Masih Terjadi Diskriminasi pada Difabel 19/11/2008 10:16:58 DEPOK (KR) - Masih banyak terjadi diskriminasi birokrasi terhadap pelayanan sosial, sehingga calon mahasiswa yang cacat atau difabel ditolak oleh universitas negeri di Yogyakarta dengan alasan calon guru tidak boleh cacat. Di Jakarta calon mahasiswa yang telah lulus SPMB di pindah ke jurusan lain di luar pilihannya, sebagai contoh praktik non-multikulturalisme. Diskriminasi birokrasi tersebut diungkapkan dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya Choirul Mahfud dalam semiloka `Sistem Pembelajaran Multikulural Evidence Based Learning' yang digelar PHK A3 Jurusan Ilmu Sosiatri Fisipol UGM, Sabtu (15/11) di Ruang Seminar Fisipol UGM. Semiloka diikuti para mahasiswa (S-1 dan S-2), birokrat, dosen, praktisi dan pengamat sosial. Semiloka yang dibuka Dekan Fisipol UGM Dr Pratikno ini juga mengundang pembicara dari berbagai kalangan perguruan tinggi, praktisi perusahaan, rumah sakit dan LSM. Antara lain Dra Supartini MSi (Departemen Sosial), Drs Suparjan MSi (Jurusan Ilmu Sosiatri Fisipol UGM), F Adisamsul (Semen Gresik), Sri Bayu Selaadji (CD Bethesda) dan Bahrudin (LSM Qoriyah Toyibah Salatiga). Masalah multikulturalisme menurut Choirul Mahfud sebetulnya sama atau sejalan dengan [aham lain yang juga sering disebut pluralisme, demokrasi, masyarakat terbuka dan globalisme. Hanya saja Choirul Mahfud memberikan sedikit perbedaan wilayah kajian antara multikulturalisme dan pluralisme. Term pluralisme lebih cenderung dipakai dalam wilayah kajian sosial keagamaan. "Sementara itu term multikuluralisme cenderung dipakai dalam wilayah kajian sosial politik dan kebudayaan. Multikulturalisme lebih luas kajiannya ketimbang pluralisme karena hal ikhwal bagaimana keberagaman masyarakat harus dikelola untuk kebaikan politik dan Negara," ujar Choirul Mahfud yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Agama dan Sosial (LKAS) Surabaya ini. (Asp)-b Menjawab pertanyaan peran apa yang dapat dimainkan oleh Ilmu Sosiatri dosen Ilmu Sosiatri Fisipol UGM Drs Suparjan MSi mengatakan perannya memahami masalah-masalah sosial dari studi peran negara, civil society, corporate and community dalam menyediakan pelayanan sosial. Sosiatri juga ditantang untuk menciptakan model pelayanan sosial berkeadilan dalam konteks welfare pluralisme. "Selain itu juga berperan dalam pengembangan kurikulum berbasis multikultur yang mencakup antara lain kebijakan sosial, pemberdayaan masyarakat dan corporate social responbility,' ujar Suparjan. (Asp)
Sumber: http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=183936&actmenu=36 ------------------------------------ ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
