Berapa orang Indonesia yang sudah di validasi oleh AAPG (Division of Professional Affair). Berapa orang DI Indonesia yang sudah di validasi oleh AAPG? Saya cuma kenal Pak Djoesril Hainim (PT Eksindo Pratama) sbg orang Indonesia yang punya qualification AAPG ini. Ternyata juga tidak banyak. Apakah artinya... ngak terlalu perlu...?
Saya ketemua Peter Rose (ahli risk analysis) yang pernah jadi chairmen untuk AAPG -DPA. Dia juga bilang di Asia Pacific, professional validation seperti ini tidak umum. Mungkin diperlukan kalau kita pindah kerja / cari kerja lain, atau mau jadi independent consultant seperti Pak Djoesril Hainim ini. Terus terang saya pikir kalau kita kerja di oil company (dan belum mau keluar) kelihatannya tidak terlalu perlu. Salahkah? Herman -----Original Message----- From: ANDANG BACHTIAR [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: 05 November 2003 10:54 To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [iagi-net-l] Sertifikasi Ahli Geologi Perminyakan IAGI =====> Re: Is geologist a profession ? Jadi,... kembali ke tulisan awal dari Pak Vicky, saya jadi ingin tahu,.. apakah soal "core-competency" atau "core-skills" dari GEOLOGIST di industri perminyakan sudah bener-bener dipahami oleh temen-temen praktisi???? Apakah deskripsi batuan secara tepat seperti diceritakan kasus-kasusnya oleh Dick Selley, Pak Shofi, Pak Sugeng, Pak Pudjasmadi, maupun pak Vicky sendiri adalah core-skill dari GEOLOGIST? Atau yang lainnya?? Sebenarnya secara sangat rinci, soal "core-competency" dan "core-skills" itu sudah diuraikan didalam dokumen check-list & keterangan Sertifikasi yang dibuat oleh Tim IAGI yang bekerja bertahun-tahun merintis Sertifikasi AHli Geologi Perminyakan IAGI (Pak Karsani, Pak Soeryo, Pak Sofyadi, dll). Anda bisa memperoleh CD-nya di Sekretariat IAGI, sekalian anda pertimbangkan untuk mendaftarkan diri diuji sebagai professional petroleum geologist IAGI disana. Sekalian juga menyambut "sindiran" Dick Selley bahwa anda perlu di"validate" oleh professional body untuk diakui jadi professional....... IAGI dapat memvalidasi anda. Hubungi [EMAIL PROTECTED] untuk keterangan lebih lanjut Andang Bachtiar Ketua Umum IAGI ----- Original Message ----- From: "Pujasmadi, Bambang" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, November 05, 2003 7:34 AM Subject: RE: [fogri] Is geologist a profession ? Di tempatku bekerja, yang namanya salah menapsirkan jenis batuan dari cutting bukan hal yang aneh. Pertama dulu tahun 90-an, kita ngebor granit, tapi geophycisist dan geologist di kantor nggak percaya. Mereka yakin bahwa mereka ngebor di limestone, karena mereka lebih percaya seismik ketimbang wellsite geologist. Setelah dibawa ke lab baru mereka percaya, yang dibor memang granite yang banyak fracture yang terisi calcite. Lain ceritanya kalau ngebor di basement, kadang kita udah nggak pernah bisa yakin, apakah kita di granite atau di metasediment atau masih di konglomerate. Anda bayangkan bagaimana membedakan konglomerat dengan fragmen granite yang sudah mengalami diagenesis dengan granite itu sendiri, atau ngebor di granite ada selang seling dengan batuan yang hitam crystalin yang ketebalannya kurang dari 1 meter (dolerite??)yang sekilas menyerupai slate?, atau batuan beku yang alterasinya tinggi sehingga warnanya sudah hijau oleh clorite menyerupai metamorphic. Yang terjadi, setiap ganti welsite geologist, ganti pula nama batuannya. Yang lebih repot, ketika batu-batu itu dibawa ke ahli petrografi, seorang profesor, dia ikut bingung. Masalahnya bukan karena kita perform atau tidak, kadang-kadang alam memang sering memberikan kejutan-kejutan dengan hal-hal yang "aneh" sehingga ilmu kita harus terus diupdate. Saya yakin di profesi yang lain pun menghadapi hal serupa. Salam BPJ -----Original Message----- From: Rovicky Dwi Putrohari [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: November 04, 2003 2:20 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [fogri] Is geologist a profession ? Judul diatas adalah judul tulisannya Dick Selley (Prof Emiritus dari Petroleum Geology of London) yg ada di IPA News letter yg terbaru - Oktober 2003 (soalnya baru saja aku terima sih :). Sebuah tulisan bagus utk direnungkan. Beliau menulis dan menyinggung keprofesian geologi, bagiku mungkin seperti dibangunkan dari mimpi .... :p. Banyak orang geologist yg sangat tidak 'performed', bahkan beliau menulis ada 9 wellsite geologist yg tidak dapat membedakan granit dengan batupasir sehingga mengebor hingga 200ft. Bayangkan kalau biaya drilling saja sehari 2juta dolar ....ngebor granit tentunya akan memakan waktu lama .... kejadiannya di Scotland (West Shetland). Tapi di Indonesia mungkin saja ada looh... :P Juga beberapa crita ke"bego"an geologist yg ngga bisa membedakan basalt dengan batupasir .... Dan banyak lagi ke"ngawur"an hasil pekerjaan geologist yg beliau temukan. Termasuk bagaimana beliau sendiri pernah merasa malu memberikan kursus serta memimpin field trip di Indonesia padahal tidak tau menahu kondisi geologi Indonesia. Hanya berbekal IPA Field guide book ..... dimana ketika melihat shale yg disebutkan sebagai volcanic bomb di buku tsb ..! Alinea-alinea berikutnya menyangkut juga "core skills" utk geologist dipertanyakan ... Juga ada tiga jesnis geologist menurut old engineers joke .... Ada geologist yg ngerti angka, dan yg ngga ngerti angka serta yg dibesarkan dengan field based training. Sepertinya beliau menyesalkan berkurangnya fieldwork yg menjadi basic seorang geologist. Lantas ? Diakhir alineanya Dick Selley mengawali dengan kalimat : "So if geology is a profession, should not geologist demonstrate their profesionalism by seeking a validation by a professional body ? What are the benefit ? ..... " ... Dan diakhiri dengan kalimat sindiran buat kita semua .... : "So, if you consider that you are a professional geologist, but have not yet been validated by professional body, think about it .... Seriusly !!. mungkin kita hanyalah "tukang" bikin peta atau juru gambar atau malah tukang ketik .... :( Salam RDP "aku rasa hal yg sama utk geophysics :) dan untuk detilnya coba baca IPA News Letter edisi Oktober 2003" --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit IAGI Website: http://iagi.or.id IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/ IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi Komisi Sedimentologi (FOSI) : F. Hasan Sidi([EMAIL PROTECTED])-http://fosi.iagi.or.id Komisi SDM/Pendidikan : Edy Sunardi([EMAIL PROTECTED]) Komisi Karst : Hanang Samodra([EMAIL PROTECTED]) Komisi Sertifikasi : M. Suryowibowo([EMAIL PROTECTED]) Komisi OTODA : Ridwan Djamaluddin([EMAIL PROTECTED] atau [EMAIL PROTECTED]), Arif Zardi Dahlius([EMAIL PROTECTED]) Komisi Database Geologi : Aria A. Mulhadiono([EMAIL PROTECTED]) --------------------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ ---------------------------------------------------------------------
