Kuatkan Diri Anda

By: agussyafii

Anak kecil yang baru bisa berdiri atau berjalan senantiasa membutuhkan orang 
lain untuk berpegangan sebab belum dapat melakukannya sendiri, karena ada rasa 
takut dan khawatir. Perlahan dengan latihan setiap hari dengan bimbingan orang 
tua mulailah timbul kepercayaan diri untuk melakukan. Demikian halnya kita, 
orang yang dewasa, banyak hal di dalam hidup ini kita tidak melakukan segala 
hal seorang diri. Kita membutuhkan orang lain, dan bergantung kepada seseorang 
yang kita anggap kuat. Rasa kepercayaan diri bahwa kita sanggup mengerjakan 
sendiri terkadang tidak terpikirkan. Sebelum mencoba kita sudah merasa lumpuh 
tidak berdaya, lemah dan yakin kita jatuh tersungkur.

Namun ketika kenyataan yang tak terelakkan, orang yang menjadi sandaran telah 
tiada, terenggut dari sisi kita karena kematian atau perpisahan dan kita merasa 
sendiri tanpa ada tempat pegangan dan sandaran. Apakah kita akan terus duduk 
termenung atau berbaring menunggu seseorang yang menuntun kita untuk bangkit 
dan berjalan lagi? Apakah kita akan terus menangis sampai orang mendengarkan 
suara kita dan menghapus air mata kita? Apakah kita tidak mencoba menggerakkan 
kaki dan tangan kita? berdiri dan berjalan, beberapa kali kita jatuh dan bangun 
lagi. Tiba waktu untuk bangkit, cukup kuat berdiri dan berjalan. Kekuatan anda 
bergantung pada sandaran kokoh, kuat dan abadi. Sandarkan diri kepadaNya.

Allah mengangkat segala bentuk yang lemah, tidak berdaya. Anda dibangkitkan 
dengan penuh Kasih SayangNya dengan berbagai jalan kehidupan yang terjal 
berliku. Tertumpah setiap tetes air mata dan hati yang penuh luka. Anda sanggup 
untuk berdiri menghadapi kehidupan, berjalan dan berlari, terbukti bahwa anda 
masih diberikan untuk bisa bernapas menghirup udara segar dan menikmati 
indahnya matahari disiang hari. Kita telah diberikan kesanggupan untuk mengurus 
keluarga, membagikan cinta dan kasih sayang untuk anak-anak kita. Itu bertanda 
Allah telah memberikan kita kesanggupan dan kekuatan kepada kita sebagai 
pengatur yang handal. Nah, mengapa bakat dan kemampuan tidak kita sadari dan 
berkembang disaat tidak ada seorangpun yang menopang hidup kita? Tunjukkan 
bahwa ada ataupun tiada seorangpun yang menopang anda tetap seorang pemimpin 
yang baik, bagi kehidupan anda, untuk anak-anak dan untuk siapapun yang 
membutuhkan pertolongan anda.

Kenalilah perasaan-perasaan diri kita sendiri, rasa takut, khawatir akan hidup 
sendiri, rasa tidak percaya bahwa kita sanggup melakukan segala sesuatunya 
sendiri. Rasa takut dan khawatir ini menghambat kepercayaan diri kita, membuat 
kita tidak akan melangkah maju dalam kehidupan, Kita terpaku pada keadaan 
sekarang, terbenam dalam penderitaan dan kesedihan yang tak kunjung berakhir 
dan kita tidak keluar dari kubangan lumpur yang membenamkan kita jika kita 
tidak keluar. Kuatkan diri anda dengan memohon kekuatan kepada Allah agar 
diberikan kesanggupan memikul beban yang sudah menjadi tugas kita pada saat ini 
untuk menuju kehidupan yang lebih baik, lebih indah dan mulia.

'Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal 
kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang 
beriman.' (QS. Ali Imran : 139).

Wassalam,
agussyafii
---
Teman. Yuk, hadir pada kegiatan 'Amalia Berqurban' (AMAR) di Rumah Amalia, Jl. 
Subagyo IV Blok ii, No. 23 Komplek Peruri, Ciledug. pada hari Rabu, tanggal 17 
November 2010. Jam 9 s.d 11 Pagi. Kirimkan dukungan dan partisipasi anda di 
http://agussyafii.blogspot.com/, http://www.twitter.com/agussyafii atau sms di 
087 8777 12 431.




      

Kirim email ke