Centennial Commemoration of Indonesia’s National Awakening 
with
Discussion on Dialogue Among Civilizations 
with participation of Ambassador Heidrun Tempel, Special Representative of the 
German Government for Dialogue among Civilizations, Mrs. Dr. Ezhar Cezarli, 
member of the German Conference on Islam, Imam Bekir Alboga, Commissioner for 
Dialogue of the Turkish-Islamic Union, member of the German Conference on Islam 
Rabu, 11 Juni 2008
Jam 13.30 s.d 17.00 WIB
 Masjid At-Taqwa, Jl. Sriwijaya Raya no.10, bilangan Senopati, Kebayoran Baru 
 
Pada tanggal 11 Juni 2008, Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) dan Kedutaan 
Besar Jerman akan menjadi tuan rumah untuk sebuah acara dan pertukaran 
pengalaman dan pemikiran antar akademik, pimpinan agama, penggiat dialog 
antar-iman, pertemuan dengan kelompok perempuan, tokoh masyarakat. PSIK juga 
sekaligus menyelenggarakan ramah tamah dan diskusi dengan Special 
Representative of the German Government for Dialogue Among Civilizations, 
Ambassador Heidrun Tempel. Juga menjadi bagian dari delegasi Jerman akan hadir 
Mrs. Dr. Ezhar Cezairli, anggota the German Conference on Islam, dan Imam Bekir 
Alboga, Commissioner for Dialogue of the Turkish-Islamic Union, anggota the 
German Conference on Islam. 
 
Event ini menjadi penting karena juga berkenaan dengan peringatan 100 tahun 
Kebangkitan Nasional. PSIK secara khusus melakukan refleksi atas para 
inteligensia Islam yang menjadi bagian penting dari gerakan emansipasi 
nasional, yang kemudian berujung pada lahirnya republik dan lahirnya 
konstitusi, UUD 1945. Karya Bp. Yudi Latif, Ketua PSIK, memberikan data yang 
kaya mengenai proses ini, dalam karya “Inteligensia Muslim dan Kuasa, Genealogi 
Inteligensia Muslim Indonesia Abad ke-20” (Bandung 2005, Mizan). 
 
Event ini juga berkaitan dengan 100 hari wafatnya Cak Nur, Nurcholish Madjid. 
Cita-cita Cak Nur berkaitan dengan tumbuh kembangnya kemampuan bangsa Indonesia 
mengola keindonesiaan dan keIslaman menemukan momen pentingnya. Tentu, kita 
semua memahami, ada banyak kejadian yang membuat kita sedih mengapa 
perlindungan kepada semua warga negara tetap lemah. Tapi, kita juga menemukan 
banyak sisi dari Cak Nur yang dalam event ini akan banyak dibahas, dan menjadi 
alasan untuk kita untuk tetap berusaha. 
 
Acara ini direncanakan akan berjalan sebagai berikut: 
1.       keynote speech (oleh Ibu Omi Komaria Madjid, oleh Yudi Latif, dan oleh 
Ambassador H.E. Heidrun Tempel) 
2.       diskusi oleh Mrs. Dr. Ezhar Cezairli, anggota the German Conference on 
Islam, dan Imam Bekir Alboga, Commissioner for Dialogue of the Turkish-Islamic 
Union, anggota the German Conference on Islam 
3.       diskusi oleh Budhy Munawar Rachman MA, Prof. Dr. Franz Magnis-Suseno, 
Dr. Amany Lubis 
4.       Dan diskusi dari para tamu 
 
Bagi yang berminat harap memberi konfirmasi selambat-lambatnya pada Senin, 9 
Juni 2008 jam 18.00 WIB kepada saudara Sunaryo (0818 0855 5478).
 PUSAT STUDI ISLAM DAN KENEGARAAN (PSIK)
CENTER FOR ISLAM AND STATE STUDIES (CISS)


Jl. Gatot Subroto, Kav.96-97 Mampang, Jakarta 12700
Tlp. 021-791 84 308 Fax: 021-799 33 75
Email: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Web: www.psik-paramadina.org


      

Kirim email ke