nah tumben neh lurus, setubuh lah buat lo yoy, sholat, do'a ama ngaji, penyatuan yang klop abis. mohon maaf jika tidak berkenan.
----- Original Message ---- From: budhi cahyono yoyo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, February 15, 2007 2:47:00 PM Subject: [ForBas] Re: SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN untuk pegangan hidup yang baik..sholatlah lima waktu, doa dan membaca al-quran...!!! gw bilang bagusssssssssssssss banget...dunia aherat serta berkumpulah dengan orang soleh..!!! ( anak-anak inbike dong soleh-soleh serta berbakti..!!! amin..) ----- Original Message ---- From: Eko Budi Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, February 15, 2007 2:05:29 PM Subject: [ForBas] SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN <!-- _filtered {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;} _filtered {font-family:Verdana; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;} _filtered {font-family:"Trebuchet MS"; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {margin:0in; margin-bottom:.0001pt; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman";} h3 { margin-right:0in; margin-left:0in; font-size:13.5pt; font-family:"Times New Roman"; font-weight:bold;} a:link, span.MsoHyperlink {color:blue; text-decoration:underline;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {color:blue; text-decoration:underline;} p { margin-right:0in; margin-left:0in; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman";} span.EmailStyle17 { font-family:Arial; color:navy;} _filtered { margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;} div.Section1 {} --> Sebuah cerita yang kl gw bilang sangat bagusssssssss banget & salah satu cerita yang bisa menggugah cara pandang gw mengenai hidupÂ… ;) SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN kiriman dari seorang teman....... .......semoga bermanfaat, ------------ --------- ----- SEMUA TERJADI KARENA SUATU ALASAN Semua dimulai dari impianku. Aku ingin menjadi astronot. Aku ingin terbang ke luar angkasa. Tetapi aku tidak memiliki sesuatu yang tepat. Aku tidak memiliki gelar. Dan aku bukan seorang pilot. Namun, sesuatu pun terjadilah. Gedung Putih mengumumkan mencari warga biasa untuk ikut dalam penerbangan 51-L pesawat ulang-alik Challanger. Dan warga itu adalah seorang guru. Aku warga biasa, dan aku seorang guru. Hari itu juga aku mengirimkan surat lamaran ke Washington . Setiap hari aku berlari ke kotak pos. Akhirnya datanglah amplop resmi berlogo NASA. Doaku terkabulkan. Aku lolos penyisihan pertama. Ini benar-benar terjadi padaku. Selama beberapa minggu berikutnya, perwujudan impianku semakin dekat saat NASA mengadakan test fisik dan mental. Begitu test selesai, aku menunggu dan berdoa lagi. Aku tahu aku semakin dekat pada impianku. Beberapa waktu kemudian, aku menerima panggilan untuk mengikuti program latihan astronot khusus di Kennedy Space Center . Dari 43.000 pelamar, kemudian 10.000 orang, dan kini aku menjadi bagian dari 100 orang yang berkumpul untuk penilaian akhir. Ada simulator, uji klaustrofobi, latihan ketangkasan, percobaan mabuk udara. Siapakah di antara kami yang bisa melewati ujian akhir ini? Tuhan, biarlah diriku yang terpilih, begitu aku berdoa. Lalu tibalah berita yang menghancurkan itu. NASA memilih Christina McAufliffe. Aku kalah. Impian hidupku hancur. Aku mengalami depresi. Rasa percaya diriku lenyap, dan amarah menggantikan kebahagiaanku. Aku mempertanyakan semuanya. Kenapa Tuhan? Kenapa bukan aku? Bagian diriku yang mana yang kurang? Mengapa aku diperlakukan kejam? Aku berpaling pada ayahku. Katanya,"Semua terjadi karena suatu alasan." Selasa, 28 Januari 1986, aku berkumpul bersama teman-teman untuk melihat peluncuran Challanger. Saat pesawat itu melewati menara landasan pacu, aku menantang impianku untuk terakhir kali. Tuhan, aku bersedia melakukan apa saja agar berada di dalam pesawat itu. Kenapa bukan aku? Tujuh puluh tiga detik kemudian, Tuhan menjawab semua pertanyaanku dan menghapus semua keraguanku saat Challanger meledak, dan menewaskan semua penumpang. Aku teringat kata-kata ayahku, "Semua terjadi karena suatu alasan." Aku tidak terpilih dalam penerbangan itu, walaupun aku sangat menginginkannya karena Tuhan memiliki alasan lain untuk kehadiranku di bumi ini. Aku memiliki misi lain dalam hidup. Aku tidak kalah; aku seorang pemenang. Aku menang karena aku telah kalah. Aku, Frank Slazak, masih hidup untuk bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doaku dikabulkan. Tuhan mengabulkan doa kita dengan 3 cara : 1. Apabila Tuhan mengatakan YA Maka kita akan mendapatkan apa yang kita minta 2. Apabila Tuhan mengatakan TIDAK Maka kita akan mendapatkan yang lebih baik 3. Apabila Tuhan mengatakan TUNGGU Maka kita akan mendapatkan yang TERBAIK sesuai dengan kehendak NYA Warm Regrads, eko.budi _______________________ Stones taught me to fly Love taught me to cry Life taught me to die ================================= scanned by Indosat TM-IMSS System Need Mail bonding? Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users. ____________________________________________________________________________________ Bored stiff? Loosen up... Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games. http://games.yahoo.com/games/front --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ --- berpikir jernih lah sebelum melakukan reply --- . To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
