Salam,
Maaf Pak saya baru me-reply. Saya lupa menyampaikan, dalam penelitian saya mencoba mengembangkan suatu model tekanan normal (kurva) yang berlaku pada suatu daerah penelitian dengan inversi kecepatan.
Sampai sejauh ini, saya memang mencoba kembali picking kecepatannya dan saya korelasikan dengan kecepatan sonicnya. Hasilnya lumayan. Trend yang saya amati pada hasil picking kecepatan dan kecepatan sonic masih terlihat pada kedalaman yang relatif sama. Namun, saya agak kesulitan dengan proses akhir. Saya mencoba hubungan empiris antara kecepatan dan tekanan. Dari beberapa referensi yang saya baca, antara kecepatan dan tekanan sendiri harus dihubungkan dahulu dengan gaya tekan vertikal, jadi yang dihubungkan adalah fungsi vertikal antara kecepatan dan differential stressnya (dalam metode Eaton atau Bowers), kemudian hasil differential stressnya berhubungan langsung dengan tekanan dan overburden (prinsip Terzaghi:hubungan gaya tekan efektif, overburden dan tekanan pori pada batuan). Karena menggunakan persamaan empiris, maka ada kesulitan dalam menghubungkan unit satuan yang digunakan. Jika kita pakai overburden dari densitas diperoleh dalam (psi/s2)
yang
diperoleh dari fungsi densitas terhadap kedalaman dikali percepatan gravitasi. Bagaimana mengubah unit satuan ini kedalam psi...apakah dengan mengabaikan s2 (square second) atau apakah harus dikonversi dengan konstanta tertentu...Dan apakah harga pressure yang diperoleh dari persamaan Terzaghi tsb disebut sebagai tekanan formasi? tekanan pori? atau keduanya sama...dalam artikel yang saya baca, ada yang menyebutkan fluid formation (pore) pressure namun ada juga yang hanya menyebutkan pore pressure atau formation pressure saja dengan rumus yang sama. Sementara dalam buku drilling engineering hanya dibahas singkat tentang teori tekanan ini, itupun untuk nilai overburdennya digunakan asumsi yang sangat sederhana terhadap fungsi kedalaman. Sementara tekanan formasi diperoleh berdasarkan kedalaman, gradien tekanan overburden diasumsikan 1 dan gradien tekanan normalnya. Terus terang saya kesulitan menemukan referensi teoritis yang menghubungk
an
antara seismik dan tekanan, atau teori2 tekanan lainnya. Mungkin teman2/Bpk2 di milist ada yang bisa membantu saya....
Thx b4&rgrds
Riri
Franciscus Sinartio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dalam mendeteksi overpressure(o/p) memakai velocity, biasanya o/p dibagi
menjadi dua kategori : pertama disebut hard o/p dan yang kedua soft o/p.
disebut hard o/p kalau perubahan pressure nya sangat abrupt, sedangkan soft
o/p kalau perubahan pressurenya cukup lambat (terhadap perubahan kedalaman).
Tentu saja untuk mendeteksi o/p kita harus tahu dulu normal pressure nya
bagaimana. kalau pakai velocity biasanya dibuat dengan menggabungkan
velocity beberapa well.
o/p biasanya bisa dilihat dari penurunan velocity (dari normal trend). nah
penentuan kedalaman dari o/p ini lah memerluka pengetahuan soft o/p atau
hard o/p.
kalau velocity nya diambil dari sonic log, makahard o/p biasanya akan sangat
kelihatan.
kalau pakai stacking velocity sebaiknya diperhatikan interval time yang di
pick. velocity yang dipick untuk keperl uan membuat stack seismic biasanya
tidak cukup memadai untuk dipakai sebagai dasar study o/p, karena umumnya
seismic processor menghindari multiple. kecuali kalau diberitahu bahwa ada
overpressure sekitar kedalaman sekian....
anjuran saya kalau mau pakai stacking velocity(NMO velocity), sebaiknya
balik re -pick velocity nya tetapi mulai dengan velocity yang sudah ada.
satu hal yang harus diperhatikan adalah periksa lagi apakah yang di pick
tersebut adalah o/p bukan multiple dengan cara: cek nilai velocity nya dan
hasil stacknya.
multiples cenderung mempunyai NMO velocity yang sama.
cara enhance cara deteksinya?...
Makin rapat velocity yang di pick makin detail mestinya, cuma harus hati2
dengan error yang dihasilkan oleh persamaan DIx (lihat bukunya Hubral,
pernah saya ulas sedikit disini sebelumnya).
Yang harus diperhatikan juga adalah sering kali juga setelah overpressure di
suatu kedalaman, pressure balik ke no rmal. jadi kalau tidak ada velocity
yang di pick di kedalaman2 tsb. maka tidak akan terdeteksi.
kalau mau contoh, banyak yang sudah di publish. seingat saya VICO dulu
pernah publish satu paper di HAGI, sayang saya tidak punya copy nya. Di
ITB dan UGM juga pernah ada mahasiswa S1 riset untuk tugas akhir, rasanya
mereka juga pakai data VICO. maaf saya lupa namanya. yang merasa silahkan
promosi paper masing2 lagi
Banyak daerah yang bisa dipakai untuk study o/p tetapi Vico punya contoh
yang sangat baik di lapangan Nilam, apalagi ada beberapa sumur yang menebus
o/p dan data 3D seismic nya cukup memadai.
Di Sumatra dan Jawa pun banyak yang bisa dipakai untuk study o/p cuma saya
tidak tahu detailnya.
mudah2an bisa membantu. saya coba cari buku2 o/p saya dan baca lagi mungkin
bisa membantu.
kebanyakan copyan buku2 yang saya punya beredar di teman2 ex-Vico, jadi
daripada dikirimin dari sini mungkin ada teman2 yang bisa pinjamin. atau
tanya aja langsung sama Suhu nya Pak Amir Balfas.
salam,
fbs
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
