kalo pendapat saya:
kebanyakan yg terbang di atas bumi ini
biasanya mengandalkan tekanan udara
tekanan udara ke atas pada objek itu didapat
macem2 cara,
-kalo balon/zepplin dengan menghimpun
gas yg lebih ringan dari udara.
 
-kalo helicopter degan menekan udara
kebawah dengan baling2
 
-kalo pesawat/jet degan memindahkan
posisi udara menjadi lebih rendah dengan
memanfaatkan sayapnya yg mempunyai
bentuk melengkung DAN kecepatan ralatif
terhadap udara disekitarnya
 
-kalo apollo/roket pendorong peawat ruang angkasa
menggunakan tekanan semburan gas yang mengembang
ato kebakar ke arah bawah
 
Tetapi ada juga benda yg bisa terbang tidak mengandalkan
udara melainkan gaya sentrifugal terhadap putaran bumi
yaitu satelit, terutama satelit2 yg model ketinggian rendah
kalo gak salah 6 ato 8 jam sekali mengelilingi bumi. Mungkin
ada yg lebih tau silahkan untuk menambahi
 
 
D Bey
 
----- Original Message -----
From: Doddy
Sent: Monday, December 20, 2004 11:26 PM
Subject: Re: [FISIKA] Salah tafsir hukum Bernoulli: Kenapa pesawat bisa terbang?

Thanks atas tanggapannya Pak Hardy,
 
No hard feeling please Sir,
 
 Sorry I dont want to offence anyone...(sy TDK blg Engineer Salah
hanya bilang kalau konsep di buku fisdas perlu diperbaiki)
 
my motivation was to search an explanation bagaimanapun
nobody is perfect (including me of course) thats why we have the
milis here...to discuss it and find the explanations...any other'
comments?
 
Salam,
 
Doddy
CC: Even Einstein Can Do Wrong...
Hardy Gaza Sahruwardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
----- Original Message -----
From: Doddy
Sent: Monday, December 20, 2004 1:08 AM
Subject: [FISIKA] Salah tafsir hukum Bernoulli: Kenapa pesawat bisa terbang?

Dear anggota milis Yth,

 

Pada waktu rombongan mahasiswa fisika IPB angkatan saya (2001) berkunjung ke PT Garuda Indonesia salah seorang pemandu (Engineer dari Garuda Maintenance) bertanya apakah yang menyebabkan pesawat bisa terbang (ngetes) lalu salah seorang teman saya menjawab karena  menurut hukum Bernoulli udara diatas dan dibawah sayap bergerak dengan kecepatan berbeda dan menghasilkan perbedaan tekanan blablabla…

simple explanation but still not enough.memang sedikit menjerumuskan, ttp penjelasan itu memang tidak sesederhana yg dipikirkan...apakah engineer di garuda salah?gak juga...dan apakah komentar yang dibuku juga salah?jwbnnya tetap gak juga.

saya pernah diksusi hal yang sama dengan rekan saya propulsion engineer, semua punya argumen masing2.

kita jadi punya wawasan yang jadi semakin luas mengapa pesawat bisa terbang.jadi banyak diskusi sama rekan2 yang dosen di PN ITB.

 

Pemandu tersebut mengatakan benar seperti itu meskipun kecepatan pesawat yang tinggi juga merupakan faktor penting (ia bener bahwa kecepatan yang tinggi itu penting).

 

Saya diam saja waktu itu karena meskipun saya pernah membaca bahwa interprestasi tersebut tidak sepenuhnya benar (baca buku Einstein aja ga tahu hehe)  saya belum dapat memberikan jawaban yang memuaskan (kemungkinan besar bakal ditanya).

lain kali jangan diam saja...silahkan paparkan info yang kamu dapat,dan minta pendapat engineer tersebut...ingat,disini bukan mencari siapa yg kalah ataupun menang,ttp mencari kebenaran.

hal inilah yg sy lakukan dgn rekan2 kerja

Ada penjelasan bagus mengenai salah penafsiran tentang hukum Bernoulli. Di textbook fisika dasar dikatakan bahwa pesawat terbang dapat terangkat karena adanya perbedaan kecepatan antara udara diatas dan dibawah sayap yang menyebabkan perbedaan tekanan udara diantaranya yang menghasilkan gaya drift ke atas.

lift mungkin maksudnya?

 

Konsep tersebut ternyata salah

upps...bukan salah,tetapi kurang tepat..!teori di text book, menggunakan asumsi bahwa aliran udara diatas dan di bawah harus bertemu pada saat yang bersamaan...berdasar asumsi tersebut,jelas...tidak salah...!

TAPI...apa iya,aliran udara di atasa dan di bawah harus bertemu pada saat yang sama?tidak harus bukan...dan inilah yang memebutuhkan buat kita sebuah wacana yang lebih luas lagi,efek bernoulli memang bukan segala-galanya dalam membuat pesawat bisa terbang, tetapi ia tidak bisa diabaikan. 

 

 (padahal diajarkan sejak SMU bahkan SLTP-bahaya dong ya) karena perbedaan tekanan udara menyebabkan percepatan (perbedaan kecepatan) bukan sebaliknya. Dalam situs yang saya baca dikatakan bahwa percepatan disebabkan oleh adanya aliran tangensial (aliran fluida yang melengkung ). Aliran tangensial dapat terjadi sebagai konsekuensi gesekan udara yang menyebabkan fluida mengikuti geometri sayap yang melengkung. Fenomena ini dikenal sebagai efek Coanda. Penjelasan selengkapnya ada di website.

 good

Silahkan melihat website yang saya baca mudah-mudahan bermanfaat. Saran dan kometarnya juga boleh!

 komentar:

No body is perfect...

==========================================
Hardy Sahruwardi
Nusantara Turbine and Propulsion
Phone +62 (0) 22 6031985 ext.290,
Fax: +62 (0) 22 6037747
Mobile : +62 (0) 811245861/ 8562261203
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
==========================================

http://www.uni-frankfurt.de/~weltner/Mis6/mis6.html

 

Salam,



Hendradi Hardhienata 



===============================================================
**  Arsip          : http://members.tripod.com/~fisika/
**  Ingin Berhenti : silahkan mengirim email kosong ke :
                     <[EMAIL PROTECTED]>
===============================================================



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke