*Depok Uji Coba "Green Way " Arus Balik dari DKI Jakarta*

[DEPOK] Pemerintah Kota Depok mulai menguji coba sistem lalu lintas *green
way, *khusus untuk arus balik dari DKI Jakarta menuju Kota Depok, Senin
(11/6) sore. Dalam sistem itu, kendaraan yang datang dari arah Jakarta
menuju Kota Depok, diberi prioritas berjalan duluan, khususnya pada jam-jam
macet, yakni antara pukul 17.30 hingga pukul 20.00 WIB.

Salah satu jalan percontohan adalah Jalan Margonda, yang juga sebagai
kawasan tertib lalu lintas. Sebanyak 60 personel Polres Depok dan 39
personel Dinas LLAJ Depok, disiapkan di setiap perempatan jalan yang
dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas ( *traffic light*).

"Meski lampu menyala merah, kendaraan yang balik dari Jakarta menuju Depok,
tetap bisa jalan. Namun, sifatnya situasional. Artinya, peraturan itu hanya
diberlakukan pada kurun waktu tertentu saja, tidak terus-menerus. Misalnya
10 menit, kemudian dinormalkan kembali," kata Wali Kota Depok, Nur Mahmudi
Ismail, di sela-sela uji coba itu, Senin (11/6) malam.

Didampingi Kapolres Depok, Ajun Komisaris Polisi (AKBP) Imam Pramukarno dan
Kepala Dinas LLAJ Kota Depok, Ety Suharyati, Wali Kota Depok itu mengatakan,
sistem tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bagi kelancaran warga
Depok, yang selama ini bekerja di DKI Jakarta.

Selama ini, dalam kondisi normal, seorang pengendara hanya memerlukan waktu
tempuh 10 menit menyusuri jalan sepanjang 5 km tersebut. Namun, pada jam-jam
sibuk, warga, khususnya masyarakat Depok yang bekerja di Jakarta, bisa
menghabiskan waktu lebih dari sejam di jalan tersebut.

Kapolres Depok, Drs Imam Pramukarno SH menambahkan, frekwensi kepadatan arus
balik kendaraan dari DKI Jakarta menuju Depok pada jam-jam sibuk, berkisar
antara 150-200 kendaraan per menit. "Jumlahnya sangat besar jika
dibandingkan dengan arus lalu lintas di Kota Depok itu sendiri, yang
rata-rata empat kendaraan per menit," tutur Imam.

*Tidak Sabar *

Sementara itu, dari pantauan *SP*, uji coba *green way *itu sempat membuat
bingung para pengemudi. Bagi pengemudi yang tertahan menjelang perempatan
jalan, karena diberinya kesempatan lewat bagi kendaraan dari arah Jakarta
sampai sekitar 10 menit lebih dari waktu biasanya, membuat mereka tampak
tidak sabar.

Bahkan, ada pengemudi yang marah melihat seorang petugas kepolisian yang
memegang rambu "Green Way Arus Balik", yang berdiri di tengah jalan menyetop
kendaraan, meski beberapa kali lampu lalu lintas sudah menyala hijau.
Akibatnya, perempatan jalan tersebut, berubah ingar-bingar oleh suara
klakson kendaraan yang telah mengantre cukup lama.

Wali Kota Depok melihat sendiri kondisi tersebut. Menurutnya, masih
dibutuhkan sosialisasi yang intens kepada pengendara yang selama ini berada
di Depok.

"Saya sendiri, beberapa hari lalu di jalan awalnya kaget, kenapa berhenti
kok lama sekali. Tetapi dengan sosialisasi yang dilakukan terus-menerus
dalam beberapa hari ini, nantinya semakin diketahui oleh masyarakat.
Mudah-mudahan itu dipahami masyarakat, khususnya pada jam-jam pulang kerja
begini," kata Nur.

Menurut Wali Kota, selama Jalan Margonda masih memiliki dua lajur, sistem
green way tersebut akan terus diterapkan. "Mudah-mudahan, tahun depan kalau
Margonda sudah bisa menjadi tiga lajur, kita akan lihat lagi
perkembangannya, sejauh mana kelancaran ini bisa tercapai," katanya. [151]


IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke