Kuatkanlah Iman!

By: M. Agus Syafii

Siapapun orangnya bila mendadak tertimpa kedukaan akan selalu membuatnya 
menangis, tidak dapat menerima keadaan yang terjadi. Berbeda bila kita sudah 
memperhitungkan jika kematian diawali dengan sakit yang sudah cukup lama, maka 
rasa sakit mengiringi kepergian itu tidaklah begitu perih.  Jika kematian, 
kehilangan atau perpisahan itu terjadi tiba-tiba sama sekali tidak kita duga 
maka hal itu cukup menimbulkan luka dihati yang teramat dalam.

Tergantung pada tingkat keimanan seseorang, bagi orang yang imannya tidak kokoh 
kehilangan orang yang dicintai membuat jiwa menjadi tidak terkontrol. Perasaan 
sedih pada awalnya dan tingkah laku sering membuat seseorang menjadi lupa diri. 
Dihadapan siapapun yang ia jumpai, ia akan menangis.  Ada yang jatuh pingsan 
atau marah tidak terkendali. 

Jika kesedihan sudah berlalu seiring waktu, maka mulai sadarkan diri. Menyambut 
teman yang datang, mulai menguasai diri, sedikit senyuman dan tidak terlalu 
larut dalam kedukaan. Demikian pula pada orang yang kehilangan orang yang 
dicintai karena berpisah akan selalu dihinggapi rasa marah, benci, dendam, 
kesal. Namun berjalan secara perlahan, sikap seseorang dalam menghadapi 
kedukaan akan berubah menjadi tenang. Jadi, kuatkanlah iman! Banyak kebaikan 
yang Allah berikan dalam hidup kita sekalipun hal itu telah membuat hati kita 
terasa perih, terluka dan kita tidak suka.

'Barangkali kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya 
kebaikan yang banyak' (QS. al-Baqarah : 216).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Terima kasih atas dukungan dan partisipasi teman2 semua untuk kegiatan 'Amalia 
Berqurban'  di Rumah Amalia, Ciledug. Teriring doa semoga Allah melimpahkan 
keberkahan, rizki dan kesehatan selalu untuk teman2 semua. Amin ya robbal alamin




      

Kirim email ke