Permisi Sodari Sodara... woalah, mau ikut njagong bareng temen2 saja mesti nabung dulu buat mbeli komputer sama nyambung kabel natnitnutnitnatnitnut. Dan akhirnya saya seneng bisa berketik disini, sharing dan belajar dari rekan-rekan semua.
Menanggai pertanyaan (kutip) kenapa filsafat timur, khususnya Nusantara, tidak melahirkan modernitas? kenapa filsafat timur tidak melahirkan scientisme? - Saya berpikir itu karena dalam filsafat kita, kita tidak dibiasakan atau dikondisikan untuk bertanya, melainkan lebih dituntuk untuk "nrimo" atau menerima, dan sarana pencapaiannya adalah melalui 'laku'. Contohnya adalah ungkapan "Ora Ilok (bahasa Indonesia-nya apa ya?), ketika kita mencoba menanyakan kenapa kita tidak boleh begini dan begitu. Sementara di Barat, dari awal pemikiran dibebaskan untuk selalu bertanya "mengapa" atau "bagaimana kemungkinannya" atau "jika begitu maka kemungkinannya gimana saja." Soal pencapaian akhir sih, saya tidak membedakannya. Saya percaya bahwa apa yg kita punyai ini juga luar biasa, seperti yang diilustrasikan pak Windhu Kencono ttg technologi 3G. Contoh lain misalnya adalah konsep bilocation dan levitation, di sini kita juga serng mendengarnya, sekarang mgkn ini bisa menjadi hal yg menarik buat kita semua untuk merasionalisasikannya. Salam dan matur thank you, -Spuki- --- In [email protected], "yohanessutopo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > --- In [EMAIL PROTECTED], Windhu Kencono > <windhu.kencono@> wrote: > > Nek saya, nyoba belajar brani nyawang kasunyatan, > > :: dimana kearifan lokal, konon, zaman kakek n nenek moyang, dengan > bermodal "pasrah" kepada kuasanya yang Maha Kuasa, "ikhlas" bahwa > segala > sesuatu itu hanya atas kehendakNya, dan "bertawakal" akan segala > kenyataan yang nyata merupakan kasunyatan yang memang harus > dihadapi ... > maka segala kebutuhan yang memang dibutuhkan untuk perkembangan setiap > jiwa akan dipenuhi oleh Yang Maha Bijaksana. Dan kapan hal itu bisa > mawujud? Yaitu ketika akal pikir justru berkenan berhenti sejenak > untuk > menerima dan menangkap "krenteg" yang datang ke dalam relung jiwa. > Pun para Kanjeng Nabi, yang nggak pernah makan sekolahan, namun > dilengkapi seluruh kebutuhannya. Seperti membelah laut, gandakan roti > (bukan gandakan uang, lho), jalan2 di atas air, lsp. (lan sak > panunggalane). > > :: perkara angka-2, hari gini, teknologi komunikasi sudah sampai ke > generasi ke-3 (3G), dimana komunikasi dua arah dengan mampu > menampilkan > wajah ... namun konon, kata temen2 kakek moyangnya pun sudah melakukan > hal itu tanpa teknologi 3G ... bahkan kalo boleh dikata itu adalah 0G > (zero G, atau Generasi ke-0). Dimana generasi pada zamannya hanya > mengandalkan potensi diri yang segalanya (memang) disiapkan barang dan > aplikasi oleh Yang Maha Cerdas. > > Mungkin bahasanya salah, sehingga kurang pas dan kurang enak untuk > dibaca, tapi suwer ... mangsud saya bener ... :) hehe bener menurut > aku > (maksudku!) > > Suwer, ini hanya urun rembug ... alias urun abab, idhep-idhep driji > iki > karben ora nyrekekel kaku ... wus suwe gak nenulis. Bab unen-unennya > tentu tidak berbobot, wong ya memang tidak makan sekolahan-pilsapat. > Iki > mung pangrasaku ae. > > > Wiken > maturnuwunkawigatosanipun. > > > yohanessutopo wrote: > > Para kadang milis sekarjagad, > > > > Wonten pitakonan kados mekaten saking satunggaling member milis > > filsafat ([email protected]). Nyuwun bantuan saking para > kadang > > milis, kados pundi anggen kawula kedah nanggapi? > > > > Suwun, > > ys > > > > > > --- In [email protected], aceng husni <aceng_husni@> wrote: > > > > salam, > > soal ini, saya ada satu pertanyaan: kenapa filsafat timur, > khususnya > > Nusantara, tidak melahirkan modernitas? kenapa filsafat timur tidak > > melahirkan scientisme? kenapa kearifan lokal Timur itu tidak > melahirkan > > gagasan yang melahirkan teknologi? terlepas bahwa modernitas dan > > teknologi ada masalah, kenapa itu tidak lahir dari sistem filsafat > > jawa, misalnya? > > saya berharap di forum ini saya mendapat penjelasan. > > makasih > > > > > > > > > > > > ------------------------------------ > > > > SURA DIRA JAYANING RAT LEBUR DENING PANGASTUTI > > dherekaken: [EMAIL PROTECTED] > > nonton jerohan: > > http://groups.yahoo.com/group/sekarjagad > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > --- End forwarded message --- > ------------------------------------ ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
