On 4/29/05, Franciscus Sinartio <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jadi Hendra sebaiknya bedakan lithology nya dulu dengan P-impedance dan
S-impedance.
Asumsi saya, yg kita bicarakan ini untuk crosplott data log sumur antara density, porosity, velocity dll utk mengindentifikasi fluida (water, oil or gas). Artinya sudah dibor, dan akan dipakai sebagai acuan untuk mencari penyebarannya dari data seismic.
Mengapa membedakan lithologinya dengan P-imp dan S-imp ? Bukankan ada gamma-ray yg lebihbaik utk memilah lithology, atau lebih sedikit kerja disisi geologi denagn menggunakan pengkelasan berdasarkan geologi juga, misalnya deskripsi lithologi, facies dll. Sehingga dengan pengkelasan lithologi berdasarkan descriptive akan lebih memiliki nuansa geologi ketimbang nuansa math.
Mendiskripsi lithologi bagi seorang geologist itu cara yg sangat mudah, dan sangat dasar sekali. memang mungkin effort cukup rumit buat geophysicict.
Saya rasa disinilah perlunya model geologi dalam reservoir characterisasi.
Nah juga nantinya ketika sudah dijumpai "rumus" (relasi) antara density dengan fluida di sumur sudah dapat dilihat, seterusnya bisa didistribusikan atau dilihat penyebarannya dengan menggunakan seismic inversi, AVA, AVO, whatever seismic approach lah.
Jadi jangan tinggalin geologi doonk !
RDP
