That's my point, Sensei Deddy. Kerja guru tak bisa diukur dengan kriteria pegawai kantoran, yang setiap hari harus mulai dari jam 9 sampai jam 5. Namun, sobat kita Pak Satria yang konsultan Diknas ini ternyata tak nangkep juga. Jadi deh kami bicara tak habis-habisnya. Kalo Sensei Deddy tak mau ikuti "sampah" ini, di-skip aja atau di-delete langsung. Memang buat orang yang interest-nya tidak di soal ini, mengikuti debat saya dan Pak Satria hanya akan buang-buang waktu. Tapi saya tak akan membiarkan suatu pemikiran yang menurut saya sangat misleading untuk lewat begitu saja tanpa koreksi. Jadi akur ya? Saya juga mimpi masuk Harvard dan MIT, bukan UI. Namanya juga mimpi, boleh dong? He he he... manneke
Deddy Mansyur <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aduh-aduh bapak berdua ini, Prof. Manneke "Yang" Budiman dan Pak Guru Satria Dharma, nggak habis-habisnya membicarakan jam terbangnya guru-guru di seluruh dunia mulai dari Hawaii, Houston, Canada Dry, JKT, sampai ke Tegal. Mau kerja 15 jam atau 150 jam per minggu, who cares, uh? Kalau di Houston, Texas, USA: Guru-guru yang bekerja di Houston Independent School District, sekolah negeri, bekerja 9 bulan pertahun, tetapi kenyataannya, mereka bekerja lebih dari 12 bulan pertahun. They do not go by how many hours per week - mereka banyak kerjaaan, di sekolah dan dirumah. Mereka harus bikin laporan, persiapan PR, trip, riset dll. The bottom line is: get the job done.......EDUCATE THEIR SCHOOL CHILDREN and hoping their kids will get accepted by MIT, Yale, Harvard NOT UI or ITB, just kidding...... salam, sensei deddy mansyur university of houston www.uh.edu/shotokan
