Renungkanlah Wahai Saudara/i ku....
Disaat Saya Tua
Tulisan aslinya berjudul "Disaat Daku Tua" berupa terjemahan dari
tulisan dalam bahasa Mandarin
*Tulisan ini berlaku bagi setiap orang, sebab yang sekarang usianya
masih muda belia sekalipun; pada suatu saat Anda juga akan mencapai
titik persimpangan dimana tulisan ini akan berlaku bagi diri anda
sendiri. Percayalah !*
Disaat Saya Tua…..
Disaat saya tua, diriku bukan lagi seperti pada saat dimana saya masih muda
oleh sebab itu maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku
Disaat saya menumpahkan kuah sayuran di bajuku, Disaat saya tidak lagi dapat
mengingat bagaimana caranya mengikatkan tali sepatu.
Ingatlah saat-saat bagaimana saya mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya
Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankan mu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku.
Dimasa kecilmu, saya harus mengulang dan mengulang terus sebuah
cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.
Disaat saya membutuhkan bantuanmu untuk memandikanku, ini sebenarnya bukanlah
kehendaku.
Ingatkah dimasa kecilmu, bagamana saya dengan berbagai cara membujukmu agar
engkau mau mandi.
Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah mentertawaiku.
Renungkanlah bagaimana saya dengan sabarnya saya menjawab setiap
Pertanyaan "Mengapa"… ini dan …itu yang Engkau ajukan berkali-kali disaat itu.
Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan, Ulurkanlah tanganmu yang muda
dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu saya menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan
Disaat aku membutuhkan dan memohon pertolonganmu, bahkan menjerit berkali-kali
memohon bantuan agar Engkau datang, tapi kenyataannya seringkali Engkau tidak
ada waktu karena kesibukan bisnismu.
Ketika Kau masih bayi, hanya dengan bunyi lembut isak tangismu Saya sudah
datang untuk menolongmu, karena aku menjagamu 24 jam sehari; siang dan malam.
Disaat saya melupakan topik pembicaraan kita, Berilah sedikit waktu pada saya
untuk mengingatnya Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting
bagiku Asalkan Engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, Saya telah merasa
bahagia sekali
Disaat Engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih Maklumilah diriku,
dukunglah saya, bagaikan saya terhadapmu Disaat engkau mulai belajar tentang
kehidupan.
Dulu saya menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah saya hingga
akhir jalan hidupku.
Berilah saya cinta kasih dan kesabaranmu, Saya akan menerimanya dengan senyuman
yang penuh rasa syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga untukmu
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone! ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---