setuju sekali Pak dgn alasan2 utk melakukan inversi.

tapi statement bahwa
seismic inversion menghasilkan higher resolution,
menurut saya agak riskan.
dalam artian, nantinya akan ada kesan bahwa kalau saya
punya problem dgn resolution dan saya ingin meningkatkan
vertical resolusi seismik saya, maka saya akan lakukan seismik inversi.
apalagi kalau melihat contoh wedge modelnya Qing Li
dimana dgn dominan frekuensi 30 Hz dan sample rate seismic 2 ms,
maka hasil SS inversion masih bisa mendeteksi wedge yg tebalnya 2 ms dgn akurat
(ini ngomongin deterministic inversion yah, bukan yg stochastic inversion),
akibatnya orang akan semakin yakin bahwa memang seismic inversion
bisa meningkatkan resolusi cukup signifikan.

pertanyaannya, apa iya peningkatan resolusinya bisa sebegitu besarnya?
(ini masih ngomongin deterministic inversion, belum ke stochastic inversion)

--
paulus
ConocoPhillips Indonesia


Once upon a time NOOR Yuriza wrote :

> Ikutan lagi ya rekan rekan fogri ....
> Kalau ditinjau dari resolusinya saja logikanya hasil inversi
> tergantung pada kualitas data seismik, kualitas data well dan tentu
> saja kualitas algoritma inversinya. Kalau seismiknya bagus (frequency
> spectrumnya baik, dan S/N  tinggi, serta data wellnya akurat, dan
> diinversi sama rekan rekan pintar yang menguasai algoritma/tool
> piawai seperti misalnya modul modul inversinya Jason,  tentunya
> inversinya akan high resolution (?). Tapi masak iya sih kita inversi
> melulu karena resolusi saja, kalau mau resolusinya saja kita bikin
> well driven deconvolution aja kan lebih murah ..... ( rekan dari
> processing mestinya lebih bisa berkomentar ....). Inversi seyogyanya
> kan untuk : - menjadikan layering seismik kita mirip sama layering
> bumi, sehingga lebih gampang dimengerti rekan non geophysicist dalam
> team (geologist dan orang reservoir lebih suka lihat cube inversi
> dari pada cube seismik biasa),  - untuk  melokalisasi perubahan
> porosity dan  lithologi, dan - kalau mau lebih jauh lagi ada inversi
> stochastik yang bisa memberikan beberapa kemungkinan solusi serta
> harga uncertaintynya. Demi tujuan tujuan inilah orang pada rela
> keluar duit banyak buat inversi. Seperti ditulis oleh pak Paulus
> dibawah, seringkali seismik jauh dari sempurna, walaupun sudah pakai
> Q  compensation, sudah pakai spherical spreading compensation, sudah
> pakai antimultiple. Yah akibatnya Inversinya tentu tidak sempurna
> juga, resolusinya tidak tinggi tinggi amat, tapi walaupun begitu
> tentu masih dipakai untuk alasan alasan tadi itu (melihat penyebaran
> porosity, lithology dll itu, ini pun kalau memang feasibility
> studynya sudah menunjukkan memang 'barang barang' ini bisa dilihat).
> Karena resolusinya tidak bagus bagus amat, tentu xplot hasil inversi
> dan harga well akan belobor (cloudy).    Inversi yang demikian ini
> terpaksa dipakai sebatas penggunaan  kualitatif saja. Artinya
> misalnya peta/zona porosity yang kita dapat dari cube inversi ini
> hanya bisa dipakai sebagai konstrain pembuatan model petrophysic
> lapangan. Kita tidak bisa pakai 'value' atau curve regresinya untuk
> hitung hitungan exact.  

---------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id
FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke