wah saya semakin yakin bahwa anda benar2 tidak tau masalah cloud seeding. cloud seeding adalah sebuah usaha manusia untuk intervensi proses yang terjadi di dalam awan. intervensi ini dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses2 yang terjadi di dalam awan. dan ini adalah sesuatu yang jelas-jelas santifik. anda bisa temukan ilmu ini bukan hanya di jurnal2 internasional tapi bahkan di beberpa texbook.
tidak pernah bppt merampok awan sehingga suatu daerah menjadi kekeringan. daerah target cloud seeding adalah daerah aliran sungai. selain (sedikit saja) mengarahkan agar hujan yang jatuh bisa masuk ke waduk, cloud seeding juga (cukup banyak) meningkatkan curah hujan. kami tidak mungkin membuat hujan tapi hanya meningkatkan curah hujan. jelas kami tidak bisa mengklaim bahwa hujan itu buatan bppt, tetapi bppt telah menambah jumlah curah hujan. atau paling banter bppt telah meningkatkan peluang hujan (karena ada syarat2 kritis agar sebuah awan bisa menjadi hujan). dan badan meteorologi dunia hanya mengakui tambahan curah hujan akibat cloud seeding adalah 20%. dengan mengarahkan hujan turun di atas DAS dan meningkatkan curah hujan maka air hujan bisa bermanfaat lebih. air hujan bisa ditampung untuk keperluan musim kemarau. bicara musim kemarau, semakin kelihatan bahwa anda juga tidak paham klimatologi. menurut bmg bulan di musim kemarau didefinisikan sebagai bulan di mana curah hujannya kurang dari 150mm. dan kami bisa saja bekerja pada bulan2 dimana curah hujan bulanan sekitar 100mm. tidak masalah. juga banyak daerah2 di indonesia yang musim kemaraunya hanya 1-2 bulan saja. dan saya katakan bahwa kami bekerja HAMPIR sepanjang taun. coba baca lagi. nobel gara2 tmc di musim kemarau? untuk daerah2 dimana musim kemaraunya hanya 1-2 bulan dan curah hujannya masih berkisar 100mm, sangat mungkin kami bisa melakukannya. dan untuk itu jelas2 tidak layak untuk dapat nobel. makanya, kalau tidak paham itu jangan ngeyel. tapi ya beginilah tipikal orang indonesia. yang penting ngeyel dulu heheee..... ----- Original Message ---- From: rzain <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, March 6, 2007 2:26:51 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Hujan turun juga Bisa saja, tetapi daerah lain akan kekeringan dirampok awannya. Apa mereka peduli? Baru sedang? Bagaimana bppt bisa membuktikan bahwa air hujan yang jatuh hasil semaiaannya. Kira2 gitu? Ingat ga tahun lalu mereka menyemai hujan di Palembang lantas hujan yang turun diaku, pada hal CNN dalam 5 days weathernya sudah meramal hujan akan turun, apa karena dapat info bppt mau bikin hujan buatan. Tahukah anda tahun 1990an PLN menyemai awan di atas Kalimantan Selatan untuk mengisi waduk Riam Kanan, hujannya jatuh di Brunei? Sepanjang tahun? Mudah2an bppt dapat hadiah Nobel menyemai awan di musim kemarau. rzain
