Karena banyak yg tanya soal ini aku jawab jadi satu saja yah ... ----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> > > Adakah Petrophysicist yang mau kerja harian (daily rate) untuk 6 bulan di > > Brunei? > > > > Herman > >
> Mas Vicky, apa menariknya kerja harian ? > Bagaimana kesan kerja di Brunei selama ini ? Sebenernya aku ngga banyak pengalaman kerja seperti ini, wong baru setahun ini saja. Tapi karena banyak yang tanya aku kasih gambaran sederhanan saja ya, just for sharing. Berkerja dengan sistem harian dengan kontrak 6 bulan sebenernya sama saja dengan kontrak 6 bulan, hanya saja gaji dihitung sesuai dengan hari masuknya. Jadi kalao dalam satu bulan ada 21 hari kerja maka gajinya ya dikalikan 21 hari kerja. Jadi jangan terus dihitung 30 hari looh walopun anda berada disana selama sebulan penuh. Bahkan kalau anda cuti, sakit, libur dsb ya tidak dibayar. Dan biasanya dibatasi seminggu 5 hari dengan sehari 8 jam. (sesuai jam kantor). > Kemungkinan extension setelah itu ? Kontrak extension bisa saja, tergantung kebutuhan yg punya kerja. Malah aku yang terlalu cepet bekerja justru cepet-cepet dihentikan kalao targetnya sudah selesei. Ada juga temen yang lebih suka bekerja pelan-pelan supaya kontraknya diperpanjang. Aku ndak tahu ini taktik sebagai konsultan supaya dipake terus atau soal ethics (?). Kerjaanku sendiri sebelumnya utk 2 tahun, tapi karena selesei dalam setahun, maka kontraknya ya selesei saja (wajar kan, buat apa bayar mahal-mahal kan ?). Status kerja harian ini biasanya lewat third party, jadi bukan kontrak langsung dengan employer (Shell). Jadi statusnya bukan orang shell, walopun tiap hari ngantornya di Shell. Tentunya fasilitasnya berbeda dengan yng kontrak 2 tahun langsung dengan BSP dengan monthly payment + bonus. Dan tinggal diperumahan Shell. Soal gaji, biasanya kerja dengan sistem harian ini lebih besar dari kerja gaji bulanan (bisa mencapai 1.5 - 2 kalinya. Tapi itu wajar saja looh kalau mau itung-itungan.... mau itungannya ? let me know. Karena pada akhirnya sama saja. Kalao soal hidup di Brunei, Menurut aku sih enak, relatip mudah, sepi, santai. Kalao soal keluarga sih yg aku konsen cuman sekolah anak. Karena sekolah di lokal school relatip murah banget, tapi sepertinya lebih bagusan lokal di Indonesia. Kalao Internasional School relatip mahal (walopun lebih murah dibanding internat school di jkt). Namun kalao waktunya 6 bulan ini agak riskan membawa keluarga (personal opinion). Repotnya memindahkan andak sekolah yang aku rasakan saat ini terasa sangat sulit dan repot, terutama kalao anak sudah SMU. Nah bagi yang belum punya anak yg besar (masih SD) mungkin akan menguntungkan membawa anak utk menambah pengalaman. Herman dan Jeffry lebih tahu soal hidup di Seria, Brunei ini ketimbang aku. salam, RDP --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ ---------------------------------------------------------------------
