Musyawarah Buku
Diskusi Dua Novel: Candik Ala 1965 dan Blues Merbabu
Pembicara: Amarzan Lubis dan Linda Christanty
Serambi Salihara | Kamis, 4 Agustus 2011, 19:00 WIB

"Candik Ala 1965" (KataKita, 2011) adalah sebuah novel karya Tinuk Yampolsky 
yang berkisah tentang peristiwa 1965 dengan tokoh utama Ni. Novel ini tidak 
semata-mata berbicara tentang pusaran politik di tahun 1965 dan sesudahnya, 
tapi juga bercerita tentang resiko-resiko yang harus diterima seseorang akibat 
peristiwa politik di tahun 1965.

"Blues Merbabu" (KPG, 2011) adalah novel karya Gitanyali. Novel ini bercerita 
perjalanan hidup seorang anak PKI bernama Gitanyali. Kisah dimulai dari lebaran 
di akhir 1965 yang mengubah hidupnya. Saat itu, ia masih SD di kota kecil di 
kaki Gunung Merbabu ketika menyaksikan sang ayah diambil aparat, dan tak pernah 
ketahuan lagi rimbanya. Sang ibu menyusul ditahan tanpa tahu kapan akan 
dibebaskan karena dianggap terlibat Peristiwa G30S. Kehidupannya berubah, 
keluarganya tercerai berai. Diasuh oleh sang paman di Jakarta, dunia Gitanyali 
terbuka lebar. Ia menempa diri untuk tidak kalah pada sang nasib. Ia menikmati 
kehidupan sebagai anak kebanyakan yang penuh godaan, termasuk dalam kehidupan 
seksual, tanpa terbawa arus. Ia memilih bertahan tanpa harus “melawan”.

Ikuti diskusi dua novel ini bersama Amarzan Lubis (wartawan) dan Linda 
Christanty (sastrawan).

Sebelum diskusi buku akan disediakan buka puasa ala kadarnya pukul 18.00.

http://salihara.org/event/2011/07/25/diskusi-dua-novel-candik-ala-1965-dan-blues-merbabu

Kirim email ke