Jas Hujan

By: agussyafii

Setiap kali melihat jas hujan, saya selalu teringat seorang teman yang 
bercerita tentang jas hujan, teman itu bertutur, Mas Agus, setiap kali turun 
hujan saya selalu meneteskan air mata. Dulu sewaktu saya kecil, saya selalu 
ingin mempunyai jas hujan. Waktu saya kelas Tiga SD hampir semua teman-teman 
telah memiliki jas hujan. mereka terlihat gagah dengan jas hujannya. semuanya 
berwarna cerah nan indah. tetapi ibu tak punya cukup uang untuk membelinya. 
Walaupun kesal dan kecewa, saya harus tetap menahan keinginan untuk memiliki 
jas hujan.

Sampai pada suatu hari kekecewaan itu memuncak, ketika saya pulang sekolah, 
hujan turun deras, saya kecewa dengan ibu sebab jika saya mempunyai jas hujan 
saya tidak perlu basah kuyup kena hujan dan bisa berlarian bersama teman-teman 
yang lain. Disaat teman-teman tertawa menikmati hujan, saya harus berjalan 
pulang dengan tubuh basah kuyup. Ditengah jalan saya bertemu dengan ibu. Ibu 
membawakan payung untuk saya, karena sudah terlanjur marah, tak terima dengan 
payung itu kemudian ngambek.

Ibu mendekap tubuh saya dengan memayungi agar tidak terlalu basah kuyup, hujan 
makin deras dan kami berjalan pulang sekalipun saya ngambek dan menolak untuk 
dipayungi. Sesampai di rumah ibu dengan membawa handuk, ada kehangatan yang 
segera menyergap, saya menjadi tenang. tak ada kata-kata yang keluar dari ibu 
selain menghangatkan saya dengan handuk, tangannya membersihkan setiap air 
hujan yang melekat ditubuh. Disekanya kepala saya agar nanti tidak sakit, masih 
dengan diam ibu menggantikan pakaian, setelah itu ibu membuatkan secangkir teh 
hangat dan menyodorkannya untuk saya, saya bergegas meminumnnya. Kehangatan 
terasa hadir didalam badan saya. Walaupun saya tidak pernah tahu, saya yakin 
ada kehangatan lain yang diberikan ibu pada saat itu.

Mas Agus, begitulah ibu tidak mampu membelikan saya jas hujan seperti yang saya 
harapkan namun payungnya telah membuat saya aman. Ibu tidak mampu membelikan 
saya jas hujan tetapi dekapan ibu membuat saya terhindar dari sakit. Ibu memang 
tidak bisa membelikan jas hujan namun usapan lembut ibu adalah segalanya bagi 
saya. Lingkaran tangannya ditubuh saya adalah dekapan yang paling indah. 
Secangkir teh manis telah menghangatkan tubuh saya. Ya, rintik hujan selalu 
membuat saya menangis karena teringat ibu. Terima kasih ibu.. yang tidak 
membelikan saya jas hujan karena apa yang telah diberika ibu selama ini telah 
membuat hidup saya bahagia.

Wassalam,
agussyafii
--
 Yuk hadir pada kegiatan 'Amalia Nan Fitri' (MANAF), di Rumah Amalia, Jl. 
Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Ahad, tanggal 10 
Oktober 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.




      

Kirim email ke