Kehilangan Adalah Sumber Penderitaan

By: M. Agus Syafii

Setiap orang selalu berharap kebahagiaan di dalam kehidupan keluarganya 
langgeng, abadi, sehingga terkadang lupa hidup berkeluarga pada suatu hari 
nanti akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangan hidupnya karena 
kematian ataupun perpisahan yang kita mengenal dengan istilah 'perceraian.'  
Kehilangan teman hidup karena kematian ataupun perpisahan  merupakan pengalaman 
yang menimbulkan luka perih dihati yang cukup dalam sekaligus menghancurkan 
kondisi kejiwaan. Kehilangan dalam suatu perkawinan menimbulkan rasa sakit & 
kesedihan pada saat menyertai kepergian sosok orang kita cintai. Berbagai 
perubahan secara fisik, kejiwaan, ekonomi, harga diri, kesehatan, kerabat & 
keluarga bahkan status di FB merupakan beban tersendiri bagi mereka yang 
mengalaminya. Beban itu menjadi terasa lebih berat karena adanya perasaan 
bersalah, kegagalan, hilangnnya harapan di masa depan.

Proses pemulihan diri tidaklah mudah, seringkali adanya hambatan dalam berbagai 
segi yang lain terlebih jika seseorang harus berjalan seorang diri. Rasa sakit 
yang diderita karena perpisahan adalah sama dengan kehilangan pasangan hidup 
karena kematian. Terutama kematian itu datang begitu sangat mendadak dan 
tiba-tiba tanpa diduga sebelumnya. Rasa sakit itu melanda setiap orang yang 
pernah, sedang atau akan mengalami kehilangan orang yang dicintainya. Meski 
cara kehilangan berbeda-beda, derita yang ditimbulkannya, keterasingan & 
kesepian tetap saja dirasakannya karena dalam masyarakat masih menganggap hidup 
berpasangan sebagai kehidupan keluarga ideal menyebabkan proses pemulihan & 
penyesuaian diri sama sulitnya bagi mereka yang kehilangan pasangan hidupnya 
karena kematian atau perpisahan.

Proses kesedihan dan kedukaan kehilangan orang yang dicintainya maupun yang 
menyakiti hatinya terkadang bisa dengan mudah untuk disembuhkan tetapi juga ada 
yang membutuhkan waktu yang cukup lama, yang menentukan adalah seberapa besar 
keridhaan seseorang menerima ketetapan Allah. Keridhaan adalah mengosongkan 
hati dari segala hal dan yang ada hanyalah Allah tetapi jika kita tidak 
menerima  yang menjadi ketetapan Allah atas dirinya maka hatinya dipenuhi oleh 
kesedihan, kedukaan, kebencian dan kemarahan yang membuat hidupnya semakin 
terpuruk sehingga langkah awal untuk penyembuhan akibat pengalaman pahit dalam 
hidup anda adalah menyadari dan lebih mengenal diri sendiri agar bisa menerima 
apapun yang telah ditetapkan oleh Allah dan juga menggunakan pengalaman 
tersebut untuk membantu, mencegah serta menghindarkan orang lain dari 
keterpurukan. Hal itu membuat hidup anda bahagia & bermakna bagi sesama.

'Seorang hamba yg ditimpa bencana lalu mengucapkan 'Inna lillahi wa ina ilaihi 
raji'uun (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepadaNya kita akan kembali). Ya 
Allah, berikanlah aku pahala (kebaikan) dalam bencana yang sedang menimpaku ini 
dan gantilah untukku satu kebaikan daripadanya, 'Yang dengan bacaan itu Allah 
akan memberikan pahala terhadap bencana yang sedang menimpa dirinya dan Allah 
akan menggantinya dengan satu kebaikan untuknya.' (HR. Muslim).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 
2011,  Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, peralatan 
sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: agussya...@yahoo.com atau SMS 087 8777 12 431, 
http://agussyafii.blogspot.com/

Kirim email ke