---------- Forwarded message ----------
Subject: [smokingcorner] Sergapan Pak Kades
To: smo'KINGcorner <[EMAIL PROTECTED]>
*Sergapan Pak Kades *
Selasa 13 Februari 2007, Jam: 9:46:00
Nama Hadiman, 45 tahun, cukup terkenal di Desa Talangdaun Kecamatan Binjai
Agung (Lampung Tengah), maklum dia seorang Kades. Tapi belakangan ini
namanya makin ngetop lagi. Bukan karena prestasi kerjanya, tapi karena
kelakuannya memperkosa anak gadis salah seorang warganya. Gara-gara ulahnya
pula, nasib Pak Kades di ujung tanduk.
Gadis malang itu bernama Umi, 18 tahun. Di kampung Talangdaun namanya cukup
populer di kalangan remaja seusianya. Soalnya dia memang merupakan kembang
desa. Setiap kumpul-kumpul yang dibicarakan pastilah si Umi yang ayu, yang
anaknya Ny. Mundriyah. Yang bodinya seksi, yang betisnya mbunting padi, dan
so pasti, kulitnya putih bersih bak marmer Lampung. "Anak Bu Mundriyah
memang top
," begitu para remaja yang mengagumi kecantikan si Umi.
Andaikan Umi tumbuh sebagai gadis yang cantik, sebetulnya tak lepas dari
pepatah: buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Maksudnya , Ny . Mundriyah
sebagai produsennya memang juga cantik. Dalam usianya 60 tahun kini, dia
masih nampak mempesona jiwa. Jadi mirip-mirip Mooryati Sudibyo-lah. Cuma
pengusaha jamu ini anggota DPD, sedangkan Ny. Mundriyah naik PPD saja nggak
pernah.
Remajanya dulu, Ny. Mundriyah juga banyak peminatnya. Bahkan sekarang ini,
kalau dia mau, juga ada tetangga kakek-kakek usia 73 tahun mengajaknya
menikah. Tapi buat apalah, kakek jompo macam begitu pastilah burungnya sudah
kena flu. Lagi pula, kawin lagi dalam usia setua ini kan nambah penyakit
saja. "Ngurus anak sendiri saja repot, masih harus mengurus anak orang,
nggak lah iyauw
." begitu sikapnya selalu.
Umi akhirnya juga mengikuti garis ibunya, laris manis. Begitu banyaknya
cowok yang tertarik padanya, sampai-sampai lelaki usia 40-an tahun ikut pula
ambil bagian. Dia adalah Hadiman, Kades Talangdaun sendiri. Setiap melihat
putri tunggal Ny. Mundriyah, pendulumnya langsung kontak. Pak Kades jadi
lupa akan umurnya, Pak Pekon (Kades) lupa bahwa di rumah sudah ada istri dan
anak-anak.
Menepiskan sorotan tetangga dan kanan kiri, Hadiman berusaha mendekati Umi,
bersaing dengan para pemuda yang pantas jadi anak-anaknya. Awalnya gadis itu
sangat hormat pada Pak Kades, tapi begitu ujungnya bernuansa aspirasi urusan
bawah, dia jadi menjauhi. Kalau diajak bareng satu mobilnya tak mau lagi.
Umi mendingan naik angkot, dari pada satu mobil tapi tangannya lecek dan
remek diraba-raba Pak Kades.
Etika dan moral Kades Hadiman agaknya sudah putus. Sudah tahu Umi tak
menanggapi aspirasi arus bawahnya, dia masih juga ngotot. Pendekatan
horizontal menemui jalan buntu, ditempuhlah pendekatan vertikal. Maksudnya,
diam-diam Pak Kades menempel pada Ny. Mundriyah, agar perempuan tua itu bisa
melumerkan hati anaknya, sehingga mau bertekuk lutut dan berbuka paha pada
Pak Kades.
Lagak Pak Kades memang tengil sekali. Lupa pada status dan kedudukannya,
setiap datang ke rumah Ny. Mundriyah dia selalu membawa oleh-oleh kegemaran
si nenek. Dari kue yang empuk-empuk, sampai roti yang keras-keras bisa buat
nimpuk anjing. Tapi karena ibu Umi tahu jerohan si lelaki itu, makanan itu
diterima saja, tapi jangan harap dia mau menaklukkan hati anak perempuannya.
"He Pak Kades, ingat dong sama anak bini di rumah. Memangnya sampeyan mau
poligami kayak pejabat pusat?" sergah Ny. Mundriyah terang-terangan.
Untuk kesekian kalinya target Pak Kades membentur batu karang. Langsung ke
anak, ditolak. Melobi ibunya, tak direken. Kalau dia punya malu mestinya Pak
Kades lalu mundur teratur dan kembali pada keluarga. Tapi karena setan sudah
menguasai jiwanya, penolakan itu tak digubris Hadiman. Kata setan memberi
semangat: ole-ole kota raja, kalau nggak boleh ya diperkosa saja!
Lalu tekad tersebut betul-betul hendak diwujudkan dalam karya nyata.
Beberapa hari lalu dia mendatangi rumah Ny. Mundriyah. Meski sudah disambut
dengan wajah ditekuk, Hadiman masuk saja ke dalam. Dan ketika wanita tua itu
ke dapur untuk membenahi kayu bakar, tahu-tahu Kades Hadiman menerobos ke
kamar. Umi yang sedang tidur disiang langsung ditindih dan diperkosa,
gusrak-gusrak, gusrakkkk!
Umi menangis histeris, tapi ketika ibunya datang, Pak Kades sudah kabur
loncat jendela. Sedangkan Ny . Mundriyah bisanya tinggal melapor kepada
Polres Lampung Tengah termasuk pada pak Camat Binjai Agung. Akibat laporan
itu Hadiman kini dalam posisi seperti telur di ujung tanduk. Uniknya, Pak
Kades ketika dikonfirmasi media massa , menolak tuduhan itu. "Gila apa saya
memperkosa Umi, wong sudah seperti adik sendiri," kilahnya sok alim. (LM)
--
*"A Civilized, Professional, Modern Biker"*
TRiC - 077
InBIKE - 031
HTML - 853
HORNET - 151
INSERT - 006
FSRJ 'ers
----------------------------------------
http://dickydewa.multiply.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- berpikir jernih lah sebelum melakukan reply ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---