Pernyataan Sikap
005/DPP-Papernas/B-II/Juni/2008

Batalkan Kenaikan Harga BBM!
Nasionalisasi Industri Pertambangan Asing; Penghapusan Utang Luar Negeri
Tinggalkan Elit Politik Pro-Asing! (Pemerintahan SBY-JK /Golkar-Demokrat)


Hari ini (24/06/08), mayoritas fraksi dalam sidang paripurna DPR
menyetujui untuk meloloskan Hak Angket tentang kenaikan harga BBM.
Hasil tersebut merupakan langkah maju dalam perjuangan mahasiswa dan
rakyat dalam menentang kenaikan harga BBM, terlepas dari adanya
kepentingan parpol dalam isu tersebut. Akan tetapi, sikap mayoritas
partai di DPR tidak dapat dilepaskan dari tekanan perjuangan mahasiswa
dan rakyat yang tetap kontinyu menggelar aksi-aksi massa di berbagai
daerah. Hal tersebut, tidak dapat dilepaskan pula dari pengorbanan
kawan kita, Maftuh Fauzi yang telah gugur dalam perjuangan menentang
kenaikan harga BBM (20/06/08). Bersemaan dengan rapat DPR membahas hak
angket, didepan gedung DPR, ribuan massa gabungan buruh, tani,
mahasiswa dan kaum miskin kota menggelar aksi. Aksi yang digalang oleh
Front Rakyat Menggugat (FRM) dan Temu Aktifis Lintas Generasi (Tali
Geni) berujung bentrok, berakibat puluhan aktifis ditangkap dan
puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Kemenangan berupa diloloskannya hak angket bukanlah kemenangan akhir.
Akan tetapi, hal tersebut baru merupakan pembuka dari peta pertarungan
antara kekuatan rakyat yang anti kepentingan asing (Imperialisme)
dengan kekuatan elit politik pro Asing; pemerintahan SBY-JK (Golkar
–Demokrat). Kenaikan harga BBM sendiri merupakan isu yang sarat dengan
kepentingan asing didalamnya; guna penguasaan (kontrol) asing terhadap
sektor migas Indonesia dan memaksakan liberalisasi pada sektor migas,
hingga harga migas didalam negeri setara dengan pasar internasional.
Seperti yang kita ketahui, kelompok utama yang menguasai lapangan
migas didalam negeri saat ini adalah korporasi asing, seperti Sheel,
Chevron, ExxonMobil, BP, CNOOC, ConocoPhilips, dan lain-lain. Mereka
dilaporkan menguasai lapangan konsesi migas mencapai 85%-90% (Chevron
diantaranya menguasai 50%), sedangkan sisanya dikelolah oleh
perusahaan dalam negeri. Dengan kondisi seperti, maka jelas persoalan
kenaikan harga BBM bukan hanya karena faktor geopolitik internasional,
akan tetapi yang terpokok adalah persoalan pengelolaan migas didalam
negeri yang hampir sepenuhnya berada ditangan asing.

Sidang paripurna DPR dengan sangat jelas memperlihatkan
kekuatan-kekuatan elit yang selama ini begitu kuat membentengi
kepentingan asing. Elit politik yang menolak penggunaan hak angket
adalah partai Golkar dan Demokrat. Kedua partai ini pula yang secara
tegas mendukung sikap pemerintahan SBY-JK menaikkan harga BBM. kedua
partai ini juga punya andil dalam memuluskan paket-paket kebijakan
neoliberalisme. Mereka merupakan partai-partai pendukung pemerintah
SBY-JK, yang telah membuktikan loyalitasnya bukan saja kepada SBY-JK,
akan tetapi juga diperlihatkan kepada negara-negara imperialis. Maka
jelaslah, Pemerintahan SBY-JK bersama dengan partai Golkar dan
Demokrat sebagai elit politik garda-depan dari kepentingan asing di
Indonesia.

Hak angket barulah langka awal. Elit politik dan partai-partai yang
mendukung hak angket harus menyadari bahwa pertarungan sebenarnya
adalah berhadapan dengan kepentingan asing (Imperialis) dan
kaki-tangannya didalam negeri. Isu kenaikan BBM hanyalah salah satu
persoalan dari keruwetan problem ketahanan energi nasional. Sehingga
perlu ditegaskan, perlunya pemerintah mengambil langkah-langkah
strategis untuk mengatasi krisis energi, diantaranya; nasionalisasi
Industri pertambangan asing dan pencabutan kebijakan
perundang-undangan yang berbau liberalisasi di sektor energi (UU nomor
22 tahun 2001 tentang Migas dan UU nomor 25 tahun 2007 tentang
Penanaman Modal). Sehingga sejak awal kita sangat menyadari akan
kemungkinan beberapa partai yang bersifat bimbang akan menjalankan hak
angket ini setengah-setengah bahkan berkhianat dimasa depan. Oleh
karena itu, perjuangan sesungguhnya, guna membatalkan kenaikan harga
BBM terletak ditangan rakyat atau bangsa Indonesia lewat aksi-aksi
massa yang kontinyu. Perjuangan kita adalah perjuangan pembebasan
nasional, yakni perjuangan untuk menyingkirkan sepenuhnya seluruh
praktek, kepentingan, dan segala bentuk susunan ekonomi Imperialis
yang bercokol. Perjuangan ini bukanlah perjuangan sehari, tetapi
perjuangan untuk waktu yang panjang. Perjuangan ini tidak dapat
diletakkan kepada kekuatan massa yang kecil, akan tetapi harus
diletakkan kepada kekutan seluruh massa rakyat bersama dengan kekuatan
elit politik nasional yang anti-imperialis atau pro-kepada kemandirian
ekonomi nasional.

Agar kemenangan hak angket menjadi pembuka bagi kemenangan perjuangan
pembebasan nasional, maka perjuangan ini tidak hanya bertitik berat
diparlemen tetapi juga kepada mobilisasi-mobilisasi umum massa rakyat
dan partai-partai politik anti kenaikan BBM. Oleh karena itu, kami
dari Dewan Pimpinan Pusat –Partai Pembebasan Nasional menyatakan sikap
sebagai berikut;
1.      Batalkan Kenaikan Harga BBM; segera ambil alih kendali
(nasionalisasi) terhadap perusahaan-perusahaan pertambangan asing dan
Penghapisan Utang Luar Negeri;
2.      Teruskan Perjuangan lewat Hak Angket; Tinggalkan elit politik pro
asing; Pemerintahan SBY-JK dan partai –partai pendukung kenaikan BBM
dan penentang hak angket (Golkar dan Demokrat);
3.      Usut tuntas kasus kematian Maftuh Fauzi dan berbagai kasus
kekerasan polisi dalam demonstrasi penolakan kenaikan harga BBM serta
bebaskan seluruh aktivis mahasiswa-rakyat yang ditangkap;
4.      Bangun Front Persatuan Nasional yang melibatkan seluruh rakyat dan
partai politik yang anti terhadap elit politik pro-asing; Front
Persatuan Nasional akan menjalankan Gerakan Banting Setir; Haluan
Ekonomi Baru, pemerintahan baru dan presiden baru dengan melaksanakan
Tripanji persatuan nasional;

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, agar diperhatikan.
Terima kasih!
Jakarta, 25 Juni 2008

Cukup Sudah Jadi Bangsa Kuli, Bangkit Jadi Bangsa Mandiri!

Kibarkan Tri Panji Persatuan Nasional:
Hapus Utang Luar Negeri! Nasionalisasi Industri Pertambangan!
Bangun Industri (Pabrik) Nasional!


Dewan Pimpinan Pusat 
Partai Persatuan Pembebasan Nasional
(DPP-Papernas)

Ketua Umum      Sekretaris Jenderal


Agus Jabo Priyono       Harris BA Sitorus






------------------------------------

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke