mel, ini becky apa dicky...? 

----- Original Message ----
From: Melanie Parmawatie <[EMAIL PROTECTED]>
To: dicky InBike <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: ForBas <[email protected]>
Sent: Wednesday, January 31, 2007 12:28:50 PM
Subject: [ForBas] Fw: Membebaskan Diri dari Obsesi Menikah



----- Original Message -----
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, January 31, 2007 12:10 PM
Subject: Membebaskan Diri dari Obsesi Menikah



 Artikel Bagus neh.... (silakan merasa lega sedikit bagi yg emang jomblo
 kaga ketemu2 yg cocok heheee)



 Setelah menyelesaikan kuliah S2 nya di Australia, Becky (29) memutuskan
 untuk bekerja di Indonesia dan melanjutkan salah satu "tujuan hidupnya"
 yaitu mencari suami.
 Namun pencariannya ternyata tidak mudah, akhirnya ia menerima cinta teman
 sekantornya
 meski sebenarnya tidak ada kecocokan di antara mereka.

 Tidak mengherankan kalau hubungan mereka dipenuhi pertengkaran, tapi Becky
 tetap bertahan sambil berharap kekasihnya itu segera melamar. Sang kekasih
 akhirnya melamar, tapi bukan ke Becky, melainkan wanita lain yang selama
 ini juga dikencaninya.

 Mungkin kita akan bertanya-tanya, mengapa seorang wanita berpendidikan
 tinggi seperti Becky mau melakukan hal bodoh dengan menghabiskan waktu
 dengan seseorang yang salah. Masih banyak Becky lain di sekitar kita,
 meski dunia semakin canggih, tetap saja menikah masih menjadi tujuan hidup
 banyak orang. Sebenarnya apa yang menjadi motivasi orang-orang yang
 terobsesi untuk menikah?

 Yuk, simak uraian berikut :

 1. Sindrom "Tidak Bisa Hidup Sendiri"
 Banyak orang yang memutuskan  menikah dengan pasangannya karena merasa
 tidak bisa hidup tanpa pasangannya. Akibatnya terjadi semacam shock di
 awal pernikahan.
 Menurut Mary Jo Fay, konsultan di situs helpfromsurvivor.com , jika Anda
 memiliki sindrom tersebut, ingatlah bahwa orangtua Anda telah mengurus
 Anda dengan baik, berpikirlah dua kali karena berada di bawah "asuhan"
 pasangan yang sebenarnya tidak cocok hanya akan membawa Anda dalam
 hubungan yang tidak sehat.

 2. Target hidup
 Biasanya orang, khususnya perempuan, selalu menetapkan target pencapaian
 berdasarkan umur, dan dibuat sangat spesifik. Misalnya menikah di usia 25,
 punya anak paling lambat 27 tahun.  Menurut penelitian yang dilakukan
 oleh beberapa psikolog, sebenarnya perempuan, sama halnya dengan pria
 juga takut untuk berkomitmen, tetapi "target-target"   tadi menekan
 mereka. Semakin dewasa dan makin luasnya wawasan, biasanya mereka akan
 melupakan target tadi. Bukankah lebih baik menunda pernikahan daripada
 terperangkap dengan
 orang yang salah ?

 3. Lingkungan dan Keluarga
 Hidup dalam masyarakat  yang ikatan kekeluargaannya masih kuat seperti di
 Indonesia tidak selalu enak. Salah satunya adalah tuntutan dan desakan
 dari keluarga besar
 jika ada salah satu anggota keluarga yang belum menikah. Ada sebagian
 keluarga yang menganggap bercerai masih lebih baik "ketimbang" tidak
 menikah sama sekali.
 Usia 30 tahun adalah angka keramat, jika sampai usia tersebut seseorang
 belum menikah dan tidak ada tanda-tanda menjalin hubungan serius, orang
 akan berpikir apakah ada yang salah dengan orang tersebut.

 4. Uang
 Biasanya terjadi pada wanita.
 Desakan ekonomi ternyata menjadi salah satu alasan   sebagian perempuan
 untuk menikah. Memiliki suami kaya raya, hidup enak tanpa perlu bekerja
 keras masih menjadi impian. Banyak pula yang akhirnya bercerai ketika usia
 perkawinan mereka belum berjalan 5 tahun.

 Pati (35)seorang ibu satu  anak dan sudah bercerai di usia 29 tahun,
 membagi pengalamannya :
 "Meski mantan suami saya berasal dari keluarga kaya, tetapi sejak tahun
 lalu ia berhenti memberi tunjangan pada anak kami. Sekarang saya
 melanjutkan kuliah dan bekerja keras membesarkan anak saya, kelak ketika
 ia akan menikah saya akan memastikan ia menikah karena cinta, bukan uang".


 5. Membuat deadline kapan menikah
 Membuat deadline kapan kita akan menikah sah-sah saja, tergantung apa
 motivasi yang melatar belakanginya. Dengan adanya deadline kita akan
 bekerja keras untuk mencapai tujuan, asalkan bukan menikah hanya untuk
 melengkapi tujuan.


 LEBIH BAIK...

 Tahu apa yang dicari
 Tanyalah pada diri sendiri ; bagaimana kita ingin menjalani hidup ?
 dengan siapa ? di mana ? setelah semua pertanyaan itu terjawab, siapa tahu
 Anda akan sadar kalau selama ini hanya membuang waktu karena berhubungan
 dengan orang yang salah.

 Hargai target pasangan
 Jika sekarang Anda sudah menemukan the   right person tetapi ia belum
 ingin menikah, bersabarlah. Pernikahan bisa terjadi jika dua belah pihak
 sudah siap bukan ?

 DON'T...

 Menikah menjadi tujuan hidup
 Lebih baik menunda atau bahkan menolak lamaran jika hati kecil kita
 mengatakan tidak, daripada menghabiskan hidup tanpa rasa bahagia. Masih
 ingat kisah Becky di atas bukan ? karena obsesinya untuk menikah ia jadi
 "gelap mata" dengan menjalin hubungan dengan pria yang salah.

 Semua dijadikan beban
 Mari kita andaikan deadline Anda telah lewat dan Anda masih juga melajang.
 Atau misalnya Anda telah menjalin hubungan dengan seorang pria /wanita
 yang baik tetapi he or she's not the one, dan Anda merasa kesal karena
 merasa membuang waktu dengannya. Sebenarnya tidak ada yang sia-sia,
 jadikan pengalaman itu sebagai pelajaran.   Itu yang disebut dewasa. Tidak
 ada yang bisa menggantikan pengalaman hidup dari kesalahan yang pernah
 kita buat, karena dari situ kita justru bisa memilih orang yang lebih
 baik.

 Lupa bersyukur
 Seringkali kita jadi kecewa dan merasa jadi orang yang paling tidak
 berbahagia dan hidupnya tidak lengkap karena masih melajang. Kita jadi
 lupa kalau kita dikelilingi orang-orang   yang sayang dan perhatian ;
 keluarga, sahabat, teman-teman. Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak
 susu sebelangga.

 Seseorang yang percaya bahwa dirinya tetap manusia yang utuh meski belum
 memiliki pasangan, serta menikmati hidup dan membaginya dengan orang lain
 telah terbukti akan memiliki perasaan yang kuat dan biasanya kelak
 memiliki hubungan yang sehat dan menyenangkan dengan pasangannya. Biarkan
 semua mengalir dengan wajar, tak ada yang perlu dikejar. Selama kita
 tetap membuka diri untuk bertemu banyak orang,
 seseorang yang tepat & istimewa akan datang pada saat yang tepat.

 So, think carefully before getting married friends, bro n sista_,___










The contents of this e-mail and attachments are confidential and subject to
legal privilege. If you are not the intended recipient, you are strictly
prohibited and may be unlawful to use, copy, store, distribute, disclose or
communicate any part of it to others and you are obliged to return it
immediately to sender or notify us and delete the e-mail and any attachments
from your system. PT BANK PERMATA TBK and subsidiaries do not accept
liability for loss or damage resulting from computer viruses. The integrity
of e-mail across the internet cannot be guaranteed and PT BANK PERMATA TBK
will not accept liability for any claims arising as a result of the use of
this medium for transmissions by or to PT BANK PERMATA TBK.



This message is the property of Draftfcb and contains information which may
be privileged or confidential. It is meant only for the intended recipients
and/or their authorized agents.  If you believe you have received this
message in error, please notify us immediately by return e-mail and destroy
any printed or electronic copies of the message.  Any unauthorized use,
dissemination, disclosure, or copying of this message or the information
contained in it, is strictly prohibited and may be unlawful.
Thank you for your cooperation.
(A)









 
____________________________________________________________________________________
Now that's room service!  Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- berpikir jernih lah sebelum melakukan reply ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke