aku cenderung pakai prinsip 80-20. andaikata utk keseluruhan proses karakterisasi reservoar kita beri angka 100% maka utk mengetahui 80% informasinya, di banyak hal kita hanya perlu spend 20% waktu sedangkan utk mengetahui 20% sisanya, kita perlu spend 80% waktu kita.
teknik2 baru di bidang geofisika reservoar kebanyakan digunakan utk mengetahui 20% sisa informasi (segala sesuatu yg detil). sebelum sampai kesana, yg perlu dipikirkan, apakah kita perlu mengetahui yg 20% ini? karena utk mengetahui yg 20% ini, perlu spend waktu 80%. apakah sepadan antara waktu yg dibutuhkan dgn banyaknya informasi yg didapatkan? kalau memang sepadan, silahkan go ahead dgn teknik2 tersebut. tapi kalau ternyata tidak sepadan, yah...mungkin sebaiknya ditunda dulu. sori kalau agak ngelantur dari subjek awal. --pta On 4/26/05, [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> wrote: .... > o iya masalah inversi mana yang harus dipakai : kalau mamgn semua medukung > dan punya data seismik bagus dan tentunya ada budget kenapa tidak inversi > ip is karena dengan itu hasilnya bisa digoreng goreng jadi cube cube > lainnya ..... --------------------------------------------------------------------- To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Visit FOGRI Website: http://fogri.or.id FOGRI Archive: http://www.mail-archive.com/fogri%40iagi.or.id/ ---------------------------------------------------------------------
