Kebahagiaan Dihempas Badai Kehidupan

By: Muhamad Agus Syafii

Pernah ada seorang bapak datang ke Rumah Amalia. Beliau bertutur, hidup bagai 
sebuah perjalanan, begitu katanya. Ada saatnya naik dan ada saatnya turun. 
Diusianya hampir setengah abad, dirinya menikmati kesuksesan sekaligus 
menderita penyakit yang cukup berbahaya. penyakit lever yang dideritanya adalah 
penyakit pengantar maut. Namun pada saat yang mencekam itu suara adzan 
terdengar menusuk hatinya, membuka hatinya, sebuah kesadaran untuk menuju jalan 
yang selama ini diabaikannya. Duduk terbaring dirumah sakit tidaklah 
menyenangkan. Hari-harinya terasa panjang dan menjenuhkan. Tiba-tiba dirinya 
didatangi seorang suster menanyakan apakah ia sudah sholat.  Dirinya tak pernah 
mengira mendapatkan pertanyaan itu. Ia terpukul, Ia sadar bahwa dirinya 
bukanlah seorang mukmin yang baik namun dihati kecil hanya ada keinginan 
menjadi orang taat kepada Allah.

Disaat suster itu meninggalkannya, pertanyaaan itu membuatnya merenung lebih 
dalam. Tak tahu kenapa begitu setiap kali mendengar suara adzan hatinya 
bergetar. Dalam hati ia berjanji, bila sembuh akan rajin sholat lima waktu. 
Setelah keadaannya sembuh, Dirinya mulai belajar sholat dengan baik. Istri dan 
anak-anak mendukung bahkan terkadang sholat berjamaah. anak-anak suka tertawa 
jika dirinya menjadi imam sebab tidak biasa jadi imam sholat. Katanya bapaknya 
lucu kalo jadi imam.  Ditengah kebahagiaan keluarga, dirinya sedang giat 
belajar sholat. keluarganya diuji, dikagetkan oleh berita bahwa putra 
pertamanya meninggal karena kecelakaan. Ditengah dirundung duka, 'Usaha saya 
bangkrut dan saya memulai lagi semuanya dari nol, ' tuturnya.

Ia goyah, ia terguncang, berpikir begitu lama. Banyak pertanyaan yang muncul 
dikepalanya, kenapa disaat ingin menjadi orang yang taat, Allah Subhanahu Wa 
Ta'ala malah memberikan ujian seberat ini? Ia menjadi teringat sewaktu keluar 
rumah sakit, ia memohon agar diberikan kekuatan maka Allah memberikannya 
kesulitan dan kesulitan itu yang membuatnya menjadi kuat untuk bisa menjalankan 
perintahNya. Dulu ia gemar minum-minuman keras bahkan ia tergolong pecandu 
berat namun sejak bertaubat dirumah sakit, ia tidak pernah lagi minum-minuman 
keras hingga sekarang tidak pernah tergoda. iman dihatinya telah memberikan 
ketentraman bahkan dikeluarganya lebih bahagia ketika kumpul bersama. Walaupun 
kebahagiaannya dihempas badai semakin mengokohkan keimanannya kepada Allah. 
'Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah segala karuniaMu,' tuturnya malam itu di 
Rumah Amalia. 

----
Sahabatku, aminkan doa ini memohon Ampunan dan Rahmat Allah, “Allaahumma anta 
rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii, wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika 
wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzubika min syarri maa shana’tu,abuu-u laka bini 
matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii,faghfir lii fainnahuu laa yaghfirudz 
dzunuuba illaa anta. Ya Allah,Engkau Tuhan-ku, tidak ada Tuhan selain Engkau 
yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu yang terikat dengan sumpah dan janjiku 
kepadaMu untuk menjalankannya sesuai dengan kesanggupanku. Aku berlindung 
kepadaMu dari keburukan (kejahatan) perbuatanku. Aku mengakui nikmatMu atas 
diriku dan mengakui dosaku, maka ampunilah dosaku karena sesungguhnya hanya 
Engkaulah yang mengampuni segala dosa.” (HR.Abu dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

Wassalam,
Muhamad Agus Syafii
--
Sahabatku yang "single" ingin segera menikah. Jangan berputus asa, memohonlah 
pd Allah maka Allah akan kirimkan jodoh yg terbaik dari sisiNya untuk anda. 
yuk..hadir di kegiatan "Secercah Harapan Untuk Amalia (CERIA)", Ahad, 15 April 
2012. Jam 8 s.d 12 pagi di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi dlm 
bentuk buku bacaan, DVD IPTEK, baju baru, peralatan sekolah, paket sembako, 
konsumsi silahkan kirimkan ke Rumah Amalia, Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 
Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda sangat 
berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 431, 
http://agussyafii.blogspot.com/

Kirim email ke