Aneh memang, ...
orang kita (rata-rata) memang belum cukup mampu membedakan mana yang "guyon" 
dan mana yang serius. BBM itu kan "guyon" dengan mengambil isu-isu aktual atau 
mutakhir sebagai bahan dasarnya.
Kenapa "guyon" kok mau disomasi. Lama kelamaan orang tidak berani lagi bergurau.

Prinsipnya sederhana,...
kalau tidak melakukan atau tidak merasa bersalah ya tidak usah tersinggung dan 
kebakaran jenggot donk. Gitu aja kok repot. Tapi memang kebanyakan orang kita 
suka merepotkan diri dengan hal-hal yang sebenarnya tidak harus ditanggapi 
secara repot.

Salam.


  ----- Original Message ----- 
  From: john simon 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, March 04, 2007 8:59 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Republik BBM akan disomasi??


  Kalau saja tayangan Republik BBM ini di tayangkan di AS, mungkin hasilnya 
lain.
  Walaupun Pak Effendi dengan santun sudah minta maaf kalau ada kesalahan di 
setiap akhir acara, satu hal yang perlu dicatat adalah masyarakat Indonesia 
mayoritas masih menjunjung falsafah Timur, antara lain: "Mikul Dhuwur Mendhem 
Jero" (silahkan Pak Butet di cari artinya).

  Salam.

  

Kirim email ke