Ya, tentu saja tak ada yang salah dengan CO2 di atmosfer Bumi. Itu bukan "gas 
setan." Namun menjadi bermasalah ketika konsentrasinya menjadi terlalu banyak.

Mari kita lihat kasus pemusnahan massal 65 juta tahun silam, yang menyebabkan 
sedikitnya 75 % populasi makhluk hidup penghuni Bumi punah. Alvarez et.al 
(1980) menyebutkan pemusnahan massal ini sangat terkait dengan eksistensi 
lapisan lempung hitam tipis nan kaya Iridium yang ditemukan terjepit di sedimen 
zaman Karbon dan Paleosen, yang kemudian diketahui memiliki hubungan dengan 
terbentuknya Megastruktur Chicxulub di Semenanjung Yucatan, kawah raksasa 
produk tumbukan benda langit. Memang timing terbentuknya Megastruktur Chicxulub 
dengan pemusnahan massal itu ada selisih waktu 0,3 juta tahun. Namun dari 
jejak-jeka di lapisan tipis lempung hitam itu diketahui bahwa pemusnahan massal 
terjadi akibat adanya perubahan lingkungan dramatis yang diawali dengan musim 
dingin nuklir selama 8 - 20 tahun (ingat hipotesis TTAPS alias Turco, Toon, 
Pollack, Ackerman dan Sagan), dimana suhu udara turun hingga titik yang 
membekukan akibat terhalangnya radiasi sinar
 Matahari oleh sebaran debu-debu di atmosfer, yang kemudian disusul dengan 
pemanasan global selama ribuan tahun kemudian dimana suhu rata-rata Bumi 
meningkat hingga 10 derajat Celcius dari nilainya semula. Aherns & O' Keefe 
(1990) dari NASA menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 di atmosfer pada saat 
peristiwa itu mencapai 1,5 % alias 15.000 ppm atau 44 kali lipat di atas nilai 
sekarang (340 ppm, rata-rata). 

Dalam hal pemanasan global untuk konteks kekinian di Bumi, kita bisa juga 
berkaca pada apa yang terjadi di planet kembaran kita : Venus. Ada cukup banyak 
CO2 di atmosfer planet ini, yang mencapai konsentrasi > 80 %. Akibatnya ya bisa 
kita lihat, planet ini mempunyai suhu permukaan rata-rata yang luar biasa 
besarnya, hingga mencapai ratusan derajat Celcius. 

Salam,


Ma'rufin



________________________________
From: Zaki <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Monday, January 5, 2009 6:31:10 AM
Subject: Re: [IndoEnergy] Re: Global Warming


Tentu saja tidak ada yg salah dg adanya CO2 di 
atmosfer. Yg salah adalah jumlahnya yg semakin meningkat karena sifat CO2 ini 
memerangkap panas sehingga peningkatan jumlah CO2 di atmosfer akan menaikkan 
temperatur rata2 udara di bumi.
 
Ada 2 penyebab utama kenaikan jumlah CO2 di 
atmosfer bumi: yg pertama kenaikan produksi CO2 akibat aktifitas seperti 
pembakaran bahan bakar di pabrik dan kendaraan, yg kedua karena siklus karbon 
yg 
terganggu (jumlah tanaman utk menyerap CO2 dari atmosfer semakin berkurang 
akibat penggundulan hutan dan konservasi lahan utk pemukiman).
 
Jadi kenaikan jumlah CO2 di atmosfer bukan karena 
penyebab alami, paling tidak terlihat bahwa kenaikan ini terlihat secara 
signifikan sejak adanya revolusi industri di abad ke-18. Apakah alam akan 
menyeimbangkan dirinya? Saya rasa bisa saja, tapi prosesnya akan menyengsarakan 
umat manusia. Salah satu kemungkinan caranya seperti ini:
- temperatur udara yg meningkat mencairkan es kutub 
dan menaikkan permukaan laut dan menyebabkan luas daratan berkurang
- terjadi pergeseran iklim, daerah di sekitar 
katulistiwa semakin panas sehingga berkurang kesuburannya, daerah sub tropis 
akan memiliki iklim seperti tropis yg skrg, dan seterusnya, akibatnya spesies 
flora dan fauna akan berubah. (mungkin di Indonesia tambah banyak nyamuk karena 
tambah panas?). daerah subtropis yg skrg nantinya akan menjadi tempat yg 
cocok bagi flora dan fauna tropis. 
- selain flora dan fauna yg berubah, jangan lupa 
pula yg ukurannya kecil seperti bakteri dan virus. penyakit yg biasa ada di 
Indonesia mungkin bergeser dikit lah ke daerah Cina. penyakit yg muncul di 
Indonesia entah seperti apa nanti yg muncul.
- udara yg panas memungkinkan siklus air terjadi 
lebih cepat (penguapan, pembentukan awan, hujan, penyerapan air ke tanah), 
akibatnya hujan lebih sering tetapi tanah berkurang kesuburannya (karena airnya 
lebih cepat menguap). akibatnya daerah subur semakin sedikit dan produksi 
pangan 
akan berkurang
- dari hal2 tsb di atas terlihat bahwa hasil 
akhirnya populasi manusia akan berkurang karena krisis: penyakit, kurangnya 
ketahanan tubuh thd udara yg lebih panas, kurangnya lahan, kurangnya pangan 
(biasanya kalo krisis begini orang lebih mudah gelap mata, jadi mungkin juga 
akan ada perang perebutan sumber daya).
- populasi manusia, hewan dan tanaman yg berkurang 
lalu memungkinkan atmosfer bumi menjadi kembali ke level seperti sebelumnya 
(karena lebih sedikit CO2 yg dilepas ke atmosfer sehingga jumlah tanaman dapat 
seimbang dg jumlah CO2 yg dilepas ke atmosfer).
 
Nah, alam bisa menyeimbangkan 
dirinya kan?
 
 
 
----- Original Message ----- 
From: soedardjo 
To: indoene...@yahoogro ups.com 
Sent: Monday, January 05, 2009 10:41  AM
Subject: [IndoEnergy] Re: Global  Warming

Maaf benar-benar saya tidak paham, apa itu Global Warming?
Saya bukan  peneliti Global Warming.
Apa karena akselerasi SOx, NOx, CO, CO2 di dunia  ini meningkat? Saya setuju 
masalah tersebut juga merupakan keseimbangan alami,  untuk photosintesis 
tumbuh-tumbuhan, masih memerlukan CO2 (CO) mohon  dikoreksi, sesuai ilmu yang 
saya terima di SMA jadul.
Kemarin saja di  Televisi, ada produsen jadul, minuman bersoda, masih 
membutuhkan buih pada  minuman menggunakan botol isi CO2, agar minumannya 
fresh. Lalu apa salahnya  ada CO2 di dunia ini?

Wassalam soedardjo


On Rab, Desember  31, 2008 21:54, andryansyah rivai wrote: 

 
Saya jadi teringat pernah mendengar/membaca berita bahwa ada orang yang  ahli 
di bidangnya bicara bahwa pemanasan global itu hanya suatu siklus.  Artinya 
kita akan kembali lagi ke siklus dingin. Dan saya percaya dengan  ilmuwan ini 
karena adanya kesetimbangan. Jadi omongan pak Wisnu dan kelompok  yang 
mengatakan pemanasan global akan terus berlanjut dan mengakibatkan bumi  
semakin panas adalah omongan yang belum terbukti kebenarnnya.
 
Logika saya yang percaya pada ilmuwan yang bilang ini hanya suatu siklus  
adalah sbb:
Minyak, gas, batubara (MGB) yang dibakar menghasilkan banyak CO2. Ini  
menguntungkan tumbuhan untuk berkembang karena fotosintesis banyak sumbernya.  
Jadi kalau MGB habis kita tidak kekurangan energi karena BBN (nabati)  
disamping banyaknya tumbuhan akan mendinginkan dunia.....
 
Jadi buat saya..tidak ada itu pemanasan global yang ada hanya sebuah  siklus 
yang kebetulan kita merasakan yang panasnya.... ..Bukankah  ada yang pernah 
membuktikan bahwa es di kutub itu pernah cair sebagian dan  sekarang terbentuk 
es lagi. Yang punya kitab suci silahkan disimak ulang,  adakah dikatakan kiamat 
(habisnya manusia) itu karena bumi yang semakin  panas?




________________________________
 From: Chairul Hudaya  gmail.com>
To: indoene...@yahoogro ups.com
Sent: Wednesday, December 31, 2008  7:40:29 PM
Subject: [IndoEnergy] Global Warming Re: Anti PLTN & PLTU Batubar


Hehe.. jawabannya kok jadi begini toh pak lik.. Orang kita  ngomongin
global warming kok..
Pak Darjo sepertinya tidak peduli dengan  global warming yang sudah
mengancam kehidupan manusia dewasa ini, dengan  alasan bapak belum
menelitinya, atau merasakannya. Itulah yang menjadi  concern Pak Wisnu
yang seharusnya dijawab pak.

On 12/31/08,  soedardjo soedar...@batan. go.id> wrote:

> Maaf Bapak ibu  sekalian, karena ranah diskusi sudah sensitif
menjurus sara, ijinkanlah  saya menjawab pertanyaan pak Wisnu.
>
> Yth. pak Wisnu, apakah  Bapak percaya ada utara, ada selatan dan
sebagainya? Apakah Bapak melihat,  mana utara dan mana selatan secara
persis?. Apa Bapak dapat memegang Utara  dan Selatan?. Jika Bapak belum
dapat melihat Utara dan selatan serta belum  dapat memegang Utara dan
Selatan, mengapa Bapak percaya ada Utara dan  Selatan? Itu hanya opini
Bapak bukan? Padahal adanya Tuhan atau istilah  saya Alloh, itu adalah
suatu keyakinan.
>
> Apa Bapak yakin  bahwa 1 adalah angka satu, dan 2 adalah angka dua?.
Itu hanyalah suatu  konvensi internasional, dan Bapak boleh SEPAKAT
untuk TIDAK  SEPAKAT.
>
> Suatu saat, ada murid menanya ke guru  agamanya.
>
> M: "Guru, mana buktinya ada Alloh?"
> G:  Gurunya lalu menampar pipi muridnya
> M: "ADUH, SAKIT GURU, mengapa GURU  MENAMPAR PIPI SAYA"
> G:" Mana buktinya sakit? Apa engkau dapat melihat  SAKIT tersebut?"
> M:" Tidak guru, saya atidak melihat sakit  tersebut"
> G:" Lalu mengapa anda percaya dengan SAKIT?. Toh sakit tidak  dapat
engkau lihat, namun dapat engkau rasakan, dapat engkau percayai  jika
saya tampar pipimu pasti sakit"
> " Apa engkau tahu jika engkau  akan saya tampar?"
>
> M: "Tidak guru"
> G: "Allohlah yang  menentukan nasib manusia, sehingga engkau tidak
tahu sebelumnya jika  nasibmu saya temapar pipimu karena ingin
membuktikan Alloh itu  ada"
>
> Ahli Kitab meminta kepadamu agar kamu menurunkan kepada  mereka
sebuah Kitab dari langit. Maka sesungguhnya mereka telah  meminta
kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata  :
"Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka  disambar
petir karena kezalimannya, dan mereka menyembah anak sapi ,  sesudah
datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata, lalu Kami ma'afkan  dari
yang demikian. Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan  yang
nyata.
> QS: An Nisaa (4) ayat 153
>
> Maaf pak  Wisnu, jika Indoenergi ini menjadi polemik beda keyakinan.
>
>  Wassalam soedardjo
>
>


 
________________________________
 
Internal Virus Database is out of date.
Checked by AVG -  http://www.avg. com 
Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.18/1850 -  Release Date: 12/15/2008 
5:04 PM
    


      

Kirim email ke