Two Wheels, For Fun, Pleasures and Daily Use

   <http://freemagz.com/images/edisi/05-20/2wheels> Two wheels. Dua kata
yang sangat identik dengan kendaraan roda dua. Berbicara soal kendaraan roda
dua, ada banyak sekali cakupannya, sebutlah sepeda, scooter electric/
listrik, goped, maupun motor. Dari berbagai cakupan itu tadi, masih terbagi
lagi dalam berbagai jenis atau tipe yang juga beragam. Misalnya sepeda, ada
jenis mountain bike, dari goped, ada tipe off road, dan lain sebagainya.
Untuk motor apalagi, mulai jenis bebek (underbone), sport, touring, scooter,
trail dan masih banyak lagi. Kesemuanya merupakan sebuah definisi yang cukup
luas akan kendaraan beroda dua.

Namun, kali ini kita akan membahas sepeda motor dalam porsi yang lebih
banyak dibandingkan dengan  kendaraan roda dua jenis lainnya. Kenapa? Sebab
motor saat ini merupakan hot issue yang pantas untuk  dibicarakan. Motor
kini menjadi sebuah alat transportasi primadona di Jakarta jika tidak ingin
dibilang fenomenal. Disebut demikian sebab dengan semakin crowded-nya lalu
lintas di Jakarta, banyak kaum urban metropolitan yang mengalihkan alat
transportasinya dari mobil ke motor. Alasannya pun cukup masuk akal. Praktis
dan efisien dari banyak sisi. Praktis karena tidak perlu mengantri lama di
saat macet, mudah mencari tempat parkir, dan lain-lain. Efisien karena biaya
transportasi sudah pasti jauh lebih irit dibanding dengan mobil. Di samping
itu, hemat waktu juga menjadi alasan utama. Sampai rumah tepat waktu
sehingga bisa menghabiskan waktu lebih lama dengan keluarga (bagi yang telah
berkeluarga), atau bisa beristirahat lebih lama di rumah daripada
bermacet-macetan di jalan raya menjadi faktor yang cukup membuat motor
menjadi pilihan.

Tak ada lagi gengsi maupun rasa segan untuk berpanas-panasan atau bergelut
dengan debu jalanan, asalkan tujuan bisa dicapai dengan segala kemudahan.
Bahkan tak jarang, para kaum urban yang tadinya menjadikan sepeda motor
sebagai alat untuk having fun, pleasures dan alat transportasi kala weekend,
kini juga mengalih fungsikan kendaraannya menjadi kendaraan harian. Namun
umumnya mereka tidak membiarkan tungganannya tampil seadanya, melainkan
didandani sedemikian rupa agar tetap bisa mencerminkan si pemiliknya dan
menambah rasa percaya diri kala mengendarainya.

Berikut ini akan kita ulas beberapa contoh jenis kendaraan roda dua (tak
hanya motor) yang bisa digunakan baik untuk sekedar fun, pleasures, daily
use maupun gabungan dari ketiganya. Ulasan kali ini tak hanya mengenai
jenisnya saja, namun juga coba mengulas tentang dandanan apa saja yang
sekiranya cocok dan sedang tren diterapkan di kendaraan roda dua.

*Sepeda Lowrider*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/low> Sepeda yang aslinya dari
Amerika Serikat ini memang ditujukan untuk sekedar bersenangsenang, umumnya
di kala libur atau saat weekend. Pemakaiannnya pun biasanya tidak terlalu
jauh, mungkin jarak dekat seperti seputaran komplek perumahan.
Untuk dandanan banyak mengaplikasikan pernak-pernik dari sepeda tua dan juga
didandani mengarah ke vintage, namun dengan tampilan bling-bling. Aksen
chrome atau gold plate juga cukup mendominasi.
Sepeda lowrider saat ini telah memiliki beberapa komunitas tersendiri,
biasanya tergabung dalam satu area perumahan. Memang cocok jika lowrider ini
digunakan untuk kongkow bersama teman di sekitar area perumahan.

*Goped*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/goped> Sebuah kendaraan alternatif
beroda dua yang sempat kondang di Jakarta. Disebut alternatif sebab tadinya
Goped ini hanya berfungsi untuk sekedar fun dan pleasures, seperti untuk
balapan maupun sekedar jalan-jalan. Namun, makin ke sini, ada beberapa orang
yang mulai tertarik untuk menggunakan Goped sebagai kendaraan sehari-hari
dengan alasan kepraktisannya. Mudah dikendarai, irit, tak perlu surat-surat
kendaraan dan bisa ditenteng menjadi beberapa alasan lainnya. "Enak
nyelip-nyelipnya di kemacetan, lebih cepat dan praktis, apalagi kalo buat
jarak yang ngga terlalu jauh, seru", ujar Deddy "Jawir" Waskito, salah satu
pengendara Goped untuk aktifitas harian yang juga doyan main off road dengan
Trail-nya.

*Freestyle*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/burnout> Freestyle, sebuah "mainan"
baru yang sedang cukup heboh di Jakarta. Dengan menggunakan motor sebagai
medianya, inti dari freestyle ini adalah mengontrol motor semaksimal mungkin
dengan gaya-gaya yang cukup ekstrem kalo tidak mau dibilang berbahaya. Untuk
"mainan" ini setiap jenis motor bisa digunakan, karena yang memegang peranan
paling penting adalah si pengemudi motor itu sendiri. "Syaratnya ngga
aneh-aneh kok, punya nyali, mau belajar, punya keseimbangan dan jangan takut
jatuh, itu saja", ujar Larry, salah satu pelaku freestyle ini. Anggota CAOS
yang sudah menekuni freestyle sekitar satu setengah tahun ini menambahkan,
"Pokoknya yang paling penting kita harus relaks dan senyawa dengan motor
kita, kalau sudah senyawa, kita mau apain aja motor itu pasti ikut, pas
menekan remnya juga jangan terlalu nafsu, biasa saja, cara membuka gas juga
pelan-pelan", ujarnya berbagi tips.
Untuk motornya sendiri, modifikasi yang dilakukan umumnya tidak terlalu
ekstrem, dan lebih berkonsentrasi di factor safety, seperti rem dibuat lebih
pakem, angin ban diatur supaya ban tidak mengunci kala  mengerem, atau
penambahan wheelie bar di bagian belakang untuk pemula. Sedangkan untuk
mesin, kebanyakan standar, paling gear saja diganti dengan yang lebih besar.
Ada beberapa trik yang cukup sering ditampilkan dalam freestyle ini,
diantaranya yaitu: Stoppie (mengangkat ban belakang setinggi-tingginya
dengan menggunakan rem depan), Wheelie (mengangkat ban depan sambil motor
tetap berjalan), Burn Out (ban belakang berputar tetapi kondisi motor tetap
diam, sehingga ban belakang mengeluarkan asap), Sliding (mengerem sambil
motor dimiringkan ke kanan atau kekiri), dan masih banyak lagi. Walaupun
tergolong cukup baru, "mainan" yang satu ini ternyata cukup banyak mendapat
atensi masyarakat. Namun ingat, freestyle memerlukan keahlian khusus dalam
penerapannya, mohon jangan mencobanya di sembarang tempat jika belum
professional.

*Skuter matik (Skutik)*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/skutik> Salah satu 'spesies' motor
yang saat ini sedang booming. Popularitasnya kian hari kian meningkat,
akibat berbagai macam kemudahan mengemudi dan perawatan yang ditawarkannya.
Apalagi dibarengi dengan turut bermainnya merek-merek besar,  seperti Kymco,
Yamaha, Suzuki dan juga Honda yang memenuhi pasar dengan  dukungan layanan
purna jualnya. Di samping itu, bentuk yang manis serta enak dan mudah untuk
didandani juga menjadi alasan banyak orang memilih jenis motor yang satu
ini. Ditambah lagi dengan banyaknya toko-toko yang menjual aksesorisnya.
"Yang lagi marak sih sekarang orang dandanin skutik arahnya ke fashion, baik
itu vintage/klasik maupun ke racing look, tergantung selera si pemilik",
ujar Hendy dari Interieurs, salah satu bengkel modifikasi skutik. "Umumnya
kalo vintage tuh ciri-ciri dandanannya pake windshield, spion chrome tinggi,
ban white wall, jari-jari velg dibanyakin, aksen chrome, tas, dan lain-lain.
Pokoknya sebisa mungkin dibikin kelihatan klasik, tapi bling-bling deh",
tambah Berry yang juga dari Interieurs. "Nah kalo racing look, biasanya yang
diganti tuh disc brake pakai yang diameternya lebih gede, trus velg diganti
yang tapaknya lebih lebar, bannya juga, shock up side down, body nuansa
Kevlar, pasang knalpot racing, dan lain-lain", ulas Dimas dari New Face,
sebuah bengkel modifikasi skutik di bilangan Jakarta Selatan.
Bagian mesin umumnya mereka sepakat untuk tidak diutak-atik sebab
skutik-skutik ini selain untuk menyalurkan hobi modifikasi dan untuk
senang-senang (ikut pameran, show, convoy, dan lain-lain), juga digunakan
untuk harian. "Justru karena dipakai harian makanya kita dandanin
tampilannya aja, biar tambah gaya dan tambah PD mengendarainya, hehe", ujar
Berry menutup pembicaraan.

*Vintage Vespa*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/skuter> Skuter yang tetap bertahan
selama 60 tahun sejak kelahiran pertamanya ini memang merupakan motor yang
cukup banyak diminati oleh berbagai kalangan. Baik tua maupun muda, banyak
yang memilih skuter klasik ini sebagai kendaraan kebanggaannya. Alasannya
beragam, mulai dari melestarikan peninggalan orang tua, ingin tampil klasik
atau memang hobi mengoleksi motor antik. "Vespa gue buatan tahun 1962,
tangan pertama dari baru bekas punya bokap gue, dan sampai sekarang masih
oke tuh", ujar DJ Ali dari Sound of Zeus, pemilik Vespa 150 berwarna kuning
kombinasi krem ini.
Jenis dari Vespa klasik ini cukup beragam, misalnya Vespa Super, Vespa
Sprint, Vespa GS, Vespa Special, Vespa Super Sprint, dan masih banyak lagi
yang lainnya. Untuk dandanan, biasanya dikembalikan ke orisinil atau lebih
ke arah vintage/ klasik. Pemilihan warna solid ataupun kombinasi sesuai
dengan tahun pembuatan masing-masing Vespa semakin dapat menguatkan kesan
klasik tersebut. Aksesori yang dipasang pun  umumnya merupakan barangbarang
vintage, new old stock (NOS), second hand maupun remake dari barang aslinya.
Seperti windshield buatan Vigano atau rak scooter basket dan karpet buatan
Metalplast merupakan
aksesori yang banyak diincar. Pemasangan white wall dan dop roda juga layak
dipertimbangkan.
Perburuan aksesoris umumnya dilakukan di toko-toko aksesoris Vespa lama yang
tersebar di Jakarta, seperti misalnya Aneka Motor di daerah Palmerah. Namun
jika ingin lebih puas mendapatkan parts atau aksesoris, bisa juga order via
internet di alamat www.scooterworks.com atau www.scooterwest.com .
Untuk mesin, biasanya Vespa klasik ini mengusung mesin orisinil atau paling
hanya peningkatan di sektor pengapian dan karburator. Namun untuk beberapa
jenis tertentu, mesin standar dirasa masih cukup mumpuni untuk penggunaan
sehari-hari. Dan dengan dandanan yang eksentrik, mengendarai Vespa klasik
sebagai kendaraan sehari-hari tentu merupakan suatu hal yang cukup unik.

*New Vespa*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/vespa> Merupakan the reborn of a
legend. Setelah bertahun-tahun bertahan dengan bentuknya yang tidak
berubah-ubah, Vespa mengeluarkan line up barunya di era millennium dengan
wajah baru yang sarat perubahan untuk beberapa jenis. Tak hanya wajahnya
yang diperbaharui, teknologinya pun mengikuti perkembangan zaman, terutama
kemudahan dalam mengendarainya. Sebutlah Vespa ET4, Liberty, Gilera atau X9
yang bentuknya sangat fresh dan mengusung teknologi mesin 4 langkah
bertransmisi otomatis. Selain dengan line up model dan wajah barunya, Vespa
juga mengeluarkan versi baru dari beberapa tipe lamanya, seperti New PX atau
Corsa yang juga cukup laris manis di pasaran. Untuk dandanan, biasanya
banyak yang mengaplikasikan gaya retro vintage, namun tak jarang pula yang
mendandaninya dengan gaya yang cukup centil, terutama untuk tipe ET4 dan
Liberty. Pemasangan windshield, spion tinggi, ban white wall, tas Piaggio,
American side lamp dan permainan grafis di body sudah merupakan hal yang
umum dilakukan. Idenya pun bermacam-macam, dari dunia fashion, video games,
motor polisi di suatu negara dan masih banyak lagi. Aksesorisnya pun sangat
banyak jenis, merek dan pilihannya. Pilihan aksesori yang lumayan beragam
inilah yang akhirnya juga menimbulkan banyak kreatifitas para pengguna New
Vespa untuk mengekplorasi dandanan kendaraannya. Model yang cantik, ditambah
dengan kemudahan dalam mengeksplorasi dandanan, lalu diikuti dengan
teknologi terkini tentu menjadi senjata ampuh untuk memikat hati customer.
Maka tak heran jika beberapa line up Vespa baru yang diedarkan di Indonesia
terjual habis laris manis dan menjadi pilihan kendaraan bagi kaum urban masa
kini, yang selain untuk fun and pleasures, juga dapat digunakan sebagai
kendaraan harian yang tetap tampil gaya.

*Trail - Motocross dan Supermoto*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/sm> Bagi Anda yang sempat
menyaksikan film nasional Ali Topan Raja Jalanan versi original yang kondang
di kisaran tahun 70an tentu akrab dengan kendaraan yang satu ini. Trail.
Yup, kendaraan roda dua berpostur  jangkung yang aslinya untuk kegunaan di
medan tanah/ off road, oleh si Ali Topan, tokoh utama film tersebut
digunakan untuk menyusuri jalanan ibu kota yang akhirnya menjadikan Trail
menjadi motor yang cukup  kondang di masa itu.
Kini, setelah beberapa tahun berselang, Trail kembali marak menghiasi
jalanan ibu kota dengan dandanan yang juga tak kalah menarik, terutama
setelah merk Hyosung Bosowa RX125 datang menemani Suzuki TS yang lebih dulu
ada di pasaran. Umumnya ada dua dandanan yang bisa diaplikasikan di Trail,
yaitu gaya Motocross dan gaya Supermoto. Menurut Mas Oni, salah satu
pengguna Trail modifikasi, perbedaan mendasar pada kedua gaya tersebut hanya
terletak pada penggunaan ban dan velg. Jika gaya motocross menggunakan ban
bermotif kasar, di supermoto justru sebaliknya, menggunakan ban bermotif
halus. Untuk velg sendiri jika motocross menggunakan velg 21" di bagian
depan dan 18" di bagian belakang, supermoto menggunakan velg 17" di kedua
rodanya. Untuk bagian mesin, umumnya yang dimodifikasi tidak terlalu
extreme, hanya terkonsentrasi untuk peningkatan performance saja. Misalnya
penggantian piston dan knalpot. Untuk handling-nya, penggantian sektor
suspensi dan penggunaan velg dan ban yang bertapak lebih lebar juga layak
untuk dilakukan. Sebenarnya kedua gaya modifikasi (motocross dan supermoto)
ini sah-sah saja untuk dipilih sesuai pribadi yang bersangkutan dan sesuai
kebutuhan dari sang pemilik. Kelebihan dari kedua jenis modifikasi ini
selain bisa digunakan untuk fun dan pleasure seperti bermain di hutan dan
off road untuk motocross dan supermoto, atau juga bermain freestyle untuk
supermoto, kedua gaya ini juga tetap layak untuk dipakai harian. Dan karena
motornya besar dan kokoh sudah pasti lebih gaya dan keren dilihatnya, dan
berkesan gagah tentunya.

*Harley Davidson*
<http://freemagz.com/images/edisi/05-20/hd> Siapa yang tidak kenal Harley
Davidson? Simbol kebebasan yang mungkin menjadi impian setiap bikers untuk
memilikinya. Motor yang satu ini banyak sekali aliran modifikasinya, "Gue
rasa malah jarang kali yah yang punya HD bener-bener standar" ungkap Vero,
salah seorang modifikator HD. Masih menurut Vero, aliran modifikasi dari HD
sangatlah banyak, namun beberapa di antaranya yang cukup popular seperti
Stock Custom, yaitu memodifikasi tanpa merubah dimensi motor, Bolt On, yaitu
pemasangan aksesoris sesuai dengan jenis HD tertentu, atau Pro Street,
dimana modifikasi lebih diarahkan kepada performa mesin HD, ada juga yang
disebut Chopper, dimana dilakukan perubahan pada dimensi motor, seperti
perenggangan rake (sudut kemiringan shock breaker depan), perubahan stang,
dan masih banyak lagi. Chopper ini sendiri masih dibagi lagi dalam beberapa
kategori seperti mild chopper, wild chopper, extreme chopper, classic
chopper, old school chopper dan juga bobber yang merupakan urat dari
traditional chopper yang telah ada sejak tahun 30-40an. "Gaya dandanannya
juga banyak lho, ada Japanese style, European style, Swedish Style, American
style dan lain-lain", ulas pria yang sudah akrab dengan HD sejak masih duduk
di bangku SMP ini. "Dan masing-masing style itu punya ciri khas tersendiri,
misalnya Swedish dengan shock panjangnya, European dengan gaya klimis dan
rapihnya, dan masih banyak lagi. Kira-kira begitu deh beberapa gambaran
modif HD yang sebenarnya masih banyak banget untuk disebutin satu persatu",
terang Vero lagi. "Kalo di Indonesia sendiri, yang cukup banyak adalah
aliran Stock Custom, European style, Pro Street dan Chopper. Tapi
sekarang-sekarang ini mulai banyak juga yang memilih Bobber atau Old school
chopper sebagai dandanan HD-nya", ujar Vero menutup pembicaraan.

Dari beberapa contoh di atas, mungkin bisa merubah cara pandang Anda
terhadap kendaraan roda dua. Sekaligus diharapkan dapat menambah referensi
Anda dalam mendandani kendaraan roda dua (jika Anda telah memilikinya).
Paling tidak, kini tampilan roda dua pun bisa dibuat se-catchy mungkin dan
bisa menambah rasa percaya diri para penunggangnya. Dan yang pasti, bisa
meningkatkan efisiensi dari para pengendaranya, baik itu dalam hal waktu,
biaya transportasi maupun biaya maintenance dari kendaraan itu sendiri jika
dibandingkan dengan kendaraan roda empat. Dan, selain itu kendaraan roda dua
tersebut tetap bisa difungsikan sebagai kendaraan untuk fun, pleasures
maupun daily use. Tertarik untuk mencoba? (jumar)



*Special thanks to DJ Riri for providing venue, and also thanks to MIZONE
for the beverages during photo session. Last but not least, big thanks to
all bikers and all participants who had attended the photo session. Thank
you very much guys!*



*Photos by: Insan Kurniawan & Ary
Lokasi: Decorous, Kemang *


-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke