fyi


----- Forwarded Message ----
From: nadiah Baladraf <[email protected]>
To: Lita Widhamutia <[email protected]>; Intan Persada <[email protected]>; 
firstianingsih prabandari <[email protected]>; [email protected]; 
[email protected]; tomo im2 persada <[email protected]>; 
wiryawan triatmojo <[email protected]>; Siti Ambarwati 
<[email protected]>; Ady Hermawan <[email protected]>; Dedy Anwar 
<[email protected]>; Yan Afaina <[email protected]>; Buluk... 
lukman <[email protected]>; [email protected]; 
[email protected]; Lina Fajriana <[email protected]>; rahmatul 
irfan <[email protected]>; indra permana <[email protected]>; 
Mba Jenny <[email protected]>; Lu'lu'ul Maknun Dewi Septi 
<[email protected]>; lydya - <[email protected]>; mohamad sambas 
<[email protected]>; Muhammad Irvan (Vaneer) 
<[email protected]>; Nugie <[email protected]>; Ricky rizkiawan 
<[email protected]>; Pahrul
 <[email protected]>; Sally Tangoi <[email protected]>
Sent: Wednesday, September 9, 2009 9:31:28 AM
Subject: Fwd: Tr : 7%


Dear temans, 


Sebagai renungan bagi kita semua, Semoga bermanfaat.InsyaAllah kita termasuk 
golongan 7%..:)

Salam,

NéNa MéLia



----- Message transféré ----
De : Tengku Amirullah <[email protected]>
À : Abdul Haris <[email protected]>; Butet Coky 
<[email protected]>; candra Ananda <[email protected]>; Adimas Fitrianto 
<[email protected]>; Endaratno Sembiring <[email protected]>; Achmad 
Fadillah <[email protected]>; Patria Gunadarma <[email protected]>; 
Abien Hasbullah <[email protected]>; Agung IM2 <[email protected]>; Dani Jaka 
<[email protected]>; Irfan Kurniawan <[email protected]>; Leebast Coklat 
<[email protected]>; Adi Maulana <[email protected]>; Fallah 
Naddjamuddin <[email protected]>; Agung Putranto 
<[email protected]>; Rukiyah Qya <[email protected]>; Aditya Riyanto 
<[email protected]>; Ari Susanti <[email protected]>; Tikka Fitria 
<[email protected]>; Kang Ujang <[email protected]>; Vivi Indah 
<[email protected]>; nena melia westi <[email protected]>; Yanuar Muliawan 
<[email protected]>
Envoyé le : Lundi, 7 Septembre 2009, 11h40mn 46s
Objet : Fw: 7%


Dear All,

Smoga bermanfaat...



----- Forwarded Message ----
From: Nasrullah Roell <[email protected]>
To: enjoy <[email protected]>; hanefi ex indosat <[email protected]>; oka 
hendriyana <[email protected]>; [email protected]; Rani 102 
<[email protected]>; Bayu <[email protected]>; pa ul 
<[email protected]>; pinah <[email protected]>; deni Mantovani 
<[email protected]>; dina sli 101 <[email protected]>; dwi wahyuningsih 
<[email protected]>; Amirullah <[email protected]>; Gatot 
Alibasyah <[email protected]>; fachrulrozie <[email protected]>
Sent: Monday, September 7, 2009 8:46:47 AM
Subject: 7%


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Facebook <[email protected]>
Kepada: Nas Rul <[email protected]>
Terkirim: Minggu, 6 September, 2009 20:48:58
Judul: "5599ers" sent you a message on Facebook...

--------------------
Subject: 7%

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan 
Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah 
Neraka dan Surga itu”.

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian 
membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan di 
tengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat 
manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang 
yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan 
masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah 
meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya 
dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya 
dalam ruangan itu.

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan 
orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. 
Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan 
berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? 
kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?”

Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu 
sifat baik”

"Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat 
dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain 
orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”

Diperkirakan bahwa 93% penerima tidak akan memforward cerita ini. Bila anda 
termasuk sisa 7% yang akan memforwardnya, lakukanlah dengan memberi judul 7% 
pada titlenya.

Saya termasuk yang 7% tadi, ingatlah saya akan selalu ada untuk berbagi sendok 
dengan anda!
(Diterjemahkan dan diforward dari milis tetangga)
--------------------


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
--- We moderators work for free only for your convenience in our milis.
Help us and obey the rules or be gone!  ---
.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to 
[email protected]
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/forbas
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke