Tommy sudah lepas dari status tahanan.. pelan-pelan pasti pasti, anehnya di jaman pemerintahan SBY-JK he he nggak adatuch yan demo-demo an spt jaman pemerintahan Megawati.. jadi siapa yang yang membiayai demo itu?
Begitu si Tommy bebas dari hukuman.. giliran eyang Soeharto tuch.. Setelah bebas, si Tommy menuntut pemerintah untuk mencairkan kekayaan di Luarnegeri.. dengan alasan untuk pemerintah... pelan-pelan tapi pasti.. Nach setelah uang terkumpul, he he he si Tommy mencalonkan diri jadi Presiden RI tahun mendatang.. Bisa ngebayangin nggak seh kalo dia terpilih.. kok bekas preman ( si biang korupsi ambil duit rakyat terbayak ) bisa jadi Presiden.. kalo sudah begitu katan" Selamat malam Indonesia" Salam keperihatinan Sari --- charles siahaan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Halo, > > Ya, setuju sekali ini adalah lelucon paling segar > pemerintahan SBY - JK. Para menteri itu memang > lucu-lucu, bikin kita tertawa. Uang 'nggak jelas' > masuk rekening kok tidak dibuka ke publik atau > aparat > hukum. Harus ketangkapan dulu, baru cari alasan. > > Pemerintah semestinya sudah memasukkan Tommy > Soeharto > sebagai musuh negara. Di kerajaan bisnis Soeharto > lah > berkumpul uang hasil korupsi puluhan atau ratusan > triliun. Walau (masih) sulit sekali membuktikan > secara > hukum, tapi publik dapat memastikan bagaimana > mungkin > seorang anak mantan Presiden yang usianya baru > sekitar > 47 tahun, sudah punya kekayaan puluhan triliun. Uang > dari mana itu? > > Sekali lagi, ini membuktikan kalau kabinet SBY - JK > memang tebang pilih dalam memberantas korupsi... > > salam. > > chs > > === > >
