Buat Ian Kasela Assalamu'alaikum wr. wb.
Hai, bagaimana kabar kamu, Ian? Aku harap, kamu selalu dalam keadaan baik, sehat, dan bahagia selalu menyertai hidup kamu. Amin. Dan buat Radja, semoga selalu sukses, dan HIDUP buat Radja!!! Amin.. Ya Robbal Alamin.. Lewat surat yang awalnya entah harus ku alamatkan ke mana agar sampai di tangan Ian sendiri ini, aku ingin mengungkapkan segala yang aku rasakan selama ini pada Ian. Aku berharap, Ian tidak marah atau pun kecewa punya fans 'aneh' seperti aku ini. Sebelum dan sesudahnya, aku ucapkan terimakasih, karena Ian sudah mau membaca sendiri surat ini. Pertama-tama, perkenalkan, namaku Nada. Asal Jember. Kini, aku sedang menyelesaikan pendidikan D1 aku di sebuah sekolah khusus komputer, dan aku ambil jurusan Manajemen Informatika. Dari kecil, aku memang sangat suka musik. Apalagi menyanyi. Tapi, aku tidak pernah suka lagu-lagu dalam negeri, karena semua lagu Indonesia itu seperti suka tiru meniru penyanyi lain. Baik penyanyi luar negeri, mau pun sesama penyanyi dalam negeri. Sejak aku mengenal Radja, entah sejak kapan, dan dari mana, opiniku tentang musik indonesia yang selalu plagiatan jadi luntur. Aku menyukai Radja, sejak mendengarkan lagu Jujur dan Tulus yang kedengaran sedikit unik. Berbeda dari lagu-lagu indonesia yang pernah aku dengarkan sebelumnya. Kedua lagu ini benar-benar terasa keunikannya, dari alunan gitar listrik alias distorsi yang dimainkan. Dari liriknya pun terasa khas sekali, kalau yang menyanyikan masih kental dengan logat Melayu-Kalimantan-nya. Apalagi, saat aku mendengar lagu Wahai Kau Cinta, yang sangat sendu dan merdu. Saat itu, aku masih baru mengenal apa itu NSP, dan akhirnya, aku jadikan lagu itu NSP pertamaku. Banyak teman-teman yang suka. Berarti, aku tidak salah pilih NSP. Aku suka semua lagu-lagu Radja yang di album Langkah Baru. Terutama yang berjudul Manusia Biasa, Selalu Jauh Dari Cinta, Wahai Kau Cinta, Lepas Masa Lalu, Tetaplah Kau Jadi Milikku, dan Ini Aku Adanya. Memang, beberapa lagu yang tidak ada video klipnya (kecuali Manusia Biasa). Namun, lagu-lagu itu begitu sarat dengan arti cinta, impian, dan kehidupan. Trus, lagu-lagu Radja yang mengiringi masa transisiku dari remaja menuju dewasa, memberiku inspirasi untuk menjadi manusia biasa yang berprinsip hidup, dan tegas. Walau pun belum seratus persen aku bisa menjalani prinsip hidup itu. Trus, pas dengerin lagu-lagu Radja di album yang baru, Aku Ada Karena Kau Ada. Aku makin kagum aja. Karena baru kali ini, aku dengar, ada band yang maumendedikasikan rasa terima kasihnya pada Tuhan dan fans, lewat sebuah lagu, yang indah. Di album ini, aku paling suka lagu yang judulnya Pelangi, Cintailah Aku, Cinta Mati (14me 14you), Tak Ada Yang Sempurna, Angin, Ikhlas, dan Pintu Terakhir. Semuanya begitu enak dan indah didengarkan. Saat pertama kali aku nonton konser Radja itu, insyaallah, di RCTI, di acara Class Sensasi. Kalau tidak salah. Aku jadi makin suka sama Radja. Apalagi, dengan gaya vokalisnya yang suka loncat sana loncat sini. Aku sampai tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya. Malam itu, aku memang tidak bisa tidur, dan nonton tv, trus ada Radja. Radja benar-benar memberiku hiburan yang begitu indah. Namun, malam itu, aku masih tidak tau siapa saja nama personel Radja ini. Karena si vokalis yang jadi juru bicara, maka, aku mencoba menghafalkan wajahnya, sampai akhirnya aku tau siapa nama cowok yang setiap kali aku lihat selalu pakai kaca mata hitam ini. Namanya Ian Kasela. Yang bikin aku makin kagum, sama Ian adalah, dia itu unik dan kreatif banget. Kasela itu, kan singkatan dari Kalimantan Selatan. Aku jadi suka. Tapi, saat itu, aku ga bisa seratus persen nge-fans sama Radja. Karena perasaan aku masih terpaut sama idola-idola mancanegara, seperti Westlife, Robbie Williamms, dan Scorpions. Lama-lama, aku jadi ketagihan nonton konser Radja, dan suka liat gaya Ian Kasela ini. Sampai akhirnya aku sadar, kalau Radja itu benar-benar unik. Personelnya empat. Setiap dua orang punya wajah yang mirip. Seperti Ian dan Moldy, lalu Seno dan Indra. Trus, yang makin unik lagi, ternyata, Moldy main gitar pakai tangan kiri. Keren banget. Kalian harus pertahankan keunikan ini. Jangan sampai rusak hanya karena masalah yang tidak penting. Aku suka banget baca-baca artikel tentang Radja yang aku temukan di Internet. Karena, melalui artikel-artikel itu, aku jadi bisa belajar mengenal Radja. Ada satu berita yang sama sekali aku baru tau, dan ga nyangka. Ternyata, Ian sama Moldy itu kakak adik. Pantesan mirip. Aku makin kagum sama Radja, saat aku baca artikel sejarah berdirinya Radja. Aku kasihan sama kalian. Jatuh bangun mempertahankan Radja, sampai gagal-gagal, dan katanya, Ian jarang makan, sampai kelaparan gitu. Gimana aku ga terenyuh? Rasa suka aku sama Ian, berubah jadi rasa aneh. Sejak aku dengar Ian sudah beristri. Aku jadi sering nangis, dan kayaknya ada rasa cemburu dalam hati aku. Tapi, aku langsung menganggap, semua perasaan itu bulshit. Ga mungkin aku jatuh cinta sama Ian. Buru-buru aku menepis perasaan itu. Tapi, semakin ditepis, perasaan itu semakin buat aku serasa jadi tambah sayang banget sama Ian. Sepertinya aku tergila-gila sama Ian. Aku selalu berusaha untuk membunuh rasa itu, dengan cara menganggap Ian hanyalah orang maya dalam hidup aku. Tapi, tetap aja, rasa itu ga mau pergi. Aku benar-benar dibuat gila sama perasaan ini. Kadang, kalau aku kangen sama Ian, aku ngobrol sama posternya. Sepertinya, Ian denger aku ngomong. Itulah gambaran perasaan aneh aku sama Ian, kalau dituliskan. Aneh, ya..? Setiap kali ada orang yang menjelek-jelekkan Radja, emosi aku langsung ga terkontrol. Aku bisa sangat marah, dan ga rela. Aku merasa, orang yang suka menjelek-jelekkan Radja itu, sama sekali ga punya perasaan. Ga tau, kalau Radja itu bagus banget, dan lebih bagus dari pada band-band lainnya. Bagiku, Guns N Roses ga ada apa-apanya sama Radja. Metallica juga sekarang jauh di bawah, kalau dibandingkan sama Radja. Kalau aku disuruh memilih antara Radja dan Bon Jovi, yang selama ini Om Jon jadi idola aku, lebih milih Radja. Pokoknya, Radja is the first for me, deh. The best banget, lah.. Ada cerita menarik. Begini.. semua teman aku tau, kalau aku suka sama Radja. Terutama Ian Kasela. Kalau sudah ngomongin Radja, pasti ga ada habisnya. Ga ada matinya. Ga pernah bisa berhenti, geto. Jadi, lebih baik, distop dulu sampai sini. Kapan-kapan, dilanjutin lagi. Regards, Dicky Dewa -- <NF125 City Cruiser> B 6537 KCL <> KHCC 011 http://lampuhijau.wordpress.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ --- We moderators work for free only for your convenience in our milis. Help us and obey the rules or be gone! --- . To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
