>kalau kita run inversi pada data seismik (yg tentu saja band-limited),
>hasilnya adalah relative impedance. nanti kalau ditambah low frequency
>barulah mendapatkan absolute impedance.

Apakah anda bener-bener ingin mencari "absolute impedance" utk menyeleseikan masalah 
yg anda hadapi ?
Apakah relative impedance tidak cukup ?

Seperti yg kita pernah selintas ngobrol dulu Paul. Dengan 'effort' yg sederhana (murah 
dan mudah) kita melakukan inversi menghasilkan relative impedance mungkin 40-60% 
masalah sudah terjawab, sisanya diseleseikan dengan cara lain misal model geologi 
(re-interpretasi, wells, cores dll), linier correlation dsb. Nah kemudian dengan 
'effort'yg rumit (mahal dan susah) kita melakukan inversi yg menghasilkan 'absolute 
impedance' yg menambah menjadi 20-30% terseleseikan ... sisanya bisa diseleseikan 
dengan tambahan data yg lain lagi model geologi atau interpretasi.

Nah apakah betul anda perlu absolute impedance ?
Mungkin jawabannya 'iya' seandainya model geologinya 'ngaco' ... (atau geologistnya yg 
ngaco :)
Kalo anda punya model geologi yg bagus (mudah) dan terutama geologist yg yahuud (ngga 
ngaco, kayak gwe misale hik hik :) ... maka absoluet impedance yg muahal dan syusyah 
ini bisa ditangguhkan dulu ...

Tentunya ini bisa lain kalao 10% dari permasalahan terakhir itu mempunyai value $ yang 
cukup besar ...tergantung cycle, NPV, MPV dlsb
yg jelas sih "bhinneka tunggal ika" --> walopun berbeda-beda, urusannya duit juga  :)

Yg sering menjadi dilematis adalah, ketika mencoba menghitung absolute impedance 
diperlukan model geologi yang bagus dulu (sebagai konstrain), padahal model geologinya 
justru mau diambil atau diturunkan dari hasil impedance ... 
Dan kalao sudah punya model geologi yang bagus, buat apa pakai absolute impedance ....

chiken-egg phenomena ?
No, only "chicken" will say this ! :)

Sebaiknya dilakukan bertahap, mulai dari relative impd dulu dan diinterpretasi sampek 
geologistnya 'teler' (geologist route). Kalo tetep ngga ketemu ya udah lewat 
geophysical route saja lah ...
lagi-lagi "bhineka tunggal ika" looh ... (kalo UUD dah koeno :)

Namun musti diingat pastilah masih akan tersisa masalah yg ndak diseleseikan ... so we 
need asumption ! and that is risk !

>nah, sebenarnya, apa sih arti fisis dari relative impedance itu?
>ada yg bilang, itu adalah harga impedance relatif terhadap
>background trend. jadi kalau harganya positif, berarti impedance-nya
>relatif lebih tinggi dari background trend, trus kalau harganya
>negatif, berarti impedancenya relatif lebih rendah dari background
>trend-nya. trus arti fisis dari background trend itu apa?
>maksudnya, "benda" seperti apa dan "benda" yg mana yg disebut
>sebagai background trend?

Aku cuman blajar fisika dikit, masih agak ngambang ...
kalo kau bilang "trend" berarti bukan besaran fisis sederhana (seperti berat, waktu, 
panjang), tetapi berupa besaran 'selisih' dalam dimensi ruang (?atau mungkin juga 
waktu). Artinya suatu besaran perubahan. Lah kalo kau tanya "bendanya" seperti apa ya 
abstract lah yaw ... kayak kalo kau bilang "gradient" geothermal.

>
>thanks utk pencerahannya.
>
>Paulus
>(running inversi sih gampang, menjelaskan hasilnya itu yg ruwett...)

Kalo perlu bantuan ya bilang ajah ... upst !!
Loh kok trus iklan jual diri

Salam
RDP

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id
FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke