----- Original Message ----- From: "Saeppudin" <[EMAIL PROTECTED]> To: "anton fairdian" <[EMAIL PROTECTED]>; "Ronnie Firmansyah" <[EMAIL PROTECTED]>; "Salmin Ja'far" <[EMAIL PROTECTED]>; "adien" <[EMAIL PROTECTED]>; "rama" <[EMAIL PROTECTED]>; "ahriyan.ibrahim" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "indra" <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; "KLK RISKA" <[EMAIL PROTECTED]>; "IMB" <[EMAIL PROTECTED]>; "dini" <[EMAIL PROTECTED]>; "drt" <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, October 06, 2006 8:55 AM
Subject: [Sabili] Fw: "Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."


Semoga cerita ini menjadi renungan  untuk diri kita..
^_^ Ikhtiar..Istighfar..Istiqomah ^_^
.:: http://saeppudin.blogspot.com ::.

----- Original Message ----- From: wiwien To: Yuyun Haryani ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; dessy ; Bambang ; ARIEF ; AMIEN ; accounting
Sent: Saturday, September 30, 2006 2:26 PM
Subject: Fw: "Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."




----- Original Message ----- From: Hickarry To: [EMAIL PROTECTED] ; Kamto ; Miko Nasution ; adhi pujiyanto ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; tya s.a
Sent: Tuesday, September 26, 2006 3:50 PM
Subject: Fw: "Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."



----- Original Message ----- From: tita cantik To: Bang Heri ; edelweiss ; Hickarry ; Sari afin ; ryan-sistek ; Mpok lia ; kang yadi ; Henky ; farah ; devi ; bon2 ; b'evie
Sent: Tuesday, September 26, 2006 6:26 AM
Subject: Fw: "Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."




     -------Original Message-------

     From: Ahmad Rustandi
     Date: 09/26/06 15:40:10
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Erdjun Hadimustika; arzaflan; ER Haryanto; Hidayat; Rizali Noor; Sjahrial Saanin; Tita; Yana Mulyana
     Subject: "Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."




     Cerita sore.........
     Semoga bermanfaat.

     "Kerja itu cuma selingan, Untuk menunggu waktu shalat..."

     Ketika Pak Heru, atasan saya, memerintahkan untuk  mencari klien yang
bergerak di bidang interior, seketika pikiran saya sampai kepada Pak Azis. Meskipun hati masih meraba-raba, apa mungkin Pak Azis mampu membuat kios internet, dalam bentuk serupa dengan anjungan tunai mandiri dan dari kayu
     pula, dengan  segera saya menuju ke bengkel workshop Pak Azis.

Setelah beberapa kali keliru masuk jalan, akhirnya saya menemukan bengkel Pak Azis, yang kini ternyata sudah didampingi sebuah masjid. Pak Azispun
     tampak awet muda, sama  seperti dulu, hanya pakaiannya yang  sedikit
berubah. Kali ini dia selalu memakai kopiah putih. Rautnya cerah, fresh, memancarkan kesan tenang dan lebih santai. Beungeut wudhu-an ( wajah sering

     wudhu), kata orang sunda. Selalu bercahaya..

Hidayah Allah ternyata telah sampai sejak lama, jauh sebelum Pak Azis berkecimpung dalam berbagai dinamika kegiatan Islam. Hidayah itu bermula dari peristiwa angin puting-beliung, yang tiba-tiba menyapu seluruh atap
     bengkel workshop-nya, pada suatu malam kira-kira
     lima tahun silam. "Atap rumah saya tertiup angin sampai tak tersisa
satupun. Terbuka semua." cerita Pak Azis."Padahal nggak ada hujan, nggak ada tanda-tanda bakal ada angin besar. Angin berpusar itupun cuma sebentar
     saja."

Batin Pak Azis bergolak setelah peristiwa itu.. Walau uang dan pekerjaan masih terus mengalir kepadanya, Pak Azis tetap merasa gelisah, stres & selalu tidak tenang. "Seperti orang patah hati, Ndra. Makan tidak enak,
     tidur juga susah."cerita Pak Azis lagi.

Lama-kelamaan Pak Azis menjadi tidak betah tinggal di rumah dan stres. Padahal, sebelum kejadian angin puting-beliung yang anehnya hanya mengenai bengkel workshop merangkap rumahnya saja, Pak Azis merasa hidupnya sudah sempurna. Dari desainer grafis hingga jadi arsitek. Dengan keserbabisaannya itu, pak Azis merasa puas dan bangga, karena punya penghasilan tinggi. Tapi setelah peristiwa angin puting-beliung itu, pak Azis kembali bangkrut,
     beliau bertanya dalam hati : "apa sih yang kurang" apa salahku " ?

Akhirnya pak Azis menekuni ibadah secara mendalam "Seperti musafir atau walisongo, saya mendatangi masjid-masjid di malam hari.. Semua masjid besar dan beberapa masjid di pelosok Bandung ini, sudah pernah saya inapi." Setahun lebih cara tersebut ia jalani, sampai kemudian akhirnya saya bisa tidur normal, bisa menikmati pekerjaan dan keseharian seperti sediakala.

     "Bahkan lebih tenang dan santai daripada sebelumnya."
"Lebih tenang ? Memang Pak Azis dapet hikmah apa dari tidur di masjid itu
     ?"

"Di masjid itu 'kan tidak sekedar tidur, Ndra. Kalau ada shalat malam, kita dibangunkan, lalu pergi wudhu dan tahajjud. Karena terbiasa, tahajjud juga
     jadi  terasa enak.
Malah nggak enak kalau tidak shalat malam, dan shalat-shalat wajib yang
     lima itu jadi  kurang enaknya, kalau saya lalaikan. Begitu, Ndra."

     "Sekarang tidak pernah terlambat atau bolong  shalat-nya, Pak Azis ?"

     "Alhamdulillah. Sekarang ini saya menganggap bhw yg utama  itu adalah
     shalat. Jadi, saya dan temen-temen menganggap kerja  itu cuma sekedar
     selingan aja."

     "Selingan ?"

     "Ya, selingan yang berguna. Untuk menunggu kewajiban  shalat, Ndra."

Untuk beberapa lama saya terdiam, sampai kemudian adzan ashar mengalun jelas dari masjid samping rumah Pak Azis. Pak Azis mengajak saya untuk segera pergi mengambil air wudhu, dan saya lihat para pekerjanyapun sudah pada pergi ke samping rumah, menuju masjid. Bengkel workshop itu menjadi lengang seketika. Sambil memandang seluruh ruangan bengkel, sambil berjalan menuju masjid di samping workshop, terus terngiang-ngiang di benak saya :
     "Kerja itu cuma  selingan, Ndra. Untuk menunggu waktu shalat..."

Sepulangnya dari tempat workshop, sambil memandang sibuknya lalu lintas di jalan raya, saya merenungi apa yang tadi dikatakan oleh Pak Azis. Sungguh trenyuh saya, bahwa setelah perenungan itu, saya merasa sebagai orang yang sering berlaku sebaliknya. Ya, saya lebih sering menganggap shalat sebagai
     waktu rehat,  cuma selingan, malah saya cenderung lebih  mementingkan
     pekerjaan kantor. Padahal
sholat yang akan bantu kita nantinya...(sungguh saya orang yang merugi..)

Kadang-kadang waktu shalat dilalaikan sebab pekerjaan belum selesai, atau
     rapat dengan klien
     dirasakan tanggung untuk diakhiri.
Itulah penyebab dari kegersangan hidup saya selama ini. Saya lebih semangat dan habis-habisan berjuang meraih dunia, daripada mempersiapkan bekal
     terbaik  untuk kehidupan kekal di akhirat nanti.
padahal dunia ini akan saya tinggalkan..juga ..........kenapa saya begitu
     bodoh..

     Saya lupa,  bahwa shalat adalah yang utama.
     Mulai saat itu saya berjanji untuk mulai shalat di awal waktu..

Kalau Anda tidak mengirimkan email ini ke temen Anda..ya ga papa sih. Cuma
     kalo dikirim mungkin ada gunanya bagi mereka gitu loh.



[Non-text portions of this message have been removed]



Kunjungilah www.swaramuslim.net untuk mengetahui berita-berita serta artikel-artikel terbaru tentang Islam

Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]


Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
   http://groups.yahoo.com/group/sabili/

<*> Your email settings:
   Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
   http://groups.yahoo.com/group/sabili/join
   (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
   mailto:[EMAIL PROTECTED]
   mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
   [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
   http://docs.yahoo.com/info/terms/





--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.407 / Virus Database: 268.13.0/464 - Release Date: 05/10/2006


_______________________________________________
formiskat mailing list
[email protected]
http://groups.plnkalbar.co.id/mailman/listinfo/formiskat

Kirim email ke