*Jakarta* - Tidak puas dengan mesin Yamaha Mio standar yang berkapasitas
kecil tidak lantas membuat Herry patah arang.

Untuk menyetel Mio keluaran tahun 2007 agar bisa menyemburkan tenaga lebih
dahsyat lagi, Herry memboyong Mio kesayangannya ke rumah modifikasi Studio
Motor yang terletak di Jalan Ciputat Raya No. 42 Tanah Kusir, Jakarta
Selatan.

Di sana Herry bertemu Doni yang kebetulan adik ipar yang punya hajat. Tanpa
pikir panjang, Doni Siap meladeni keinginan sang kakak ipar yang minta
Yamaha Mio nya untuk diset lebih dari biasanya, namun pas dipakai harian.
Wow, seperti apa sih keinginannya, lets check this one!

Pekerjaan pun dilaksanakan, Doni yang memang udah gapek banget menaikkan
performa mesin matic menyiapkan seperti klep kepunyaan asli Honda Tiger
berukuran 31mm untuk klep Out dan 27mm klep in dan juga per klep Honda Sonic
yang dipapas setengah ulir.

Dan untuk tambahannya botol klep bronze costum yang dibubut di tukang bubut,

"Sorry bro enggak bubut sendiri, Habisnya nggak ada alatnya," ujar Doni
sambil tertawa ketika dikunjungi detikOto di bengkelnya akhir pekan lalu.

Selanjutnya pada bagian Sitting Klep, untuk bagian ini Doni menggunakan
bahan yang STD alias standar bawaan Mio saja.

"Alasannya tuh bahan STD lebih bagus dan nggak mahal-mahal amat, dan masalah
kekuatan tuh barang kuat deh," tegas Doni.

Berlanjut pada bagian Camshaft, di sesi ini Camshaft Kawahara durasi 280
derajat diaplikasikan di mesin Mio. Menurutnya pake Camshaft yang pas aja,
lagian barang after market yang satu ini kekuatan dijamin banget untuk mesin
Mio ini, dan untuk kompresinya sengaja dibuat seminimum mungkin yaitu
11.5:1.

Hal ini sengaja tidak dibuat terlalu tinggi supaya aman dipakai harian dan
mesin pun tidak terlalu cepat panas. Tidak sampai disitu saja, pekerjaan pun
berlanjut untuk menopang jeroan gress yang menempel pada mesin Mio.

Untuk itu Piston Izumi 63.5 mm plus Ring Piston Izumi dibubuhkan untuk
memaksimal jika mesin digeber abis-abisan dijalanan, dan sebagai penyeimbang
tentu saja Stang Piston dan Kruk As di STD in.

Doni pun tidak puas sampai disitu saja, garapannya diteruskan hingga ke
bagian pengapian yang menggunakan Coil YZ 125, CDI XP 302, Busi NGK
Platinum, Accu MF 7 Ampere dan dibagian CVT, per CVT Kitaco 2000 RPM,  Rumah
Kopling Kitaco berkaliber racing,  Roller Kitaco 12 G, dan juga Kampas
Kopling RRGS Competition yang terbukti kekuatannya dan untuk ratio dibuat 14
: 41 supaya enteng pada putaran atas.

Dan untuk Carburator, Carbu Keihin PE-28 asli bawaan Honda NSR SP
diaplikasikan, pasalnya asupan bahan bakar lebih bagus dengan dimeter 28,
dan untuk tutup Klep dipakai BARRA serta knalpot TDR Racing Free Flow.

Hasilnya lumayan, Herry pun sangat senang dengan hasil karya Doni yang
sanggup menaikkan kapasitas mesin menjadi 185 cc. Dengan hasil ini si
pemilik motor sudah bisa merasakan tarikkan mesin motornya dari titik diam
ke 80 km/jam dengan waktu 6 detik dengan sangat mudah.

"Dan lupa mas, bahan bakar kudu oktan tinggi dengan RON minimal 94 atau
setara Pertamax Plus biar tambah mantap," ujar Doni.

-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: mio01.jpg>>

Kirim email ke