Cara Mudah Mengatasi Kecemasan

By: M. Agus Syafii

Pernah ada seorang perempuan muda yang ke Rumah Amlia mengeluh tentang 
kecemasan yang dirasakannya. Dari raut mukanya terlihat tegang dan cemas. 
Duduknya tak bisa diam, gugup dan bicaranya tidak bisa lancar. yang terus 
menghantuinya jika berhadapan dengan pimpinan dimana tempatnya bekerja. Belum 
lama dia mendapatkan promosi jabatan, suatu hari dia kena marah luar biasa dari 
atasannya. Sejak itu kecemasan muncul setiap saat setiap kali hendak bertemu 
dengan atasannya. Sebelum bertemu sudah mengeluarkan keringat dingin. dirinya 
gemetar dan ketakutan. Beberapa waktu lalu dia kehilangan buku laporan yang 
harus diserahkan kepada atasannya.  Sebelum bertemu dia merasakan jantungnya 
berdebar-debar, tubuhnya lemas dan terjatuh pingsan sampai harus dibawa ke Unit 
Gawat Darurat namun dokternya menyatakan dirinya sehat walafiat.

Beberapa hari kemudian, pada malam hari tidak bisa tidur. Pikirannya tidak bisa 
tidur. Kalut dan merasa tidak punya harapan karena sakitnya terus menerus 
muncul. Dokter memberikannya obat agar bisa tidur lelap. tanpa obat tidur dia 
tidak bisa tidur. Seringkali terbangun sekujur tubuhnya terasa panas. Setiap 
bangun tidur badannya terasa lelah tapi ingin tidur kembali tidak bisa. Dalam 
kondisi seperti dirinya pengen berhenti kerja namun takut tidak mendapatkan 
pekerjaan baru. Suaminya juga bekerja. Hubungan rumah tangga mengalami pasang 
surut dengan berbagai permasalahan. Kondisi kecemasan yang dialaminya 
berpengaruh kepada hubungan rumah tangga. Terkadang pertengkaran tidak bisa 
terhindarkan karena tidak adanya sebuah alasan. 

'Mas Agus, bagaimana cara saya untuk menghadapi cemasan?' tanyanya. Cara mudah 
untuk mengatasi kecemasan, depresi dan kepanikan, saya menganjurkan berdzikir 
dan berdoa secara sungguh-sungguh dengan mengucapkan 'Hasbunallah wanikmal 
wakil' Cukuplah Allah (sebagai penolong) kami dan Dia sebaik-baik pelindung 
(QS. ali Imran : 173). Menyadarkan dirinya agar bertawakal kepada Allah 
Subhanahu Wa Ta'ala memberikan kekuatan yang besar. Pemulihannya begitu cepat 
disertai dengan kesungguhan berharap hanya kepada Allah. 

Seminggu kemudian perempuan muda itu kembali ke Rumah Amalia diantar oleh sang 
suami, wajahnya terlihat segar dan senyumnya yang cerah, mengatakan kepada saya 
bahwa dirinya sudah tidak lagi meminum obat penenang, tidur sudah nyenyak dan 
kecemasan yang dirasakan sudah menghilang, hubungan dengan atasannya di kantor 
tidak lagi membuatnya ketakutan. Rumah tangganya lebih harmonis. Dalam 
penuturannya, 'Alhamdulillah Mas Agus, sejak saya berdzikir dan berdoa itu obat 
yang paling ampuh menyembuhkan penyakit saya.'  Kebahagiaan itu hadir 
menyelimuti dirinya, bersama suami penuh kebahagiaan. Subhanallah.

'Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung. 
Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka 
ditimpa suatu bencana dan mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karuna 
yang besar.' (QS. Ali Imran : 173 -174).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Terima kasih partisipasi & dukungan anda atas terlaksananya kegiatan  'Amalia 
Tersenyum' Ahad, 26 Desember 2010, di Rumah Amalia. Jl. Subagyo Blok ii 1, no. 
24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151, info:  [email protected] atau 
SMS 087 877 12 431, http://agussyafii.blogspot.com




      

Kirim email ke