Arogansi Moge di Puncak
HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar
*Niken Widya Yunita* - detikNews

*Jakarta* - Arogansi pengendara motor gede (moge) kembali terjadi. Korbannya
adalah Darmawan Edwin Sudibyo (51) dan keluarganya di kawasan macet di
Puncak, Cisarua, Bogor.

Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat Joko Saturi mengimbau
pengendara moge untuk mengerti jika lalu lintas sedang macet. Pengendara
harus sabar.

"Naik motor gede (moge) sudah dapat perhatian orang, apalagi kalau membuat
pelanggaran. Kalau lagi macet pengendara harus mengerti. Dibutuhkan
kesabaran dan kearifan," ujar Joko Saturi dalam perbincangan dengan detikcom
lewat telepon, Senin (15/6/2009).

Joko juga mengimbau agar masyarakat juga mengerti moge berukuran besar dan
berat. "Diberilah kesempatan untuk lewat," katanya.

Joko menyatakan, Ketum HDCI Letjen Purn Suyono juga sudah memberikan
pengarahan agar pengendara moge mengendalikan diri jika berada di jalan.

"Beliau tidak suka arogansi. Beliau juga bilang, kalau konvoi tidak usah
banyak-banyak, maksimum lima kendaraan," jelasnya.

Harian Kompas edisi hari ini melansir, arogansi moge itu terjadi pada 24 Mei
lalu di kawasan Puncak sekitar pukul 16.00. Edwin mengendarai mobil Nissan
X-Trail dari arah Cisarua menuju Jakarta. Bersama Edwin, ikut pula istrinya,
Dian Fara (39), yang tengah hamil lima bulan; ketiga anaknya, yaitu Akbar
(14), Athaa (7), dan Raditya (4); serta ayah mertua, Syahrul Malik (70).

Menurut Edwin, ketika itu kondisi jalan tengah macet. Lalu, muncul konvoi
moge yang melaju di jalur kanan menuju Jakarta. Konvoi yang dibimbing oleh
vorrijder itu rupanya terputus karena padatnya lalu lintas. Rombongan moge
yang tertinggal rupanya menganggap mobil yang dikendarai Edwin menghalangi
laju konvoi.

Akibatnya, pengendara moge menggebrak-gebrak dan mengepung mobil Edwin.
Edwin juga kena dimaki, diludahi dan kena pukul. Mobilnya rusak. Anak istri
Edwin menangis histeris. Mereka kini trauma mendengar kata Puncak. Edwin
melaporkan kejadian ini ke Polda Cisarua dan menjalani visum.

Joko tidak mengetahui apakah anggota HDCI yang melakukan tindak arogansi
itu. Dia menyerahkan kasus itu ke polisi.

"Yang penting pengendalian diri. Kejadian ini biar polisi yang menindak,"
imbuh Joko.
*(nik/nrl)*

-- 
IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext
bowie

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke