Rindu Ayah

By: M. Agus Syafii

Di Rumah Amalia seringkali kami mengajarkan menulis sekalipun hanya satu atau 
dua baris tidaklah masalah yang paling penting anak-anak terbiasa melatih 
menuangkan pikiran dalam sebuah tulisan. Tulisan juga bisa sebagai terapi. Bagi 
anak-anak, tulisan adalah bentuk muhasabah atau refleksi dari perjalanan hidup.

Di pagi hari tanpa sengaja saya menemukan selembar kertas yang berisi tulisan, 
berkali-kali saya membacanya, tak terasa air mata saya berlinang disaat membaca 
tulisan ini, sebagai seorang ayah tulisan ini menusuk hati, mampu menggores 
luka yang teramat dalam karena saya  memahami kerinduan seorang anak kepada 
ayah yang dicintainya. Tulisan ini tanpa  nama yang berjudul 'Kenangan Seorang 
Ayah.' 

'Ayah selalu bilang sayang padaku tetapi ayah tidak menjaga kesehatan, membuat 
ayah menjadi sakit, kenapa yah? Aku juga mencintaimu, Aku tidak ingin ayah 
pergi. Jika aku menangis, siapa yang akan mengusap air mataku? Jika aku kangen, 
siapa yang memelukku?

Ayah tidak pernah menjawab setiap kali aku bertanya, ayah hanya tersenyum.  
Hatiku perih, ayah. Semua kenangan itu, senyuman itu selalu membuat berlinang 
air mataku,  tidak ada seorangpun yang dapat menghentikannya , karena aku rindu 
padamu..Ayah...

aku rindu sekali padamu..Ayah

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, raih kebahagiaan di hari kemenangan dg hadir pada kegiatan "Hari Nan Fitri 
Bersama" (HANIF), Ahad, 23 Oktober 2011 Jam 9.sd 12 siang di Rumah Amalia. Bila 
berkenan berpartisipasi Paket sembako, baju baru untuk anak2, konsumsi, 
peralatan sekolah. Kirimkan ke Rumah Amalia Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 
Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat 
berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 431

Kirim email ke