Pendampingku Idamanku

By: M. Agus Syafii

Sungguh indahnya hidup ini bila kita menikah dengan orang yang kita cintai dan 
orang itu adalah idaman atau pujaan hati kita. Dunia seolah hanya milik berdua, 
begitu terasa indah bagai hidup disurga, taman penuh bunga semerbak harum 
mewangi. Bayangan pendamping idaman sering waktu hadir begitu nyata dalam 
keseharian, masa manis dan indah terlewati. Begitu kehidupan rumah tangga 
dijalani, berbagai kesulitan dilewati, sang pendamping terlihat sosok 
sejatinya. Partner hidup yang tidak simpatik bahkan menyebalkan. Perilaku buruk 
mulai terlihat, sangat berbeda dengan yang kita kenal sebelum menikah dulu. 
Sifat yang santun, ramah dan penuh kasih sayang  yang dulu ada pada dirinya, 
kini seolah sirna, diganti dengan perilaku yang kasar dan keras menghambur 
dalam kehidupan sehari-hari sehingga pendamping hidup kita yang disebut sebagai 
qurrata a'yun atau penyejuk hati benar-benar hanyalah impian, sulit untuk 
diwujudkan. 

Padahal Rasulullah mengingatkan kita bahwa salah satu ciri di dalam keluarga 
Sakinah Mawaddah Warahmah adalah adanya kelembutan dan kasih sayang pada 
keluarga itu. 'Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu keluarga maka 
Allah akan memasukkan rasa kelembutan dan kasih sayang  dalam diri mereka.' 
(HR. Imam Ahmad). Tercerabutnya kelembutan dan kasih sayang dari dalam seorang 
suami atau istri menyebabkan diri mereka bagai ongkokan kebusukan yang 
memperkeruh suasana di dalam Rumah tangga. Hilang keimanan dan ketaqwaan kepada 
Allah dari dalam diri pasangan suami istri menyebabkan carut marutnya sebuah 
rumah tangga. Akibatnya timbullah prasangka-prasangka buruk penuh kebencian, 
ketenteraman telah hilang membuat keluarga terancam kolaps. 

Pendampingku idamanku bukan sosok diluar sana namun meletakkan diri kita 
sebagai sosok idaman bagi orang yang kita cintai. Kitalah yang menjadikan 
pendamping idaman bagi keluarga kita,  Pendamping idaman adalah sebuah upaya 
untuk menjaga keluarga kita dari kehancuran. Apapun yang terjadi, kitalah yang 
harus berupaya menjaga keluarga agar tetap utuh, indah dan bahagia. Ada tujuh 
faktor yang orang sering mengabaikan yang bisa menyebabkan kehancuran sebuah 
keluarga. Diantaranya adalah. 

Pertama, Akidah yang keliru atau sesat, misalnya mempercayai kekuatan dukun, 
magis. Bimbingan dukun bukan saja membuat langkah hidup tidak rasional, tetapi 
juga bisa menyesatkan pada bencana yang fatal. 

Kedua, Makanan yang tidak halalan thayyiban. Menurut hadis Nabi, sepotong 
daging dalam tubuh manusia yang berasal dari makanan haram, cenderung mendorong 
pada perbuatan yang haram juga (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an 
nar). Semakna dengan makanan, juga rumah, mobil, pakaian dan lain-lainnya. 

Ketiga, Kemewahan. Menurut al Qur’an, kehancuran suatu bangsa dimulai dengan 
kecenderungan hidup mewah, mutrafin (Q/17:16), sebaliknya kesederhanaan akan 
menjadi benteng kebenaran. Keluarga yang memiliki pola hidup mewah mudah 
terjerumus pada keserakahan dan perilaku manyimpang yang ujungnya menghancurkan 
keindahan hidup berkeluarga. 

Keempat, Pergaulan yang tidak terjaga kesopanannya (dapat mendatangkan WIL dan 
PIL). Oleh karena itu suami atau isteri harus menjauhi berduaan dengan yang 
bukan muhrim, sebab meskipun pada mulanya tidak ada maksud apa-apa atau bahkan 
bermaksud baik, tetapi suasana psikologis berduaan akan dapat menggiring pada 
perselingkuhan. 

Kelima, Kebodohan. Kebodohan ada yang bersifat  matematis, logis dan ada juga 
kebodohan sosial. Pertimbangan hidup tidak selamanya matematis dan logis, 
tetapi juga ada pertimbangan logika sosial dan matematika sosial. 

Keenam, Akhlak yang rendah. Akhlak adalah keadaan batin yang menjadi penggerak 
tingkah laku. Orang yang kualitas batinnya rendah mudah terjerumus pada 
perilaku rendah yang sangat merugikan. 

Ketujuh, Jauh dari agama. Agama dalah tuntunan hidup. Orang yang mematuhi agama 
meski tidak pandai, dijamin perjalanan hidupnya tidak menyimpang terlalu jauh 
dari rel kebenaran. Orang yang jauh dari agama mudah tertipu oleh sesuatu yang 
seakan-akan menjanjikan padahal palsu.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, raih keberkahan ramadhan hadir pada kegiatan 'Berkah Ramadhan Bersama 
Amalia' (BELIA) jam 4 s.d 6 sore, Ahad, 14 Agustus 2011. Di Rumah Amalia. Jl. 
Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & 
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 
087 8777 12 431

Kirim email ke