Ohm Prasidaha, setelah beberapa bulan mantenan, berubah haluan
senang urusan invasi, infiltrasi dan pembengkakan.
Pembengkakan shale setelah pemboran sangat erat hubungannya dengan
drilling fluid yang dipakai. Begitu dibor kondisi borehole berubah &
terjadi pecahan
pecahan baru dari shale, maka permukaan shale tersebut akan menyerap K+.
Struktur molekul shale berbentuk seperti tumpukan-tumpukan karton, dan air
mudah
sekali masuk diantara struktur tersebut. Untuk maintain supaya shale tidak
runtuh
maka ion K+ masuk ke dalam struktur tersebut. Besarnya kation K+ = 2.6 A
(superscript: o,  )sedangkan
ion Cl(superscript: - )= 2.8 A(superscript: o), menjadi alasan kenapa K+
pas masuk di sela-sela Cl-. Konsentrasi K+
dalam mud sekitar 3-4% selama ngebor K+ terus selalu berkurang, karena
masuk dalam
struktur clay tadi. setiap K+ berkurang, konsekuensinya harus segera
diganti atau diikuti
dengan penambahan K+ (KCL mud), K+ berkurang pertanda bagus bahwa disitu
terbentuk
ikatan clay dan K yang bagus. Bila ada logging engineer memaksa untuk
menurunkan
ramuan jamu <23000 ppmNacl-eq - demi alatnya maka untuk shale formation
tertentu akan
menjadi bubur dan susah untuk njamoni lagi - agar kembali stabilitasnya .




                                                                                       
                              
                    Prasiddha Hestu                                                    
                              
                    Narendra               To:     [EMAIL PROTECTED]                   
                               
                    <[EMAIL PROTECTED]       cc:                                       
                                
                    anusa.com>             Subject:     [fogri] shale membengkak??     
                              
                                                                                       
                              
                    06/13/2003 10:26                                                   
                              
                    AM                                                                 
                              
                    Please respond                                                     
                              
                    to fogri                                                           
                              
                                                                                       
                              
                                                                                       
                              




*This message was transferred with a trial version of CommuniGate(tm) Pro*

aachh Mas Bambang iki lho...penganten lawas kan suka juga bikin invasi dan
bikin bengkak juga...he...he...

thanks pencerahannya.....jadi ada proses kimianya yg berperan
kalo di clay/shale kan ada silicate (Si) dan di pasir ada juga silicatenya
(SiO2)
kalo di pasir walopun ada reaksi2 kimiawi tadi tapi porositasnya lebih
besaran shg tidak membengkak tapi sekedar jadi daerah invasi/invasion zone,
apa begitu?

Bisa jadi pembengkakan tersebut terjadi karena clay punya ukuran partikel
kecil dan pipih, shg ratio luas permukaan dan volume sangat besar. Shg bisa
ngikat air cukup banyak, ini mungkin ada hubungannya dgn sifat kohesi-adesi
air dengan bidang kontak. Gitu kali ya....

thanks, selamat ber-weekend-ria buat semuanya penganten lawas, penganten
baru atau yg belum jadi penganten.....

==========================================
Wah, pertanyaan ini koq sangat "menjurus" yo ... sangat typical / khas
penganten baru ... :)
Semuanya "membengkak" ... :)
Pras,
Yang dimaksud dengan invasi itu adalah infiltrasi dari "alien" fluid
(filtrat) kedalam suatu substrat lain.
Dalam hal shale, benar, permeabilitasnya sangat kecil, tapi tidak nol
absolut, tapi porositasnya besarkan, hanya ndak interconnected. Nah, pada
saat ada acara bor-boran, filtrat dari lumpur akan berinteraksi dengan
fluida dalam batuan (bisa karena perbedaan tekanan, bisa karena sifat
selective permeability, dll). Karena permeabilitas clay/shale yang sangat
rendah, maka mud cake nya ndak terbentuk.
Lantas, clay/shale (phyllo silicate) itu kan ion-ion-nya sangat sensitif.
Lha kalau ada infiltrasi (karena ndak ada mud cake), dia akan menimbulkan
reaksi kimia yang mengakibatkan ion-ion (mungkin juga kation) dari filtrat
tadi masuk ("menyusup") kedalam ikatan kimia jaringan silikat tadi dan
mengakibatkan reaksi yang "ruwet", bottom line-nya, karena "susupan"
ion-kation tadi akan menyebabkan perubahan ikatan/jaringan phyllo silicates
yang mengakibatkan pembengkakan itu tadi.
Makanya, kalau dalam pengeboran, ada additif-additif yang ditambahkan
kedalam drilling fluid untuk "membungkus" dan "menyumbat" clay/shale
slivers
yang ada supaya ndak "membengkak".
Nah kalau pada "mahluk hidup", nanti kalau ada infiltrasi akan
mengakibatkan
infeksi....dan akhirnya terjadi inflamasi (pembengkakan) kan ???
------------------------------------

shale permeabilitas kecil/nol, shg tdk bisa diinvasi saat logging
fresh water dari mud pemboran menyebabkan shale
membengkak/menggelembung/swelling shg bisa runtuh membentuk caving
benarkah pernyataan "shale membengkak" tersebut padahal permeabilitasnya
nol shg tdk bisa diinvasi, membengkak itu kan konotasinya seperti balon yg
ditiup kemudian membengkak, balon membengkak karena dimasuki/diinvasi oleh
udara, jadi ada sesuatu yg masuk/invasi
jadi.........????
salam,
PHN

-




---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id
FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke