Salam hormat, kepada pembaca !!!
 
semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua 
terutama bagi seluruh rakyat indonesia !
 
Saat ini, Indonesia sedang bersiap menghadapi perhelatan nasional 
yang sedianya memiliki cita-cita dalam menggapai sebuah perubahan 
khususnya kesejahteraan bangsa dan negara yang kita cintai, mungkin 
kita telaah bahwa telah 10 tahun masa reformasi di republik ini 
belum juga dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia 
yang dahulu kita cukup disegani oleh bangsa-bangsa di dunia!! 
terlebih pada permasalahan internal  dalam memberikan cukup 
kesejahteraan bagi rakyat indonesia, mungkin ada secercah harapan 
bahwa sebentar lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan 
umum 2009 yang akan datang.Namun hal ini setelah kita renungkan 
dalam-dalam hanyalah sebuah retorika klasik yang sebenarnya kita 
dalam ambang kehancuran bahkan membuka peluang kekuatan luar 
menghancurkan sendi-sendi moral dan budaya bangsa kita kepada budaya 
kapitalis dan individualisme yang sangat rentang korup dan 
penindasan antar saudara sebangsa sendiri.
 
Setelah KPU memutuskan jumlah peserta pemilu 2009 sebanyak 34 
Partai, apa yang terlintas dalam benak saudara-saudara sebangsa dan 
setanah air !!  mungkin dari hal positif bahwa perkembangan sistem 
demokrasi di Indonesia sangat berkembang pesat, berbagai pujian dan 
penghormatan dunia tertuju pada Republik Indonesia.tapi !! bisakah 
kita nilai bahwa pujian dan penghormatan tersebut sebenarnya adalah 
alat untuk memperlemah kesatuan dan kekuatan kita sebagai bangsa 
yang besar.persaingan multi partai yang terjadi dinegara ini dapat 
berakibat desintegrasi bangsa dan terbentuknya kekuatan-kekuatan 
kecil yang tak terintegrasi satu sama lain yang dapat menimbulkan 
efek perpecahan baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga apa 
yang terjadi selanjutnya!!!!
 
Mungkin praduga diatas terlalu berlebihan, namun hal tersebut harus 
kita kaji bersama terutama mengenai peraturan perundang-undangan 
yang berlaku mengatur tentang hak dan kewajiban partai dalam 
mempertahankan kesatuan dan persatuan kebangsaan diatas kepentingan 
partai ataupun golongan.Perjalanan reformasi saat ini sudah mencapai 
titik klimaks yang semustinya harus disikapi lebih seksama terutama 
dalam menghasilkan pemimpin-pemimpin yang kelak akan mengambil 
kebijakan dalam mengatur permasalahan bangsa dan negara, namun 
sungguh sangat ironis dimana masa kampanye untuk menghadapi pemilu 
2009 sangatlah panjang mungkin lebih 9 bulan lamanya para calon 
legislatif harus berkampanye dalam mencari simpati masyarakat 
pemilih. berbagai aturan yang tersirat maupun formal partai peserta 
pemilu yang berkembang tidak memberikan peluang yang signifikan bagi 
para tokoh-tokoh dan elemen masyarakat yang benar-benar dapat 
memperjuangkan dan bersedia mengabdikan dirinya bagi 
masyarakat.namun yang timbul kepermukaan adalah sosok-sosok calon 
kapital yang bersedia menukarkan harta bendanya demi seonggok 
kekuasaan mungkin berbagai cara dilakukan baik itu menjual kendaraan 
bahkan menggadaikan tanah dan rumah demi membiayai kursi legislatif 
yang diimpikan.
 
cita-cita dan impian memang bukanlah sesuatu hal yang dilarang 
ataupun haram dilakukan !! bagi seorang manusia cita-cita adalah 
harapan yang harus sedini mungkin tertanam sejak dini sebagai pemacu 
dalam meraih kehidupan yang lebih baik "namun bagaimana dengan 
seorang caleg yang mengorbankan harta bendanya demi seonggok 
kekuasaan legislatif dimana beban moril dan pengabdian kepada rakyat 
lebih besar datang kepadanya" ataukah bagaimana bila seorang caleg 
tidak terpilih sedangkan harta bendanya telah habis terkuras 
membiayai kampanyenya. Mungkin dapat kita prediksi bahwa ribuan 
calon legislatif telah siap dengan segala resiko yang akan 
mendatanginya, namun tidak-kah kita sadari bersama bahwa peraturan 
yang datang baik tersirat maupun formal baik dari partai dan KPU 
dapat memberikan efek yang dapat menghancurkan kehidupan berbangsa 
dan bernegara ini, mungkin hampir 90% calon legislatif yang terpilih 
dan masuk ke DPR/DPRD akan berfikir didalam hatinya bagaimana cara 
memulangkan modal yang telah dikeluarkannya, selain itu tekanan 
partai pengusungpun kepada caleg terpilih tak kalah hebohnya 
bagaimana memperoleh dana insentif  sebagai jasa dalam mengusung 
sang kandidat. sudah dapat kita prediksi apa yang akan terjadi !! 
APBN dan APBD yang semustinya digunakan untuk rakyat akan 
tereliminasi menjadi santapan berjamaah korban-korban kampanye. 
peraturan-peraturan sebagai alat intimidasi dan praktek-praktek 
pemerasan  akan marak terjadi.lalu dimanakah janji-janji itu dan 
tugas pengabdian  yang bercerita tentang keadilan dan kesejahteraan 
masyarakat ?? semua akan tersimpan dilaci sang dewan untuk dipakai 
kemudian di tahun 2014 yang akan datang.
 
wahai saudaraku sebangsa dan setanah air, sikapilah ini semua dan 
sadarilah bahwa janganlah silau dari berbagai hadiah dan uang yang 
diberikan oleh para caleg, sesungguhnya ada yang lebih besar kita 
dapati secara bersama dan lebih baik untuk kesejahteraan rakyat bila 
kita memahaminya !! daripada kita merelakan APBN/APBD akan tergilas 
sebagai ajang balik modal sang dewan yang terhormat.
 
Ir.Abdul Firman,MH 




------------------------------------

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke