Terima kasih Pak Frank, Cocok sekali, GPR memang tool yg cukup handal untuk memetakan shallow subsurface. dan kita sendiri sudah memikirkan untuk pemakaian tool tsb. dimana bisa membreakdown layer jauh lebih baik daripada seismic. Permasalahannya di sini banyak surveillance tool, dan tidak semua sinkron.. jika terjadi ketidakcocokan maka yg diambil adalah yg pengukuran langsung..dimana si seismic dan GPR ini bukan pengukuran langsung. Dari seismic sendiri terlihat adanya shallow anomali tersebut. tetapi enggak semua anomali yg diperlihatkan oleh si seismic itu adalah steam, bisa jadi bio-gas. justru maksudnya pengambilan pressure itu sebagai validator dari pengukuran tak langsung/ model.
Pak Ferdi, Kalau kita bicara ttg erupsi, berarti titiknya berada diantara spatial area, among wells. kalau source steamnya ketahuan kemungknannya dari bounding sebuah well, biasanya dilakukan improve bounding setelah di-run cbl. kalo' dicheck dari cbl yg lama tentunya sudah tidak merepresentasikan bounding semen saat ini. tetapi mekanisme erupsi sendiri bisa dari bad cement bounding, fault, shallow fault dan kombinasinya. dan sebelum terjadi erupsi biasanya terkonsentrasi dalam non-producing shallow reservoir. Makasih atas saran-sarannya. Salam, Fauzi -----Original Message----- From: Franciscus Sinartio [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, October 03, 2003 6:51 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [HAGI-Network] Mengukur Pressure di kedalaman dangkal Pak Fauzi, Pak Ferdi dan yang lainnya. problem yang menarik, saya mencoba melihat persoalannya dari sifat fisisnya dan alat yang mungkin bisa dipakai. Kalau mau tahu apakah suatu layering sudah bisa menahan pressure harus di buat model dan dihitung seal capacity nya. dulu ada yang namanya John Kaldi yang paling getol ngasih kursus dan service untuk hal seperti ini. tetapi kalau layer nya tidak tahu , maka harus bikin shallow seismic dulu atau GPR. Tidak bisa pakai generalisasi. Kalau mau memetakan dimana ada high pressure steam, maka mungkin bisa pakai "density" dari rock+fluid-nya. Karena density akan turun dengan naiknya pressure, Kalau bisa bikin profile detail dari interval velocity juga bisa dipakai. Sekarang kita coba lihat yang density, kalau alat microgravity nya Pak Wawan A Kadir masih di pakai di CPI, maka mungkin bisa dipakai untuk mengukur density. Tetapi perlu dibikin profile layeringnya (termasuk weathered layer nya), dan metode yang cukup handal adalah GPR (Ground penetrating Radar). Untuk GPR bisa hubungi Pak Wahyudi dari Teknik Geofisika ITB. Good luck Pak, kalau perlu no hp beliau2 yang saya sebut di atas akan saya kirimkan lewat japri. best regards, fbs >From: Muhammad Fauzi <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: "Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI)" ><[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: [HAGI-Network] Mengukur Pressure di kedalaman dangkal >Date: Fri, 3 Oct 2003 08:23:58 +0700 > >Butuh pencerahan nih... >Apakah kita bisa mengukur pressure di kedalaman dangkal sekitar 20 m di >bawah permukaan.. >tepatnya sedikit dibawah weathering zone.. (di lobang-2 seismic shot hole >atau receiver) >Pertanyaannya apakah pressure tepat dibawah weathering zone sudah >bervariasi >terhadap layering.. >atau hanya variasi h aja dari permukaan ? >Kemudian, selain tool logging seperti SFT/RFT apakah ada tool-2 lain untuk >mengukur pressure yang sifatnya portable.. > >thanks, >Fauzi > >------ http://mailhost.rz.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ _________________________________________________________________ Add photos to your messages with MSN 8. Get 2 months FREE*. http://join.msn.com/?page=features/featuredemail ------ http://mailhost.rz.uni-karlsruhe.de/warc/hagi.html ------ --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ ---------------------------------------------------------------------
