*OTOMOTIFNET - *Ritual yang wajib dilakoni agar mesin motor kesayangan tetap
awet adalah dengan mengganti oli mesinnya, sesuai aturan. Bahkan sudah
ditulis di buku servis dari pabrikan yang tidak boleh dilanggar; ganti
setiap kelipatan 2.500 km.

Meski begitu, kadang motormania kerap mengabaikan hal tersebut. Efeknya,
sudah pasti berakibat buruk bagi dapur pacu. Nah, agar tidak salah persepsi,
kita ikuti panduan dari para ahli di bidangnya. Sok atuh Kang...
*
Batas Maksimum *
Aturan ini, secara kasatmata bisa dilihat pada bak mesin atau crankcase.
Contoh, 800 ml atau 1.000 ml *(gbr.1)*. Nah, acuan ini pun kemudian jadi
patokan para produsen oli dengan cara membuat takaran yang sama dalam
kemasan olinya.

Tapi ya itu, tetap saja ada yang bandel. Harusnya 800 ml diisi penuh 1.000
ml, dengan alasan karena sayang akan sisanya, “Pengisian harus ada antara
low dan full,” wanti Dika, kepala bengkel servis Bajaj Pulsar wilayah Kelapa
Dua, Jakbar* (gbr.2)*.

Jika batasan tersebut diabaikan, tak mustahil akan memicu terjadi kerusakan
pada beberapa sektor lain. Terutama kerja pompa oli jadi berat akibat
kepenuhan pelumas dan berimbas pada akselerasi motor menjadi lemot!

*Panas Vs Dingin *
Banyak motormania bertanya, enaknya ganti oli itu saat mesin panas atau
dingin, ya? Tapi beberapa mekanik beranggapan, masing-masing punya plus
minus. Contoh saat panas, kekentalan oli sedang berubah encer.
Keuntungannya, kotoran yang larut di dalam mesin (ikut oli), akan terbuang
lewat lubang pembuangan.

Cuma ya itu, gantinya mesti hati-hati. “Jangan sampai tangan Anda malah
tersengat panas. Atau kalau mau aman, ya saat kondisi hangat, deh,” kata
Agus Kristanto, kepala bengkel AHASS di Pos Pengumben, Jakbar. “Sebaliknya,
saat memasang baut penutupnya, saat mesin dingin. Karena kalo sebaliknya,
baut akan mudah patah.” *(gbr.3).*

*Perlu Disemprot Kompresor?*
Perlu! Gunanya untuk membuang lebih cepat sisa oli yang menempel di mesin,
kompresor yang dianjurkan mesti terdapat filter untuk menyaring uap air,
karena uap tersebut mengandung air *(gbr. 4).*

Kalau gak ada filternya? “Cukup dibungkus kain pada ujung semprotannya tapi
jangan terlalu tebal, kalau enggak pakai, bisa bikin karat jeroan mesin,”
jelas M. Haris, mekanik Suzuki Jl. Panjang Kebon Jeruk, Jakbar.


-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: ganti-oli_1.jpg>>

<<inline: ganti-oli_2.jpg>>

<<inline: ganti-oli_3.jpg>>

<<inline: ganti-oli_4.jpg>>

Kirim email ke