal Allah, 
Tuhan, YHWH, atau apapun sebutan kita pada Kekuatan Maha Tinggi? 

Sungguh, novel ini memang pada akhirnya menyadarkan kita kepada cinta 
yang lebih luhur tetapi selama ini terlupakan akibat keasyikan kita 
pada rutinitas duniawi. Dalam goresan pena seorang Irving Irchmar, 
cinta tak lagi dijabarkan dengan kata-kata belaka namun melalui 
kekayaan pengalaman ketika mengikuti suatu tariqah.

Rasakanlah bagaimana Irchmar melalui tokoh Ishaq seakan mengajak 
kita, sebagai pembaca, menempuh perjalanan yang sama seperti dia. 
Anggaplah diri anda adalah Ishaq yang duduk di tengah-tengah tariqah 
Nimatullah, kemudian terjebak dalam gurun pasir, dan terhenyak dengan 
pengetahuan baru tentang identitas sejati Ornias. Lalu Ishaq pun 
menembus dunia jin yang tak kasat mata dan akhirnya belajar tentang 
kedahsyatan cinta. Juga, nikmatilah pergulatan-pergulatan Ishaq 
dengan dirinya sendiri, bagaimana dia berusaha menaklukan pikiran dan 
menyingkapkan benih-benih yang ingin tumbuh dalam dirinya.

Anda pun dapat menyelami karakter Ornias, si jin jahat. Betapa dia 
menderita karena tak mengenal cinta yang sejati. Tapi sungguh 
mencengangkannya ketika dia memilih pengalaman sebagai manusia untuk 
belajar mengenal cinta itu. Tidakkah kita terperangah? Sementara kita 
yang selama ini mengambil peran sebagai manusia, justru tak menyadari 
potensi yang tersembunyi dalam diri kita. Kita biarkan diri kita 
terlena dalam permainan cinta yang palsu, cinta yang menjadi altar 
bagi ego kita.  

Akhir kata, jadikanlan Ornias sebagai pelajaran dalam memahami cinta 
dan ambilah bagian dalam petualangan Ishaq ke dalam dirinya. Ini 
adalah cara yang bisa saya tawarkan untuk membaca novel ini sekaligus 
memetik hikmahnya, selapis demi selapis. Alangkah indahnya jika 
pengalaman ini justru menjadikan anda orang yang berbeda setelah 
membaca Sang Raja Jin.

Semoga kedamaian mengiringi perjalanan hidup anda. Amin.    


SANG RAJA JIN (Menyingkap Rahasia Cincin Nabi Sulaiman)
PENERBIT: KAYLA PUSTAKA (www.kaylapustaka.com)
HARGA: RP 39.900,- (296 HALAMAN.)

(DAPATKAN DI GRAMEDIA DAN TOKO-TOKO BUKU TERDEKAT)







******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke