betul mas, sekarang ini para pejabat pembuat komitmen (dulu: pimpro) takut 
melanggar prosedur. sehingga hujan buatan yang sangat tergantung pada "timing" 
akan memberikan hasil yg kurang optimal karena dikhawatirkan awan yang ada di 
atmosfer sudah akan berkurang pada bulan april nanti. sebenarnya penunjukan 
langsung tidak sepenuhnya salah apabila dilaksanakan dengan bertanggung jawab. 
maksud saya dijamin tidak mark-up dan alasannya kuat. masalahnya kan banyak 
yang mau bermain aman. korupsi dikit2 asal sesuai prosedur kan bisa aman. 

kalau ada yang tidak setuju dg hujan buatan sih sah-sah saja. bahkan lebih 
baik. karena dengan tidak setuju hujan buatan maka kita harus mengupayakan 
kondisi alam yang luar biasa baik sehingga kekurangan air tidak akan terjadi 
dalam kondisi iklim apapun. tapi terus terang untuk saat ini pendapat spt ini 
sangat tidak realistis. 

kalau mas rzain tau bagaimana kondisi waduk2 di negeri ini, maka saya yakin 
pendapatnya akan berubah.

seto
pelaku tmc

----- Original Message ----
From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, March 5, 2007 8:06:25 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Hujan turun juga




    
            Mas rzain keberatan ya penerapan teknologi hujan buatan ??  Kalau 
nggak 

salah krn  Mas anggap anggap bertentangan dengan ketentuan alam ya..



Sy pribadi tentu senang dengan usaha hujan buatan yang sejalan dengan saran 

saya beberapa waku lalu di FPK.. tapi kaget betapa bertele telenya soal 

pengadaan di Indonesia ini, shg  urusan garam aja repot :(



Saya tertraik membahas "melawan ketentuan alam ".. apa sih itu ??



kalau mau ekstrim... maka smeua perkebunan ... juga bertentangan dengan 

kodrat alam...



masang AC rumah .. juga bertentangan. ... , tapi kita anggap biasa aja kab ???



betul bhw akibat perkebunan luas.. ada gangguan keseimbangan alam.... 

misalnya jadi ada hama..



betul .. gara gara... AC.. lingkungan ozon rusak....



tapi ada jalan keluarnya... kan..... tapi mana banyak antara manfaat dan 

ruginya...



Yang jelas... tanpa perkebunan  luas.. mungkin kita termasuk pak rzain... 

nggak bisa memenuhi kebutuhan makannya.



mungkin di rumah pak rzain juga ada AC nya... lalu kenapa menolah suatu 

teknologi dgn alasan bertentangan dgn alam ???



apalagi kalau selama ini.. sadar atau tidak... kita telah menerima suatu 

teknologi yg juga bisa digugat sbg bertentagan itu...



Salam



Haniwar


Kirim email ke