Dengki Itu Berbahaya

By: M. Agus Syafii

Dengki itu sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri pemiliknya tetapi juga bagi 
masyarakat luas. Dengki itu kata hadis nabi ibarat setitik api yang dapat 
membakar kayu bakar seberapapun banyaknya. Ia juga bagaikan pisau cukur yang 
bisa mencukur bersih amal seseorang. Dengki adalah penyakit kejiwaan yang 
merusak kesehatan tubuh sekaligus merusak tatanan sosial ditengah masyarakat, 
dalam bahasa Arab disebut hasad. Dengki adalah perasaan tidak senang atas 
keberuntungan orang lain disertai usaha menghilangkan dan memindahkan 
keberuntungan itu  kepada diri sendiri (an tatamanna zawala ni`mat al mahsud 
ilaika). Adapun menginginkan hal yang serupa dengan yang diperoleh orang lain 
tidak termasuk dengki, karena al Quran bahkan menyuruh kita berlomba meraih 
kebajikan (fastabiq al khoirat).

Mengapa orang mendengki berbahaya ? Dasar dari sifat dengki adalah adanya 
keinginan orang untuk menjadi orang nomor satu, menjadi orang yang terhebat, 
terkaya, terhormat dan ter-ter yang lain, yang berkonotasi rendah. Dalam bahasa 
agama, dunia dengan segala urusannya adalah sesuatu yang rendah. Dalam bahasa 
Arab, dun ya artinya dekat atau rendah atau hina. Jadi orang hanya mendengki 
manakala yang diperebutkan itu sesuatu yang rendah, hina dan berdimensi jangka 
pendek, ibarat orang yang memasuki lorong sempit yang hanya muat satu orang. 
Ruang sempit itulah yang menyebabkan para peminat harus berdesakan dan saling 
menyikut. Selanjutnya jika ada satu orang yang telah berhasil memasuki lorong 
dan berhasil menduduki kursi duniawi yang diperebutkan, kursi jabatan misalnya, 
maka orang yang belum berhasil memandang orang yang telah berhasil sebagai 
hambatan yang harus disingkirkan, sementara orang yang telah berhasil menduduki 
kursi itu memandang orang lain yang
 berminat sebagai ancaman yang juga harus dihambat. Bila orang sudah dirasuki 
kedengkian maka apapun bisa dilakukan sekalipun itu perbuatan yang tercela.

Adapun jika memperebutkan sesuatu yang besar, mulia dan berdimensi panjang 
hingga akhirat, maka diantara para peminat justeru terdapat hubungan. Orang 
yang merindukan derajat takwa misalnya, ia akan senang jika ada orang lain yang 
melakukan hal yang sama. Demikian juga orang yang ikhlas bershodaqoh, maka ia 
sangat senang jika ada orang lain yang juga gemar bershodaqoh. Jika diantara 
orang yang ingin menjadi orang dekat pada pimpinan terdapat saling iri, saling 
menjegal, hal itu adalah karena sempitnya ruang untuk menjadi orang dekat 
pimpinan, Tetapi jika ingin menjadi orang yang dekat dengan Allah, maka 
seberapapun banyaknya orang yang menginginkan, disana tersedia ruangannya 
karena Allah Maha Luas Rahmat Nya.

Dengki itu sangat berbahaya, bukan hanya bagi diri pemiliknya tetapi juga bagi 
masyarakat luas. Dengki itu kata hadis nabi ibarat setitik api yang dapat 
membakar kayu bakar seberapapun banyaknya. Ia juga bagaikan pisau cukur yang 
bisa mencukur bersih amal seseorang. Dengki adalah penyakit kejiwaan yang 
merusak kesehatan tubuh sekaligus merusak tatanan sosial ditengah masyarakat. 
Nabi menyebutkan, hanya dua hal orang boleh iri, yakni jika ada orang yang 
dikaruniai ilmu banyak, ia dapat mengajarkan kepada orang lain dan juga yang 
bersangkutan mengamalkannya. Kedua, jika ada orang yang dianugerahi banyak 
harta, tetapi ia membelanjakannya di jalan yang benar hingga habis untuk 
kepentingan menolong sesama.


Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Salam Amalia (SALMA)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 26 Juni 
2011,  Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku Pelajaran, peralatan 
sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. Subagyo IV blok ii, 
no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 431

Kirim email ke