---------- Forwarded message ----------
From: TeJO <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Feb 13, 2007 3:16 PM
Subject: [smokingcorner] Fwd: Penyakit Musim Pancaroba
To: Rokokkan and Mojok [EMAIL PROTECTED]
*Penyakit Musim Pancaroba*
*WASPADA Online*

Tak usah heran kalau belakangan ini praktek dokter dipenuhi banyak pasien
sedikit melebihi biasanya. Musim pancaroba mungkin menjadi salahsatu biang
keladinya. Pancaroba yang dimaksud disini adalah masa-masa pergantian musim
dari kemarau ke musim hujan.
Pertukaran cuaca yang sering terjadi dalam seketika di saat peralihan musim
memang sedikit banyak akan berpengaruh bagi tubuh, karena dengan perubahan
suhu udara tubuh juga harus bekerja lebih keras untuk menyesuaikan
keadaannya, dan karena itu pula penyakit akan lebih gampang datang
menyerang.
Penyakit-penyakit yang biasa menyerang di saat ini antara lain gangguan
saluran pencernaan, demam maupun penyakit-penyakit gangguan pencernaan.
Memang, sekilas penyakit-penyakit tersebut bukan penyakit yang serius, namun
bila tidak ditangani sebagaimana mestinya tentu bisa mengakibatkan akibat
yang lebih buruk. Apalagi mengingat cukup banyak wabah yang terus-terusan
menyerang seperti demam berdarah, chikungunya dan sebagainya, yang juga
turut dipengaruhi sanitasi lingkungan yang kurang baik. Musim Pancaroba dan
Mudahnya Tubuh Terserang Penyakit
Baik musim kemarau dan musim hujan memang memiliki karakteristik
masing-masing dalam menyebabkan penyakit-penyakit tertentu, namun masa
pancaroba dimana musim yang satu mengalami peralihan ke musim yang lain
sering dipandang banyak ahli lebih mudah mempengaruhi keadaan tubuh dalam
menghadapi serangan berbagai penyakit.
Salah satu proses yang berperan adalah keadaan di musim pancaroba yang
sering menyebabkan terjadinya hujan latau tidak merata, sementara bagian
lain tetap beriklim panas dan dipenuhi debu. Tidak meratanya angin di
kawasan hujan tersebut akan mudah menerbangkan debu dan berbagai kotoran
yang masih tersisa di kawasan kering dibanding pada musim kemarau. Wajar
pula kalau yang lebih rentan terserang penyakit adalah anak-anak dan lansia
karena sistem pertahanan tubuh yang tak sebaik orang dewasa, begitu pula
dengan kekebalan yang belum terbentuk sepenuhnya terhadap banyak jenis kuman
pada usia dini. Berbagai Infeksi Yang Bisa Terjadi
Gagalnya pertahanan tubuh melawan kuman yang menyerang tubuh seringkali
ditandai dengan demam. Disaat demam, sebenarnya tubuh menunjukkan sinyal
bahwa proses pertahanan berikutnya melawan infeksi sedang terjadi.
Penyesuaian suhu tubuh ini juga akan lebih terlihat pada anak-anak terutama
usia balita meski bukan sama sekali tak mungkin terjadi sama parah dengan
orang dewasa.
Karena salah satu jalan masuk infeksi yang paling mudah adalah melalui
inhalasi (terhirup) maka salah satu organ yang paling rentan terserang
adalah organ-organ pernafasan. Infeksi yang terjadi pada organ ini jelas
memberikan gejala gangguan pernafasan mulai dari batuk, pilek, bersin hingga
sesak nafas tergantung dari keparahan penyakitnya.
Demam yang dijumpai juga bisa beragam dari 37,5 hingga mencapai 40 derajat
Celcius. Bila infeksi hanya terjadi pada saluran pernafasan bagian atas,
biasanya gejalanya lebih ringan berupa gejala flu ringan seperti batuk dan
pilek. Gejala ini bisa bertambah parah bila sudah terjadi peradangan di
daerah tenggorokan. Yang harus lebih diwaspadai adalah infeksi yang
menyerang saluran pernafasan bawah karena erat sekali hubungannya dengan
radang paru-paru dan penyakit -penyakit serius seperti pneumonia.
Selain gangguan pada sistem pernafasan, penyakit yang kerap menyerang adalah
penyakit-penyakit saluran pencernaan. Musim pancaroba juga berperan besar
dalam menyebabkan banyaknya pencemaran terhadap makanan dan minuman, dan
diperparah dengan seringnya cuaca yang tak menentu ini menyebabkan pola
makan ikut terganggu. Mulai dari rasa mual akibat peningkatan asam lambung
yang sering dikenal dengan penyakit maag, muntah hingga diare sering
terjadi.
Gangguan-gangguan ini juga akan mempengaruhi terjadinya gangguan lain di
luar saluran pencernaan seperti sakit kepala dan demam yang juga bisa
meningkat dengan suhu sangat tinggi akibat kekurangan cairan yang terjadi
pada tubuh. Penyakit yang tampaknya terkesan sepele ini sama sekali tak
boleh dibiarkan karena memiliki pengaruh besar terhadap malnutrisi dan yang
lebih parah, kematian bila asupan cairan tubuh tidak terganti sebagaimana
mestinya, dan kekurangan cairan yang dikenal dengan istilah dehidrasi ini
sama bahayanya bagi semua golongan umur baik anak-anak maupun dewasa.
Tindakan-Tindakan Pencegahan dan Penanganan
Satu-satunya tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga
tubuh agar tidak terserang penyakit, karena faktor cuaca dan perubahan musim
merupakan hal yang tak bisa dihindari. Dan hal ini agaknya masih belum
tergolong merata penyebaran pengetahuannya bagi banyak lapisan masyarakat
kita.
Banyaknya obat bebas yang tersedia di pasaran juga sering dituding sebagian
ahli memperparah rendahnya kesadaran masyarakat ini untuk tanggap terhadap
gejala-gejala penyakit lain yang bisa jadi lebih serius ketimbang gangguan
biasa. Hal ini tampak dari banyaknya pasien di berbagai rumahsakit dan
praktek dokter yang baru mendatangi fasilitas tersebut dalam kondisi sudah
sangat menurun, dan ini terkait juga dengan aspek lain yang sangat perlu
diperhatikan dalam masa-masa pancaroba ini, yaitu masalah perawatan pertama
yang bisa dilakukan orang-orang yang berada di sekitar penderita.
Dalam masalah diare misalnya, lebih banyak orang yang lebih dulu mencari
obat ketimbang mengusahakan pemberian cairan, padahal merupakan tindakan
yang paling penting dalam mengatasi gangguan seperti ini, dan bentuk cairan
yang diberikan juga perlu diperhatikan. Tak hanya sekedar air putih yang
juga perlu diberikan, cairan yang mengandung elektrolit seperti komposisi
cairan tubuh yang dikeluarkan saat mencret atau muntah mutlak harus
diberikan, yakni mengandung garam dan sedikit gula seperti yang terkandung
pada sediaan oralit.
Kemudian makanan-makanan yang bersifat merangsang seperti yang asam, pedas
atau terlalu berlemak juga harus dihindari selain memperhatikan kandungan
gizi makanan yang harus terus diberikan. Sementara dalam mengatasi
gangguan-gangguan saluran pernafasan sebaiknya perhatikan baik-baik
gejalanya, dan untuk demam jangan lupa untuk mengompres bila panas tubuh
terlalu tinggi.
Obat penurun panas yang diberikan juga harus diperhatikan agar benar-benar
sesuai dengan dosis penderita, apakah anak-anak atau dewasa. Pemberian
obat-obat antikejang kadang diperlukan bila demam tak juga teratasi, dan
segera periksakan ke dokter bila demam tidak cepat turun. Di luar
tindakan-tindakan khusus ini, secara umum yang paling diperlukan adalah
tindakan pencegahan seperti disebutkan diatas.
Untuk menyesuaikan kondisi dengan datangnya musim pancaroba seperti sekarang
sebaiknya jangan pernah lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan
daya tahan tubuh dengan memperhatikan asupan nutrisi yang mencukupi, agar
penyakit tak lagi bisa menyerang pertahanan tubuh kita dengan mudah. (dr.
Daniel Irawan) ()
-- 
*"A Civilized, Professional, Modern Biker"*

TRiC - 077
InBIKE - 031
HTML - 853
HORNET - 151
INSERT - 006
FSRJ 'ers
----------------------------------------
http://dickydewa.multiply.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- berpikir jernih lah sebelum melakukan reply ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke