Doa Yang Menenteramkan Hati

By: M. Agus Syafii

Pernah pada suatu hari di Rumah Amalia ada seorang perempuan cantik diantar 
suami, Ia mengeluh, 'Mas Agus, saya sudah tidak sanggup lagi untuk hidup. Saya 
lebih baik mati saja. Saya tidak sanggup lagi menjalani kehidupan.' Ibu 
ditengah keresahan dan suaminya nampak tidak berdaya dengan keadaan istri 
seperti itu. Beberapa hari yang lalu istrinya sempat dirawat di rumah sakit 
karena menegak racun serangga. Alhamdulillah, istrinya masih bisa diselamatkan. 
Walaupun begitu sang istri masih juga pengen mati. Gairah hidupnya telah 
menghilang. Sekujur tubuh istrinya terasa sakit semua. Ia merasa hidupnya penuh 
penderitaan.

Ketika sebelum menikah ayahnya sangat keras. Menuntut agar bisa menyelesaikan 
kuliah dan tidak boleh bergaul dengan teman laki-laki yang dianggapnya sebagai 
'racun' Setiap kali menghadapi masalah selalu saja dipendamnya. Tidak berani 
bercerita terhadap siapapun. pemberontakan dilakukan dengan memaksa pacarnya 
untuk segera menikah. begitu menikah bukan malah menyelesaikan masalah namun 
masalahnya makin bertumpuk. karena ternyata harus tinggal bersama mertuanya, 
semua yang dilakukan serba salah justru dalam kondisi hamil. Kuliahnya 
terputus. Kehamilannya semakin disesali. Sementara suaminya harus bekerja 
pulang malam. Bahkan sampai melahirkan harus berjuang sendirian. mengasuh anak 
dan membesarkan terasa menyiksa. 

Tiba-tiba timbuk ingin bekerja, mendapatkan uang sendiri, ingin melanjutkan 
kuliah, ingin mandiri dengan mengontrak rumah bersama suami dan anaknya 
sehingga tidak lagi berkumpul dengan mertuanya. Dengan berbagai keinginan dan 
tidak ada tempat untuk mengadu dan mengeluh ikut merasakan apa yang 
dideritanya. Dorongan untuk mengakhiri hidup begitu sangat kuat. Sampai tanpa 
menyadarinya ia sudah mengambil racun serangga dan meminumnya dengan harapan 
bisa mengakhiri penderitaan. Saat itu yang terpikir itulah cara untuk terbebas 
dari penderitaan. 

Saya kemudian mengajak pasangan suami istri untuk mengambil air wudhu dan 
Mengokohkan hati agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah adalah 
satu-satunya solusi dari masalah yang mereka hadapi. Disaat saya menanyakan 
apakah di rumah sering membaca alquran? Suami istri itu saling menatap dan 
mengatakan dari sejak pernikahan mereka tidak pernah mengaji. Ibadah sholatpun 
jarang dilaksanakan. Tenggelam dalam mengejar materi telah membuat lupa 
terhadap Allah membuat rumah tangga terasa kering.  Beberapa istighfar, air 
matanya mengalir. Dalam berdoa bersama memohon ampun kepada Allah dan agar 
diberikan kekuatan dalam menjalani hidup. Doa itu telah menenteramkan hati 
pasangan itu.  Isyak tangis terdengar. Hati yang kering seolah tersirami dengan 
kesejukan embun dipagi hari.

Dibeberapa kali kesempatan pasangan suami istri datang ke Rumah Amalia bersama 
sang buah hati. Perkembangannya sangat menggembirakan. Istrinya telah memakai 
hijab dan suaminya telah berpindah pekerjaan yang memudahkan untuk berkumpul 
bersama keluarga. Beliau bertutur, 'Alhamdulillah, Mas Agus..kami sekeluarga 
sekarang lebih banyak berdoa agar menenteramkan hati kami. Menjalankan ibadah 
sholat lima waktu dengan baik dan kami senantiasa menghiasai rumah dengan 
membaca al-quran.' Subhanallah..

'Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan 
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi 
tenteram.' (QS. ar-Raad : 28).

Wassalam,
M. Agus Syafii
-
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Tersenyum' Ahad, 26 Desember 2010, di Rumah 
Amalia. Bila  berkenan berpartisipasi dg menyumbangkan buku2, Majalah, Komik, 
Novel, Cerpen,Kaset VCD, CD, DVD ( ISLAMI ),IPTEK, buku Pelajaran, peralatan 
sekolah, baju layak pakai. silahkan kirimkan ke Rumah Amalia,Jl. Subagyo Blok 
ii 1, no.24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151 untuk program kegiatan 
'Amalia Tersenyum' .Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info 
selanjutnya [email protected] atau SMS 087 8777 12 
431,http://agussyafii.blogspot.com/




      

Kirim email ke