justru sebagai rakyat kecil kudu so tau bro, emang gw pikirin, tindakan duluan urusan belakangan, motor, duit, beking emang gede cuma kalo udah main keroyokan berlaku hukum rimba, masyarakat banyak selalu pegang kendali utama, ingat2 ngga sedikit yang ngga suka sama konvoi arogan moge, dan gw juga pernah jadi korbannya (kayanya pernah gw send di milist dulu) sekedar mengingat, mereka langsung cabut gitu aja setelah satu persatu mereka nendangin bumper mobil gw yang dalam posisi benar (lampu sudah hijau) mereka (pengendara moge) merah yang seharusnya berhenti dan waktu itu kalo ngga salah setelah tendangan pertama gw langsung turun, dan gw ngga peduli siapa mereka, nyatanya diganti ngga penyok bumper mobil gw..>? ngga bro, minta maaf ngga...? kaga....!!! kalo nyali sudah bicara persetan dengan segala yang mereka punya. konvoi jalan jalan kok minta prioritas. cukimai....!!
mohon maaf jika tidak berkenan Best Regards Adhies kantor pusat Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Sub Direktorat Perkapalan & Kepelautan JL. Merdeka Barat No. 8 Lt. 12 Jakarta Pusat ________________________________ Dari: Budi Cahyono <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 16 Juni, 2009 00:12:32 Topik: Bls: [ForBas] HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar so tau loh...!! kalau model kaya lo doang sih di lipet juga lembek jadi bubur. beritanya paling nanti cuma jadi "pepesan kosong tuh" motor gede, duit gede, beking gede, hukumnya juga gede....lanjut deh..konvoinya --- Pada Sel, 16/6/09, adhie Subiantoro <[email protected]> menulis: Dari: adhie Subiantoro <[email protected]> Topik: Bls: [ForBas] HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar Kepada: [email protected], "inbike" <[email protected]>, [email protected] Tanggal: Selasa, 16 Juni, 2009, 6:57 AM kalo kejadian lagi lawan aja... kalo berani satu satu jangan keroyokan, motor gede belom tentu nyali gede kok. Best Regards Adhies InBike 0-17 Honda CS 1 xxxxxxxxx kantor pusat Departemen Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Sub Direktorat Perkapalan & Kepelautan JL. Merdeka Barat No. 8 Lt. 12 Jakarta Pusat ________________________________ Dari: bowie <[email protected]> Kepada: inbike <[email protected]>; forbas <[email protected]>; [email protected] Terkirim: Minggu, 14 Juni, 2009 21:55:48 Topik: [ForBas] HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar Arogansi Moge di Puncak HDCI: Kalau Macet, Pengendara Moge Harus Sabar Niken Widya Yunita - detikNews Jakarta - Arogansi pengendara motor gede (moge) kembali terjadi. Korbannya adalah Darmawan Edwin Sudibyo (51) dan keluarganya di kawasan macet di Puncak, Cisarua, Bogor. Sekjen Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Pusat Joko Saturi mengimbau pengendara moge untuk mengerti jika lalu lintas sedang macet. Pengendara harus sabar. "Naik motor gede (moge) sudah dapat perhatian orang, apalagi kalau membuat pelanggaran. Kalau lagi macet pengendara harus mengerti. Dibutuhkan kesabaran dan kearifan," ujar Joko Saturi dalam perbincangan dengan detikcom lewat telepon, Senin (15/6/2009).. Joko juga mengimbau agar masyarakat juga mengerti moge berukuran besar dan berat. "Diberilah kesempatan untuk lewat," katanya. Joko menyatakan, Ketum HDCI Letjen Purn Suyono juga sudah memberikan pengarahan agar pengendara moge mengendalikan diri jika berada di jalan. "Beliau tidak suka arogansi. Beliau juga bilang, kalau konvoi tidak usah banyak-banyak, maksimum lima kendaraan," jelasnya. Harian Kompas edisi hari ini melansir, arogansi moge itu terjadi pada 24 Mei lalu di kawasan Puncak sekitar pukul 16.00. Edwin mengendarai mobil Nissan X-Trail dari arah Cisarua menuju Jakarta. Bersama Edwin, ikut pula istrinya, Dian Fara (39), yang tengah hamil lima bulan; ketiga anaknya, yaitu Akbar (14), Athaa (7), dan Raditya (4); serta ayah mertua, Syahrul Malik (70). Menurut Edwin, ketika itu kondisi jalan tengah macet. Lalu, muncul konvoi moge yang melaju di jalur kanan menuju Jakarta. Konvoi yang dibimbing oleh vorrijder itu rupanya terputus karena padatnya lalu lintas. Rombongan moge yang tertinggal rupanya menganggap mobil yang dikendarai Edwin menghalangi laju konvoi. Akibatnya, pengendara moge menggebrak-gebrak dan mengepung mobil Edwin. Edwin juga kena dimaki, diludahi dan kena pukul. Mobilnya rusak. Anak istri Edwin menangis histeris. Mereka kini trauma mendengar kata Puncak. Edwin melaporkan kejadian ini ke Polda Cisarua dan menjalani visum. Joko tidak mengetahui apakah anggota HDCI yang melakukan tindak arogansi itu. Dia menyerahkan kasus itu ke polisi. "Yang penting pengendalian diri. Kejadian ini biar polisi yang menindak," imbuh Joko. (nik/nrl) -- IfYouTolerateThisYourChildrenWillBeNext bowie ________________________________ Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan bedanya! ________________________________ Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ --- We moderators work for free only for your convenience in our milis. Help us and obey the rules or be gone! --- . To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
