di semesta ini tidak ada yang berdiri sendiri Gusti kang akarya jagad telah 
menetapkan semua selalu berpasangan. jadi untuk merasakan bahagia kita harus 
tahu bagaimana kesedihan itu, untuk merasa kenyang kita harus lapar dulu, untuk 
merasa kaya kita harus merasa miskin dulu, begitu juga sebaliknya.

dalam kehidupan baik materi maupun spiritual nafsu,amarah, dll yang anda sebut 
diperlukan dan tidak boleh dihilangkan. karena untuk ibadah kita memerlukan 
keinginan, untuk beribadah dengan istri (hub suami istri) kita perlu nafsu. 
jadi yang terpenting  bagaimana  kita mengatur dan mengendalikan semuanya.

wass

pon

--- On Tue, 7/1/08, Rini Lestari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Rini Lestari <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [filsafat] Bahagia? Capek deh!
To: [email protected]
Date: Tuesday, July 1, 2008, 11:08 AM










    
            


Benarkah demikian?
Pertama-tama kita harus bertanya apakah kebahagiaan itu? Mungkinkan kita 
memperoleh kebahagiaan di dunia ini? Bagi orang yang kelaparan kebahagiaan 
adalah mendapat makan. Bagi orang yang sedang ujian kebahagiaan adalah 
kelulusan. Bagi orang yang di penjara kebahagiaan adalah kebebasan. Bagi orang 
yang sedang berpacaraan kebahagian adalah ketemu sang pacar atau pernikahan. 
Dan masih banyak yang lain. Kebahagiaan itu sungguh relatif dan tergantung pada 
subjek yang membutuhkannya. Kebahagiaan saya tentunya berbeda dengan
 kebahagiaan orang lain.

Kebahagiaan itu seakan-akan sebuah utopia dalam hidup manusia. Manusia memang 
dapat memperoleh kebahagiaan tersebut, namun kebahagiaan itu tidak permanent. 
Ia hanya bersifat sementara saja dan berlangsung dalam waktu yang singkat. Dari 
dahulu, manusia selalu mengharapkan kebahagiaan. Bahkan tidak ada manusia yang 
mengharapakan penderitaan (kecuali orang yang tidak sehat alias mengalami 
ganguan mental). Manusia telah bersusaha, berjuang mati-matian untuk 
menciptakan kebagiaan tetapi tetap saja tidak tercapai. Para politikus, ilmuan, 
pemikir, pengusaha, telah bekerja keras, tapi hasilnya tampak sia-sia. Manusia 
tetap mengalami penderitaan.

Saya hanya berfikir: Mungkinkah kebahagiaan itu ada tanpa penderitaan? dan juga 
sebaliknya? Bagaimana kita mengenali kebahagiaan tanpa adanya penderitaan? 
Dalam hal ini, untuk mengenal sesuatu pasti kita membutuhkan pembanding. 
Sebagai contoh: Kaya. Untuk mengerti orang kaya harus
 ada orang miskin. Kalo semua orang kaya, maka itu tidak kaya namanya. Hidupnya 
sama saja dengan yang lain, atau biasa saja.
Kebahagiaan itu bukan saja menyangkut materi tetapi juga spiritual. Usaha 
manusia dan kerja kerasnya menjadi kebahagiaan spiritual adalah sebagaian kecil 
dari kebahagiaan spiritual manusia. Dalam hal ini tergantung apa yang mau dia 
capai, apa yang diharapkannya dan lain sebagainya. Kekayaan material berubah 
menjadi kekayaan spiritual, bisa saja diterima tetapi ini hanya bagian sebagian 
kecil saja.

Kebahagiaan spiritual menurut saya melepaskan diri manusia dari penderitaan.. 
Hal ini sangat jelas diajarkan oleh Sidharta Ghautama Budha. Selagi nafsu, 
keinginan, kebutuhan, emosi melekat dalam diri manusia maka ia tidak pernah 
mendapatkan kebahagiaan spiritual. Oleh karena itu mewariskan etos kerja keras 
dan halal belum tentu dianggap sebagai kebahagiaan. Karena ketika orang tua 
mewariskannya kepada anak-anak-nya maka orang tua
 itu akan mengalami ketidak bahagiaan yang lain: mungkin masalah kesehatan, 
kurang diperhatikan pada masa tua karena anak-anak sibuk bekerja, kecemasan 
kalau anaknya bepergian akan terjadi kecelakaan, dan lain sebagainya. 

So, benarkah kita akan memperoleh kebahagiaan? Atau itu hanya sebuah utopia?
Capek dee...eee... eeh


----- Original Message ----
From: agussyafii <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Sent: Tuesday, June 17, 2008 8:56:02 AM
Subject: [filsafat] Tawanya Juga Tawaku


Tawanya Juga Tawaku

sumber, http://agussyafii. blogspot. com

Setiap kali melihat istri saya tertawa, semua rasa capek, letih lelah
menjadi hilang. Itulah sebabnya obat untuk
 menghilangkan rasa capek
dan lelah saya, cukup sms, "ketawamu mana?" trus dibalas dengan sms
juga "hahahahahhaha" Tawanya juga tawaku, kebahagiaannya juga
kebahagiaanku.

mengharapkan kebahagiaan abadi dalam rumah tangga semata-mata
mengandalkan kesejahteraan materi adalah keliru. Kebahagiaan materi
akan menjadi spiritual jika orang terlibat kerja keras dan halal
ketika memperolehnya. Bekas orang miskin yang kemudian sukses menjadi
orang kaya raya secara halal, ia akan menceriterakan kemiskinan masa
lalunya dengan senyuman indah.=20

Sebaliknya orang miskin yang dulunya adalah pewaris kekayaan besar
tetapi kemudian bangkrut karena tidak memiliki etos kerja yang benar,
maka ia dengan sedih dan pilu menceriterakan kejayaan masa lalunya.

Keindahan rumah tangga adalah jika dari awal, pasangan suami isteri
itu berkesempatan melewati tahap-tahap perjuangan hidup hingga sukses
bersama. Selanjutnya adalah
 kebahagiaan orang tua, jika sukses
mewariskan etos kerja keras dan halal kepada anak-anaknya, bukan
sekedar mewariskan hartanya yang banyak.=20

bagaimana menurut anda?

sumber, http://agussyafii. blogspot. com

salam Cinta,
agussyafii

=3D=3D=3D=3D= 3D=3D=3D
Tulisan ini dibuat dalam rangka kampanye "Keluargaku, Surgaku"
silahkan kirimkan dukungan dan komentar anda di
http://agussyafii. blogspot. com atau sms 0888 176 48 72

=20


=20=20=20=20= 20=20
--0-832932863- 1213719392= :5422
Content-Type: text/html; charset=US-ASCII
Content-Transfer- Encoding: 7bit


<!DOCTYPE HTML PUBLIC "-//W3C//DTD HTML 4.01//EN" "http://www.w3. org/TR/html4/ 
strict.dtd">
<html>
<head>
</head>




<body style="background- color: #ffffff;">

<!--~-|**|PrettyHtml StartT|** |-~-->
<div id="ygrp-mlmsg" style="width: 655px; position:relative; ">
<div id="ygrp-msg" style="width: 470px; margin:0; padding:0 25px 0 0; 
float:left; z-index:1;">
<!--~-|**|PrettyHtml EndT|**|- ~-->

    <div id="ygrp-text">
            <p><div style="font- family:times new roman, new york, times, 
serif;font-size: 12pt;"><DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new 
roman, new york, times, serif;">Benarkah demikian?</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">Pertama-tama kita harus bertanya apakah kebahagiaan itu? Mungkinkan 
kita memperoleh kebahagiaan di dunia ini? Bagi orang
 yang kelaparan kebahagiaan adalah mendapat makan. Bagi orang yang sedang ujian 
kebahagiaan adalah kelulusan. Bagi orang yang di penjara kebahagiaan adalah 
kebebasan. Bagi orang yang sedang berpacaraan kebahagian adalah ketemu sang 
pacar atau pernikahan. Dan masih banyak yang lain. Kebahagiaan itu sungguh 
relatif dan tergantung pada subjek yang membutuhkannya. Kebahagiaan saya 
tentunya berbeda dengan kebahagiaan orang lain.</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">&nbsp;</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">Kebahagiaan itu seakan-akan sebuah utopia dalam hidup 
manusia.&nbsp;Manusia memang dapat memperoleh kebahagiaan tersebut, 
namun&nbsp;kebahagiaan itu tidak permanent. Ia hanya bersifat 
sementara&nbsp;saja&nbsp;dan berlangsung&nbsp;dalam waktu yang singkat. Dari 
dahulu, manusia selalu mengharapkan
 kebahagiaan. Bahkan tidak ada manusia yang mengharapakan penderitaan (kecuali 
orang yang tidak sehat alias mengalami ganguan mental). Manusia telah 
bersusaha, berjuang mati-matian untuk menciptakan kebagiaan tetapi tetap saja 
tidak tercapai. Para politikus, ilmuan, pemikir, pengusaha, telah bekerja 
keras, tapi hasilnya tampak sia-sia. Manusia tetap mengalami penderitaan.</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">&nbsp;</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">Saya hanya berfikir: Mungkinkah kebahagiaan itu ada tanpa penderitaan? 
dan juga sebaliknya? Bagaimana kita mengenali kebahagiaan tanpa adanya 
penderitaan? Dalam hal ini, untuk mengenal sesuatu pasti kita membutuhkan 
pembanding. Sebagai contoh: Kaya. Untuk mengerti orang kaya harus ada orang 
miskin. Kalo semua orang kaya, maka itu tidak kaya namanya. Hidupnya sama saja
 dengan yang lain, atau biasa saja.</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">&nbsp;</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">Kebahagiaan itu bukan saja menyangkut materi tetapi juga spiritual. 
Usaha manusia dan kerja kerasnya menjadi kebahagiaan spiritual adalah sebagaian 
kecil dari kebahagiaan spiritual manusia. Dalam hal ini tergantung apa yang mau 
dia capai, apa yang diharapkannya dan lain sebagainya. Kekayaan material 
berubah menjadi kekayaan spiritual, bisa saja diterima tetapi ini hanya bagian 
sebagian kecil saja.</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">&nbsp;</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">Kebahagiaan spiritual menurut saya melepaskan diri manusia dari 
penderitaan. Hal ini sangat
 jelas diajarkan oleh Sidharta Ghautama Budha. Selagi nafsu, keinginan, 
kebutuhan, emosi melekat dalam diri manusia maka ia tidak pernah mendapatkan 
kebahagiaan spiritual. Oleh karena itu mewariskan etos kerja keras dan halal 
belum tentu dianggap sebagai kebahagiaan. Karena ketika orang tua mewariskannya 
kepada anak-anak-nya maka orang tua itu akan mengalami ketidak bahagiaan yang 
lain: mungkin masalah kesehatan, kurang diperhatikan pada masa tua karena 
anak-anak sibuk bekerja, kecemasan kalau anaknya bepergian akan terjadi 
kecelakaan, dan lain sebagainya.</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">&nbsp;</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">So, benarkah kita akan memperoleh kebahagiaan? Atau itu hanya sebuah 
utopia?</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times,
 serif;">&nbsp;</DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;FONT-FAMILY: times new roman, new york, times, 
serif;">Capek dee...eee...<wbr>ee&nbsp; hhhhh! <BR><BR></DIV>
<DIV style="FONT- SIZE: 12pt;BORDER- LEFT: #1010ff 2px solid;FONT-FAMILY: times 
new roman, new york, times, serif;">----- Original Message ----<BR>From: 
agussyafii &lt;agussyafii@ yahoo.<wbr>com&gt;<BR>To: [EMAIL 
PROTECTED]<wbr>s.com<BR>Sent: Tuesday, June 17, 2008 8:56:02 AM<BR>Subject: 
[filsafat] Tawanya Juga Tawaku<BR><BR>
<DIV id="ygrp-text">
<P>Tawanya Juga Tawaku<BR><BR>sumber, <A href="http://agussyafii. blogspot. 
com/" target="_blank" rel="nofollow">http://agussyafii. blogspot. 
com</A><BR><BR>Setiap kali melihat istri
 saya tertawa, semua rasa capek, letih lelah<BR>menjadi hilang. Itulah sebabnya 
obat untuk menghilangkan rasa capek<BR>dan lelah saya, cukup sms, "ketawamu 
mana?" trus dibalas dengan sms<BR>juga "hahahahahhaha" Tawanya juga tawaku, 
kebahagiaannya juga<BR>kebahagiaanku.<BR><BR>mengharapkan kebahagiaan abadi 
dalam rumah tangga semata-mata<BR>mengandalkan kesejahteraan materi adalah 
keliru. Kebahagiaan materi<BR>akan menjadi spiritual jika orang terlibat kerja 
keras dan halal<BR>ketika memperolehnya. Bekas orang miskin yang kemudian 
sukses menjadi<BR>orang kaya raya secara halal, ia akan menceriterakan 
kemiskinan masa<BR>lalunya dengan senyuman indah. <BR><BR>Sebaliknya orang 
miskin yang dulunya adalah pewaris kekayaan besar<BR>tetapi kemudian bangkrut 
karena tidak memiliki etos kerja
 yang benar,<BR>maka ia dengan sedih dan pilu menceriterakan kejayaan masa
 lalunya.<BR><BR>Keindahan rumah tangga adalah jika dari awal, pasangan suami 
isteri<BR>itu berkesempatan melewati tahap-tahap perjuangan hidup hingga 
sukses<BR>bersama. Selanjutnya adalah kebahagiaan orang tua, jika 
sukses<BR>mewariskan etos kerja keras dan halal kepada anak-anaknya, 
bukan<BR>sekedar mewariskan hartanya yang banyak. <BR><BR>bagaimana menurut 
anda?<BR><BR>sumber, <A href="http://agussyafii. blogspot. com/" 
target="_blank" rel="nofollow">http://agussyafii. blogspot. 
com</A><BR><BR>salam Cinta,<BR>agussyafii<BR><BR>=======<BR>Tulisan ini dibuat 
dalam rangka kampanye "Keluargaku, Surgaku"<BR>silahkan kirimkan dukungan dan 
komentar anda di<BR><A href="http://agussyafii. blogspot. com/" target="_blank" 
rel="nofollow">http://agussyafii. blogspot. com</A> atau sms 0888 176 48 
72<BR><BR></P></DIV></DIV></div><br>

      </p>
    </div>  

    <!--~-|**|PrettyHtml Start|**| -~-->
    <span width="1" style="color: white;"></span>
    <!--~-|**|PrettyHtml End|**|-~ -->
    </body>
    <!--~-|**|PrettyHtml Start|**| -~-->
    <head>
<style type="text/css">
<!--
#ygrp-mkp{
  border: 1px solid #d8d8d8;
  font-family: Arial;
  margin: 14px 0px;
  padding: 0px 14px;
}
#ygrp-mkp
 hr{
  border: 1px solid #d8d8d8;
}
#ygrp-mkp #hd{
  color: #628c2a;
  font-size: 85%;
  font-weight: bold;
  line-height: 122%;
  margin: 10px 0px;
}
#ygrp-mkp #ads{
  margin-bottom: 10px;
}
#ygrp-mkp .ad{
  padding: 0 0;
}
#ygrp-mkp .ad a{
  color: #0000ff;
  text-decoration: none;
}
-->
</style>
</head>
    <head>
<style type="text/css">
<!--
#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
  font-family: Arial;
}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
  margin: 10px 0px;
  font-weight: bold;
  font-size: 78%;
  line-height: 122%;
}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
  margin-bottom: 10px;
  padding: 0 0;
}
-->
</style>
</head>
    <head>
    <style
 type="text/css">
    <!--
    #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial,helvetica, clean,sans- 
serif;*font- size:small; *font:x-small; }
    #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}
    #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica, clean,sans- 
serif;}
    #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;*font- size:100% ;}
    #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}
    #ygrp-text{
        font-family: Georgia;    
    }
    #ygrp-text p{
        margin: 0 0 1em 0;
    }
    #ygrp-tpmsgs{
        font-family: Arial;    
        clear: both;
    }
   
 #ygrp-vitnav{
        padding-top: 10px;
        font-family: Verdana;
        font-size: 77%;
        margin: 0;
    }
    #ygrp-vitnav a{
        padding: 0 1px;
    }
    #ygrp-actbar{
        clear: both;
        margin: 25px 0;
        white-space: nowrap;
        color: #666;
        text-align: right;
    }
    #ygrp-actbar .left{
        float: left;
        white-space: nowrap;
    }
   
 .bld{font-weight: bold;}
    #ygrp-grft{
        font-family: Verdana;
        font-size: 77%;
        padding: 15px 0;
    }
    #ygrp-ft{
      font-family: verdana;
      font-size: 77%;
      border-top: 1px solid #666; 
      padding: 5px 0; 
    }
    #ygrp-mlmsg #logo{
      padding-bottom: 10px;
    }

    #ygrp-reco {
    margin-bottom: 20px;
    padding: 0px;
    }
    #ygrp-reco #reco-head {
        font-weight: bold;
        color: #ff7900;
   
 }

    #reco-grpname{
        font-weight: bold;
        margin-top: 10px;
      }
    #reco-category{
            font-size: 77%;
    }
    #reco-desc{
            font-size: 77%;
    }

    #ygrp-vital{
        background-color: #e0ecee;
        margin-bottom: 20px;
        padding: 2px 0 8px 8px;
    }
    #ygrp-vital #vithd{
        font-size: 77%;
        font-family: Verdana;
        font-weight: bold;
        color:
 #333;
        text-transform: uppercase;
    }
    #ygrp-vital ul{
        padding: 0;
        margin: 2px 0;
    }
    #ygrp-vital ul li{
      list-style-type: none;
      clear: both;
      border: 1px solid #e0ecee;  
    }
    #ygrp-vital ul li .ct{
      font-weight: bold;
      color: #ff7900;
      float: right;
      width: 2em;
      text-align:right;
      padding-right: .5em;
    }
    #ygrp-vital ul li .cat{
      font-weight: bold;
   
 }
    #ygrp-vital a{
        text-decoration: none;
    }

    #ygrp-vital a:hover{
      text-decoration: underline;
    }

    #ygrp-sponsor #hd{
        color: #999;
        font-size: 77%;
    }
    #ygrp-sponsor #ov{
        padding: 6px 13px;
        background-color: #e0ecee;
        margin-bottom: 20px;
    }
    #ygrp-sponsor #ov ul{
        padding: 0 0 0 8px;
        margin: 0;
    }
    #ygrp-sponsor #ov li{
       
 list-style-type: square;
        padding: 6px 0;
        font-size: 77%;
    }
    #ygrp-sponsor #ov li a{
        text-decoration: none;
        font-size: 130%;
    }
    #ygrp-sponsor #nc{
      background-color: #eee;
      margin-bottom: 20px;
      padding: 0 8px;
    }
    #ygrp-sponsor .ad{
        padding: 8px 0;
    }
    #ygrp-sponsor .ad #hd1{
        font-family: Arial;
        font-weight: bold;
        color: #628c2a;
        font-size:
 100%;
        line-height: 122%;
    }
    #ygrp-sponsor .ad a{
        text-decoration: none;
    }
    #ygrp-sponsor .ad a:hover{
        text-decoration: underline;
    }
    #ygrp-sponsor .ad p{
        margin: 0;
    }
    o{font-size: 0; }
    .MsoNormal{
       margin: 0 0 0 0;
    }
    #ygrp-text tt{
      font-size: 120%;
    }
    blockquote{margin: 0 0 0 4px;}
    .replbq{margin: 4}
    -->
    </style>
    </head>
   
 <!--~-|**|PrettyHtml End|**|-~ -->
    </html><!--End group email -->


--0-832932863- 1213719392= :5422--




      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke