Zev. Sudah lamo kito tak jumpo. Ini hari Prabu mau cerito soal klakson mobil.

Aku gak tahu yg disebut klakson itu apanya? Tombolnya, speakernya atau
bunyinya. Sebab kalau aku bilang ke supir, "coba klakson biar dia
minggir!". Eh si supirku itu mencet pusat setir mobil.Namun jika
anakku dengar klakson mobilku, ia lari mendekat pertanda ayahnya
datang.

Jadi apa itu yg namanya klakson? Ah, biarlah mereka yg mengerti secara
epistimologi, ape ontologi atau patologi dan logi2 lainya saja yg
menjelaskannya.

Kita kembali kecerita klakson mobil yg sehari-hari kita temui. Baik yg
naik mobil pribadi. Apa yg lagi gelantungan di metromini. Atau yg lagi
ngontel naik sepeda. Malah yg sedang jalan kaki. Semuanya pasti pernah
mendengar bunyi klakson.

Setiap mobil sesuai desainnya telah memiliki klakson. Cuma anehnya
sudah belasan kali ganti mobil, di manual booknya tidak pernah kutemui
cara/petunjuk menggunakan klakson. Petunjuk menyalakan/ menggunakan
lampu ada. Ganti ban ada. Ganti oli apalagi.

Karena gak ada petunjuk dan aturannya maka banyak orang menggunakan
klakson sak enak udele dewe (semau gue).

Contoh. Tetanggaku (sori tetangga. Jika nanti baca dan tidak benar,
jangan di somasi ya. Mesam mesem saja). Sebab Prabu itu tetangganya
banyak. Ia golongan orang nomaden alias numpang mangan dan ngeden bisa
di mana saja.

Eh, sampai mana tadi. Oh ya. Seorang tetanggaku sekomplek punya mobil.
Ia jika pulang memiliki kebiasaan selalu membunyikan klakson 3X tet..
tettttt.. tettttttttttt, dengan bunyi yg pekak. Dan hebatnya secara
'otomatis' pintu pagar rumahnya terbuka. Dan dengan mudah mobil yg
dikendarainya masuk halamannya. Beres.

Kelakuan itu sebetulnya tak membuat masalah, jika ia merasa tinggal di
komplek real estate di mana setiap rumah memiliki halaman 2000 m2
dengan taman yg luas. Nah ini tinggal di real estate yg Cuma luas
tanahnya 200m2 dengan jalan umum yg memiliki row 6 m, lha kok mainin
klakson tat tit tettttt. Kalau tetangganya orang yg responsif seperti
aku, dengar bunyi klakson macam itu, gedubrakkk, reflek buka pintu
rumah. Hah, jebule tetangga sebelah yg datang.

Juga ada lagi tetangga (Sori yg merasa jadi tetangga), punya kelakuan
unik. Selalu membunyikan klakson mobil saat berpapasan denganku yg
lagi jalan2 santai. Bunyi klaksonnya 2X, tet tet, pendek2. Sambil
mengangkat tangan kanannya dari dalam mobil (bisa terlihat jelas
karena kaca mobilnya bening). Oh, artinya dia menyapaku. Meskipun
namaku bukan pak tetet.

Ada lagi, tetangga (hehehe Prabu tetangganya banyak). Ia punya
kebiasaan selalu membunyikan klakson saat akan melewati jembatan. Yg
kumaksud bukan jembatan penyeberangan yg melintang 5 meter diatas
jalan. Tetapi jembatan yg melintas sungai. Tetanggaku ini selalu
membunyikan klakson 2x tet, tet, pendek2, saat menjelang 10 meter dari
jembatan yg akan dilaluinya. Padahal waktu itu jalan malam hari dan
sepi. Jadi sepanjang ketemu jembatan ia selalu membunyikan klakson.
Iseng2 kutanya, "kenapa kok setiap mau lewat jembatan mainin klakson?"
"Kita permisi lewat", jawabnya.

Nah soal permisi lewat ini, aku ada pengalaman lucu lagi. Seorang
tetangga (suwer ini tetangga baru), ia mendatangi rumahku dan
menghimbauku, kalau saat mengemudikan mobil dan memasuki jalan yg
melewati rumahnya agar membunyikan klakson. Sebetulnya himbaunnya
menggelikan. Namun aku baru 'ngeh' setelah melakukan investigasi
kecil2an.

Tetangga itu sebetulnya anak seorang tokoh di kampung itu. Tokoh
disini artinya yg dituakan dan dihormati. Kebetulan rumah dia itu
sering dibuat nongkrong oleh anak2 muda kampung itu. Jadi kalau
kuartikan secara positif, himbauannya itu agar aku permisi saat
mengemudikan mobil melewati rumahnya. Gak apa2. Jadi sejak saat itu
aku selalu mencet klakson 1x tet, pendek. Ada dia atau tidak saat
melewati jalan depan rumahnya. Konon, gara2 gak bunyiin klakson
seorang sopir kena bogem mentah.

Pengalaman kena bogem gara2 gak bunyiin klakson, rupanya berbanding
terbalik dengan pengalaman tetanggaku lainnya (suwer kalau ini
tetangga di Koki). Sebabnya, gara2 mencet klakson, ia mendapat
todongan beceng di jidatnya. Serem.

Bunyi klakson bisa diinterpretasikan macam2. Dalam tragedi ITC Permata
Hijau, seorang saksi mengatakan, ia sempat mendengar bunyi klakson
berulang2 sebelum terdengar bunyi benturan keras. Artinya, pengemudi
mobil yg naas itu sempat panik dan meminta tolong dengan cara memencet
klakson. Namun apa daya Tuhan berkehendak lain.

Nah agar para komunitas KCM yg kucintai ini tidak mendapatkan
pengalaman serem gara2 klakson, berikut ini sejumlah tips dan trik
menggunakan klakson di kota Jakarta.

1. Bunyikan klakson 1X, tet (pendek), saat mengemudikan mobil akan
memasuki jalan kecil (gang). Di mulut gang biasanya banyak digunakan
orang sebagai pangkalan ojek. Dengan membunyikan klakson berarti Anda
telah permisi mau lewat.

2. Bunyikan klakson 2X, tet tet (pendek), saat berpapasan dengan
kenalan yg sedang jalan kaki.. (Sunguh, disapa seseorang yg bermobil,
meskipun kita sedang jalan kaki hati ini terasa senang sekali).

3. Bunyikan klakson 1X tettttttt (panjang), jika ingin mendahului
kendaraan di depannya.

4. Jangan mencoba membunyikan klakson dengan maksud mendahului
iring-iringan pejabat. Percuma. Bikin emosi dan gak bakalan dikasih
lewat.

5. Jangan mencoba membunyikan klakson ditengah kemacetan yg kronis.
Percuma buang2 energi. Ikutin saja metromini, dijamin pasti lolos dari
kemacetan.

6. Jangan membunyikan klakson lebih dari 3X tettttttt, tettttttt,
teeeeeettttttttt dengan maksud agar dikasih jalan. Sebab bunyi yg ke 4
hanya akan menghasilkan perselisihan. Jika didepan kita itu mobil
angkot, sopirnya pasti marah dan nyumpahin kita. Namun jika ia aparat,
pasti beceng nempel dijidat.

Ok. Aku pikir banyak pengalaman dari kokier lain tentang klakson.
Memperlakukan klakson secara manfaat atau mudarat adalah pilihan
pengemudi. Bayangkan jika di mobil Yarisnya si Suhu kentir itu gak ada
klaksonya, ia akan buka kaca mobil dan teriak2, "hoi, wong edan mau
lewat!" Pasti sampai kampus gak jadi ngajar. Swarane entek.

Buat Zev. Thanks telah baca tuntas tulisan slebor ini. Terserah mau
dimasukkan dalam rubrik manapun. Asal jangan ke recycle bin, ya. Salam
hangat.

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke