Beberapa waktu ini saya di kantor bergabung dalam tim negosiasi penawaran
Scrap dan Tim Negosiasi penyelesaian penyewaan dan penyelesaian perbaikan
gudang setelah selesai disewa. Dengan bergabung dengan tim negosiasi ini
sangat menyenangkan untuk dapat mempelajari beberapa hal tentang cara-cara
bernegosiasi.

Negosiasi adalah suatu proses atau metode antara dua orang atau dua kubu
untuk mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasan semua pihak yang
berkepentingan dengan elemen-elemen kerjasama, kompetisi atau penyelesaian
sesuatu hal, atau dalam bahasa singkat saya negosiasi dapat diartikan
sebagai proses tawar-menawar untuk meloloskan keinginan kita untuk mencapai
kesepakatan.Negosiasi sesungguhnya merupakan unsur yang penting dalam
menentukan tingkat suksesnya aplikasi program bagi sebuah organisasi

Dalam negosiasi tahapan singkat yang kita lakukan adalah sebagai berikut
1. Perkenalan dan basa-basi lainnya, semisal apa kabar? gimana hari ini?
perusahaannya makin mantap saja.
2. Menyampaikan keinginan
3. tawar-menawar (Negosiasi)
4. mencapai keputusan
5. Deal (keputusan akhir)
Dan hasil dari negosiasi bisa berupa kemenangan di kedua belah pihak, ada
yang untung dan ada yang rugi, atau rugi kedua pihak malah, atau negosiasi
itu tidak memberikan hasil apapun.

secara substansial negosiasi hampir sama pengertiannya dengan bargaining
process, Dalam bargaining Process ada satu hal yang sulit dilepaskan
didalamnya, yakni menyangkut Human Relationship atau hubungan antar manusia.
Dalam konteks hubungan antar manusia inilah dalam negosiasi sesungguhnya
membutuhkan semacam Relationship Intellegence atau kecerdasan hubungan. yang
dimaksud Relationship Intellegence  meniscayakan dua hal penting, yakni
memiliki
(1) paradigma hubungan
(2) keterampilan hubungan.
Paradigma hubungan yang dimaksud adalah bahwa dalam hubungan antara manusia
termasuk dalam negosiasi meniscayakan adanya semangat, moralitas, dan
budaya. Sementara keterampilan hubungan menyangkut keterampilan komunikasi
yang meliputi keterampilan mendengarkan secara aktif, menghargai sesama
negosiator, dan keterampilan memanaj gagasan.

Ada beberapa persiapan dasar yang harus dilakukan dalam menjalankan
negosiasi yang berhasil. Persiapan tersebut antara lain ;
(1) memahami apa tujuan yang kita ingin capai
(2) menguasai materi negosiasi,
(3) mengetahui tujuan negosiasi,
(4) menguasai keterampilan –keterampilan tehnis negosiasi yang didalamnya
menyangkut keterampilan komunikasi.

Dalam melakukan negosiasi yang kita harus lakukan adalah membuat strategy
yang memuluskan kita mencapai yang kita ingin kan dengan cara negosiasi agar
negosiasi berjalan sukses.  strategi penting dalam negosiasi,
(1) untuk menarik empaty sesama negosiator, seorang negosiator harus
memiliki sikap saling menghargai. Jangan meremehkan antar sesama
negosiator.  Jika sikap saling menghargai antar negosiator terbangun maka
separuh dari target negosiasi sudah tercapai.
(2) untuk mensukseskan tujuan negosiasi sang negosiator harus pandai membuat
komitmen untuk mengikat sasaran negosiasi.
(3) untuk bisa membuat komitmen diperlukan kemampuan argumentasi
(rasionalitas) yang baik.

* Memilih Tim Negosiasi

Kadang dalam tahap negosiasi kita memerlukan pembentukan sebuah tim
negosiator, lalu apa yang perlu di perhatikan dalam pembentukan tim
negosiator. Komposisi tim negosiasi sangat penting bagi keberhasilan
negosiasinya. Tidaklah mudah untuk memilih dan membentuk tim negosiasi
dengan pengetahuan, keterampilan, keahlian finansial dan temperamen yang
tepat untuk dapat mencapai kesepakatan kontrak yang mewakili kepentingan
terbaik dari semua pihak, serta sesuai dengan persyaratan dalam proyek dan
kebijakan yang berlaku.

Terdapat dua fase dalam Proses Diagram Perencanaan Negosiasi. Dua fase
tersebut adalah:
Fase I: Memilih Dan Membentuk Tim Negosiasi
Fase II: Mengembangkan Rencana Negosiasi

Dalam fase pertama Diagram Perencanaan Negosiasi ini, pihak-pihak yang
terlibat dalam manajemen pembelian dan pemasokan harus mengerti cara untuk:

1. Memilih anggota tim negosiasi yang tepat dari berbagai anggota potensial
yang memiliki keterampilan beraneka ragam.
2. Memilih aturan dasar dan tujuan untuk mendapatkan manajemen tim yang
efisien dan efektif.

Terdapat beberapa faktor penting untuk dipertimbangkan saat memilih tim
negosiasi yang tepat:

• Mengembangkan tim yang kecil atau besar
• Memahami peran masing-masing anggota
• Memahami keterampilan masing-masing anggota
• Melibatkan manajemen senior

cara bagi tim untuk meningkatkan peluang beroperasi secara efisien dan
efektif adalah dengan menetapkan aturan dasar bagi tim.

Para anggota tim harus sepakat untuk mematuhi aturan dasar yang berlaku,
yang menuntut hal-hal sebagai berikut:
• Kontribusi dan persiapan masing-masing anggota untuk pertemuan tim
• Kehadiran dan keterlambatan
• Membicarakan kinerja anggota tim yang tidak baik
• Penugasan peran dan tanggung jawab, serta pembagian tugas kepemimpinan
• Proses pembagian informasi dan pengambilan keputusan dalam pertemuan tim
• Siapa yang harus hadir dalam pertemuan tim dan kerahasiaan hasil diskusi
tim
• Tim harus mempunyai tujuan dan objektifnya sendiri yang terpisah dari
tujuan negosiasi

* Tips yang harus anda ingat sebagai seorang negosiator

1.Pengetahuan Pangkal Kekuatan
Pada tahap persiapan, pelajari semua yang dapat Anda lakukan pada situasi
ini,pokok yang dipersoalkan, selidiki apa konsekuensi yang ditanggung pihak
lawanjika mereka gagal mencapai kesepakatan.

2. Jangan pernah menganggap bahwa anda dapat menerka bagaimana suatu
peristiwa akan berlangsung, atau mengira anda langsung tahu apa yang
diinginkan pihak lain, atau menduga reaksi mereka. Selalu ada yang tak
terduga

3. Jangan takut bertanya,
agar pihak lain mengatakan "tidak" dari mulut mereka sendiri. Kalau anda
bertanya, anda juga harus siap untuk memberi jawaban bila lawan bicara anda
bertanya

4. Pertimbangkan Semua Kemungkinan
Kita hampir selalu dalam keadaan melakukan negosiasi. Kadang-kadang kita
menyadarinya, dan kadang-kadang tidak. Keuntungan selalu diraih pihak yang
pertama kali menyadari pilihan-pilihan yang tersedia.

5. Berusaha Mencari Jalan Tengah.
Ketika kedua pihak bersikukuh pada pendapat yang saling bertentangan, anda
membutuhkan banyak waktu hanya untuk membangun suatu kesepakatan sederhana,
dimana kedua pihak hanya bergeser sedikit dari pendapat mereka semula. Namun
sebaliknya, jika anda berhasil mendekati jalan tengah, dimana terdapat
berbagai gagasan dan pendekatan, maka ruang gerak anda menjadi lebih
leluasa. Bagi seorang negosiator, ruang gerak itu merupakan yang optimal,
tempat anda dapat menggali berbagai kemungkinan.

6. Tulis Rencana Anda
Sebelum anda memasuki suatu negosiasi, buatlah rencana tertulis. Diskusikan
dengan rekan . Lakukan penyesuaian jika situasi berubah, simpan itu dalam
ingatan anda. Rencanakan untuk Menang Persiapan efektif membutuhkan
informasi menyeluruh, membuat pilihan,mengembangkan pilihan.

7. Rumuskan Tujuan
Jika anda tidak tahu apa yang ingin didapatkan, anda juga tidak tahu bila
sasaranitu sudah berada di tangan. Jika anda tidak tahu kemana tujuan anda
pergi, anda akan tidak pernah sampaipada tujuan anda

8. Mendengarkan
Anda belajar dengan cara mendengarkan, bukan dengan berbicara. Anda sudah
tahu apa yang akan Anda katakan; Anda tidak tahu apa yang akan anda
dengar.Pengetahuan didapat dengan mendengarkan.

9. Rendah Hati
Berlakulah seolah Anda menghadapi negosiator profesional yang lebih pandai
dari Anda, juga ketika mereka bertindak bodoh.Jika Anda menghadapi amatir,
tetap berhati-hati dan bersikap diplomatis.

10. Tetap Luwes
Jangan Kaku Hindari situasi dimana Anda harus mempertahankan agar suatu
tuntutan khususdipenuhi seutuhnya. Dalam keadaan yang luar biasa sekalipun,
dimana Anda harus membela suatutuntutan vital yang tidak bisa ditawar,
jangan kemukakan fakta tsb. Kalau lawan menyadari hal itu, mereka akan
bersikeras, dan tuntutan Anda harus dibeli dengan mahal.

11. Simpan yang Terbaik Untuk yang Terakhir
Delapan puluh persen konsesi yang dihasilkan dalam suatu negosiasi dicapai
pada fase terakhir, bahkan sering terjadi pada batas waktu terakhir.

Salah satu syarat sukses bernegosiasi adalah kemampuan berbicara, termasuk
intonasi dan teknik berbicara. Intonasi suara tidak perlu sengaja dibuat
tinggi supaya tampak meyakinkan. Salah-salah justru bisa membuat pihak lain
merasa terintimidasi dengan ucapan Anda. Namun, jangan pula terlalu pelan,
sebab bisa jadi ucapan Anda tidak dianggap serius oleh lawan bicara.

Biarkan dulu kentang yang panas mendingin sebelum Anda mencoba untuk
mengambilnya, negosiator terhebat bukanlah orang yang menyapu semua makanan
yang ada dimeja, melainkan perunding yang berhasil mencapai misinya,  dimana
Kedua pihak saling berusaha untuk memahami dan bekerjasama untuk memperoleh
solusi yang memuaskan dan pihak lawan tetap bersedia bertemu lain hari untuk
menegosiasikan hal lain.

Demikian lah tulisan ini ditulis dari berbagai sumber dan pengalaman Saya
dalam menjadi tim negosiator di Kantor. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat
bagi anda untuk menjadi negosiator yang handal... Salam Sukses... erwin
Arianto. Bila terdapat pertanyaan, saran dan kritik dapat dikirim melalui
email ke [EMAIL PROTECTED]

Depok 20 Juni 2008
Erwin Arianto
Baca lebih lanjut di
http://erwin-arianto.blogspot.com/2008/06/menjadi-negosiator.html


-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
エルイン アリアント (内部監査事務局)
-------------------------------------
SINCERITY, SPEED,  INOVATION & INDEPENDENCY

Kirim email ke